Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala Dunia U20 2023

Beda Ridwan Kamil dengan Ganjar Pranowo, Bukan Koar-koar Tolak Israel Tapi Bantu Palestina

perlawanan terhadap penjajahan Israel, seperti yang disampaikan Gubernur Bali I Wayan Koster maupun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Editor: Glendi Manengal
Kolase Tribun Manado
Beda Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo, yang satu tolak Israel demi Palestina yang satu bantu Palestina 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya diketahui pejabat pemerintah menjadi sorotan karena menolak Israel.

Hal tersebut dikarenakan Piala Dunia U20 2023 yang harusnya diselenggarakan di Indonesia dihadiri oleh Israel.

Namun hal tersebut membuat Indonesia dicabut dari tuan rumah Piala Dunia U20.

Hingga membuat pejabat pemerintah yang menolak diserang netizen.

Piala Dunia U20 pun bakal diselenggarakan di Argentina.

Hal ini tentunnya menjadi sorotan publik.

Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah dan Iwayan Koster Gubernur Bali menuai hujatan akibat penolakan timnas Israel.

Namun berbeda dengan kedua Gubernur tersebut.

Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat justru membahas Palestina.

Baca juga: Gempa Terkini Siang Ini Minggu 2 April 2023, Baru Saja Guncang di Laut, Info BMKG Magnitudonya

Baca juga: Update Harga BBM Terbaru 2 April 2023 di Sulawesi Utara, 3 Jenis BBM Ini Turun Jadi Segini

Bukan hanya teriak dan serukan perlawanan terhadap penjajahan Israel, seperti yang disampaikan Gubernur Bali I Wayan Koster maupun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil menunjukkan cara elegan membela Palestina.

Caranya ditunjukkan pria yang akrab disapa Emil itu dengan mendesain ulang arsitektur Masjid Syekh Azlin di Palestina.

Selesainya pembangunan masjid itu disampaikan Ridwan Kamil lewat status instagramnya @ridwankamil pada Sabtu (1/4/2023) malam. 

Dalam postingan berjudul 'MASJID GAZA PALESTINA SUDAH DIPAKAI TARAWEH LAGI' itu, Ridwan Kamil mengunggah sebuah video suasana Masjid Syekh Azlin terkini. 

Pada tayangan, pembangunan masjid terlihat sudah selesai dilakukan, sejumlah warga Palestina pun sudah dapat kembali beribadah lagi di masjid.

Atas kabar baik itu, Emil dalam statusnya mengucapkan hamdallah. 

Dirinya bersyukur masjid yang pernah hancur dibom Israel pada tahun 2014 silam itu kini sudah bisa digunakan warga Palestina kembali.

"Alhamdulillah. Masjid Syekh Azlin, yang hancur di tahun 2014 oleh serangan bom Israel ini sekarang sudah kembali berdiri tegak," tulis Emil.

"Dan ini adalah Ramadhan pertama masyarakat di kecamatan itu untuk bisa beribadah dengan afdal, setelah 8 tahun shalat selalu menggunakan tenda darurat," jelasnya.

Atas hal tersebut, Emil menyampaikan terima kasih kepada para donatur lewat @amanpalestin_id yang membantu pembangunan Masjid Syekh Azlin. 

"Semua berkat donasi dari para donatur institusi, pribadi dan netizen Indonesia yang digalang melalui @amanpalestin_id," jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, sewaktu mendesain masjid tersebut, Emil memberikan dua pilihan desain, yakni tradisional berkubah atau modern.

Ternyata masyarakat Gaza Palestina justru memilih desain yang modern sebagai simbol kemajuan dan keberanian.

"Desain masjid 3 lantai ini dari luar memliki 3 bidang memiliki makna 3 bulan sabit jika dilihat dari atas yang artinya Habluminallah, Habluminannas, dan habluminal alam," ungkap Emil.

"Semoga dukungan kita kepada Palestina selalu menyala dengan berbagai bentuknya baik diplomasi politik, kemanusiaan maupun dakwah keumatan. We always love and support you dear Palestina," tambahnya.

Postingan tersebut pun ditanggapi pengurus Masjid Syekh Azlin.

Lewat akun @sheraze_aliya_gaza, pengurus masjid menyampaikan terima kasihnya yang sangat besar kepada pemerintah Indonesia.

"@ridwankamil As salam aleikum, it’s not only a magnificent creation, but also a refuge for us, shukran for your plans have made this Masjid, we must mention the beautiful prayer rooms, a library, a Qu'ran study room, and a clinic (this which is exceptional) in different level. Thank you so much for doing all this for us and to the Indonesian people, our prayers are for you all and for Emmeril for whom our prayers will be a window on Jannah. May Allah (AJ) protect you all," tulisnya. 

(As salam aleikum, ini bukan hanya ciptaan yang luar biasa, tetapi juga perlindungan bagi kami, syukran atas rencana Anda telah membuat Masjid ini, kami harus menyebutkan ruang sholat yang indah, perpustakaan, ruang belajar Al-Qur'an, dan klinik (ini yang luar biasa) di tingkat yang berbeda. Terima kasih banyak telah melakukan semua ini untuk kami dan untuk rakyat Indonesia, doa kami untuk kalian semua dan untuk Emmeril yang doanya menjadi jendela Jannah. Semoga Allah (AJ) melindungi kalian semua) 

Elektabilitas Ganjar Pranowo Anjlok, Isu Penolakan Israel Bakal Dimainkan Lawan Politik

Postingan tersebut pun ditanggapi masyarakat luas, mereka pun membanding-bandingkan antara Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil yang diproyeksikan maju dalam Pilpres 2024 mendatang.

Hal senada disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin.

Dirinya menyebut elektabilitas Ganjar Pranowo terancam, setelah penolakannya terhadap Timnas Israel berujung dicabutnya status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA.

"Saya melihatnya akan turun (elektabilitas Ganjar Pranowo) karena kan ini isu besar momentum besar di mana masyarakat pecinta sepak bola seluruh Indonesia kita kan tau juga pecinta sepak bola 70 persen dari bagian masyarakat Indonesia," ucap Ujang saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Sabtu (1/3/2023).

Potensi jebloknya elektabilitas nama Gubernur Jawa Tengah itu yang digadang-gadang bakal maju pada Pilpres 2024 itu, lantaran perhelatan Piala Dunia U-20 sudah dinantikan oleh masyarakat Indonesia.

Pencabutan status tuan rumah itu juga digolongkannya sebagai peristiwa besar yang harus dihadapi Ganjar Pranowo.

"Padahal Ganjar adalah gubernur yang sebenarnya jadi kepanjangan tangan presiden atau jadi perwakilan penyerapan pusat di daerah, tetapi menolak ini lah yang membuat Ganjar tetap akan menurun elektabilitas ini juga kerugian bagi Ganjar," jelas dia.

Ujang menyebut sikap Ganjar tidak sejalan dengan sebagian besar masyarakat yang menginginkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Buntutnya, Ganjar mendapat komentar negatif akibat keputusannya itu.

"Kurang lebih itu pasti membully pasti memojokkan, memberikan negatif dan itu lah yang membuat elektabilitas Ganjar akan turun bahkan bukan hanya pada Ganjar tetapi pada keluarganya, anak-anaknya juga sama dibully oleh masyarakat dan netizen," ungkap dia.

Menurutnya, sikap negatif masyarakat terhadap Ganjar semata-mata atas tidak bijaksananya Ganjar dalam bersikap soal kehadiran Timnas Israel dalam laga Piala Dunia U-20.

Hal itu sekaligus menunjukkan lemahnya kapasitas kepemimpinan Ganjar.

Dia juga memprediksi ada peluang elektoral Ganjar akan turun drastis buntut sikapnya tersebut. Sebaliknya, elektoral Anies dan Prabowo berpeluang meningkat.

"Isu ini akan tetap menggelinding akan terus dimainkan lawan politik. Ya seperti itu kan antar Capres itu kan kalau satu naik yang lain bisa turun, kalau yang lain turun yang lainnya juga bisa naik. Seperti tadi Ganjarnya turun ya yang lain Prabowo Anies bisa naik (elektabilitas)," tutup dia.

Baca berita Tribun Manado lainnya di Google News

Telah tayang di WartaKotalive.com

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved