Sulawesi Utara
PAPPRI Fasilitasi Seniman Sulawesi Utara Urus Hak Cipta
PAPPRI Sulut di bawah kepemimpinan Joune Ganda menggandeng Kakanwil Kemenkumham Sulut untuk pengurusan hak cipta karya para seniman Sulut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar gembira bagi para seniman Sulut.
DPD Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Sulut di bawah kepemimpinan Joune Ganda menggandeng Kakanwil Kemenkumham Sulut untuk pengurusan hak cipta karya para seniman Sulut.
Selama ini, hak cipta menjadi masalah utama para seniman Sulut.
Karya mereka dibajak dan menguntungkan pihak pembajak. Sementara para seniman tak beroleh apa - apa dari hasil karya mereka. Ini membuat para seniman jadi malas berkarya.
Kabar gembira tersebut disampaikan Bupati Minut Joune Ganda dalam konser musik Indonesia yang diselenggarakan DPD PAPPRI Sulut memperingati hari musik nasional, Senin (20/3/2023) malam di JG Centre Kabupaten Minahasa Utara.
Dalam sambutannya, Joune menuturkan, kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara Ronald Lumbuun dalam kaitan dengan pengurusan hak cipta tersebut.
"Senang sekali pak Kakanwil hadir," katanya.
Menurut dia, hak cipta seniman harus dilindungi.
Perlindungan hukum membuat seniman dapat berkarya dengan bebas.
"Hak intelektual adalah aset," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, adanya perlindungan hak intelektual membuat seniman dapat mengembangkan diri.
Dikatakan Joune Ganda, stan pelayanan pengurusan hak cipta dibuka di lokasi acara. Para seniman yang tampil dalam acara tersebut dapat langsung mendaftar usai tampil di panggung.
Ronald Lumbuun mendorong para seniman untuk mendaftar hak cipta.
"Karena ini akan memiliki dampak implikasi hukum," kata dia.
Menurut dia pendaftaran hak cipta sangat penting.
Sejumlah musisi mengalami pengalaman pahit karena tidak mendaftarkan karyanya.
"Begitu banyak pencipta lagu yang terkenal yang semasa hidupnya hidup berkecukupan tapi di akhir di akhir akhir hidupnya sangat memprihatinkan," katanya.
Menurut Ronald, pihaknya memfasilitasi para seniman mengurus hak cipta. Waktunya cuma 7 menit.
Teddy Landung pencipta lagu mendaftarkan lagu ciptaannya pada malam itu.
"Lagunya Sonya," kata dia.
Sebut dia, lagu itu diciptakan belasan tahun lalu.
Lagu tersebut terinspirasi dari seorang wanita yang main band bersamanya pada 1998.
Dia menyimpan lagu itu sekian lama.
"Saya takut dibajak, karena menurut beberapa rekan, lagu itu sangat bagus," katanya.
Dengan pendaftaran ini, ia plong. Lagu itu segera diluncurkannya.
Ia berterima kasih pada PAPPRI Sulut. (Art)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Baca juga: Sosok Ani TKW di Arab Saudi, Pilih Belum Nikah Meski Sudah 17 Tahun Bekerja, Ternyata Ada Niat Lain
Baca juga: Pemkab Minut Dukung Program Edukasi Gerakan Menabung Sejak Dini di Yayasan Unklab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/konser-musik-Indonesia-yang-diseGJGJG.jpg)