Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2023

Sakit Kepala Saat Berpuasa, Ini Penyebabnya, Begini Cara Mengatasinya

Berikut penjelasan terkait sakit kepala saat berpuasa dan simak bagaimana cara mengatasinya.

Tribun Manado/Dik
Penyebab sakit kepala saat berpuasa. Simak cara mengatasinya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak sedikit orang yang berpuasa merasakan sakit kepala

Berikut penjelasan tentang apa saja penyebab dan simak bagaimana cara mengatasinya. 

Biasanya, sakit kepala akan terasa bagi orang yang belum terbiasa berpuasa. 

Dan itu adalah hal yang lumrah.

Seseorang akan merasakan sakit kepala jika tubuh tidak mengkonsumsi makanan lebih dari 12 jam dalam sehari.

Sakit kepala biasa terasa di bagian depan kepala atau dahi dan tidak berdenyut. Lebih kepada sakit kepala tegang (tension headache). 

Sakit kepala saat berpuasa akan dirasakan oleh orang orang yang kerap mengalami sakit kepala di hari biasa. Hal itu sesuai studi, para peneliti. 

Penyebab Sakit Kepala Saat Berpuasa

Penyebab sakit kepala saat puasa masih menjadi perdebatan.

Salah satu mekanisme potensial yang diasumsikan para pakar adalah hipoglikemia atau tekanan darah rendah.

Lebih spesifik, beberapa pakar meyakini mereka yang memiliki faktor genetis, perubahan kecil terhadap gula darah bisa memicu reseptor sakit pada otak, yang memicu sakit kepala saat puasa.

Di sisi lain, para pakar lainnya tidak menganggap hipoglikemia sebagai penyebabnya.

Pada orang-orang sehat, level glikogen pada hati cukup untuk menjaga glukosa normal hingga 24 jam.

Sakit kepala saat puasa mungkin muncul pada level glukosa normal.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hipoglikemia tidak menimbulkan sakit kepala pada penderita migrain.

Sakit kepala dinilai bukan merupakan gejala hipoglikemia yang mengharuskan seseorang mencari pengobatan darurat.

Sakit kepala karena hipoglikemia cenderung menimbulkan denyutan pada kepala, berbeda dengan sakit kepala karena berpuasa.

Konsumsi kafein juga kerap dikaitkan dengan sakit kepala saat berpuasa namun masih juga menjadi perdebatan.

Sakit kepala karena konsumsi kafein biasanya terjadi sekitar 18 jam setelah konsumsi kafein terakhir, sama dengan sakit kepala karena puasa.

Sakit kepala karena konsumsi kafein juga memiliki tipe tensi yang sama dengan sakit kepala karena berpuasa.

Meski begitu, beberapa orang masih tetap merasakan sakit kepala saat berpuasa, meski sudah berhenti mengkonsumsi kafein.

Faktanya, sejumlah pakar berpikir bahwa sakit kepala karena hipoglikemia dan karena asupan kafein merupakan entitas yang terpisah dari sakit kepala karena berpuasa.

Faktor potensial lainnya yang bisa menimbulkan sakit kepala saat berpuasa, adalah faktor dehidrasi dan stres yang mengikuti kegiatan berpuasa.

Pada intinya, penyebab utama dari sakit kepala saat berpuasa masih belum diketahui karena adanya banyak faktor penentu.

Cara mengobati sakit kepala saat berpuasa

Salah satu cara yang jelas bisa meminimalisasi sakit kepala tersebut adalah tidak melewatkan makan pada saat sahur maupun buka puasa.

Cobalah konsumsi makanan meskipun dalam jumlah sedikit atau dengan sedikit gula, sebab hal ini bisa membantu tubuh menangkal sakit kepala.

Di sisi lain, jika kita berpuasa dalam periode yang panjang seperti Bulan Ramadan, maka pertimbangkan untuk mengurangi konsumsi kopi.

Sebagai alternatif, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter dan meminta saran untuk meminimalisasi sakit kepala tersebut terjadi sejak hari pertama berpuasa.

Ingatlah untuk tidak mengkonsumsi obat, di luar obat yang disarankan dokter.( TribunJogja.com )

Artikel terkait Ramadan 2023: klik link

Baca Berita Lainnya di: google news

Berita Terbaru Tribun Manado: klik link

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved