Senin, 1 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Ini Alasan PKS Sulsel Usulkan Andi Amran Sulaiman Dampingi Anies Baswedan

Berikut profil lengkap Andi Amran Sulaiman. Diusulkan PKS Sulsel untuk mendampingin Anies Baswedan.

Tayang: | Diperbarui:
Dokumentasi PKS Sulsel.
PKS Sulsel gelar Konsolidasi Pemenangan Anggota Pelopor, Minggu 19 Maret 2023 di Novotel Grand Shayla Makassar kemarin. 

Ini Alasan PKS Sulsel Mengusulkan Andi Amran Sulaiman untuk Dampingi Anies Baswedan

TRIBUNMANADO.CO.ID, Makassar - Andi Amran Sulaiman diusulkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel sebagai calon bakal wakil presiden mendampingi Anies Baswedan.

Demikian disampaikan Ketua DPW PKS Sulsel, HM Amri Arsyid. 

Alasan memilih Andi Amran Sulaiman untuk diusulkan menurut Amri, karena dinilai refresentasi dari Indonesia Timur.

"Jumlah pemilih Indonesia Timur ini hampir sama dengan jumlah pemilih di Jawa Timur yaitu sekitar 30 juta pemilih," ungkap dia di sela-sela acara Konsolidasi Pemenangan Anggota Pelopor, Minggu 19 Maret 2023 di Novotel Grand Shayla Makassar kemarin.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel semakin mantap memenangkan Anies Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pada konsolidasi tersebut dimaksudkan untuk merancang strategi pemenangan sampai tingkat desa dan kelurahan.

Dalam sesi dialog dengan anggota pelopor se-Sulsel, Amri Arsyid juga menekankan agar kader PKS memasang atribut PKS dan capres Anies Baswedan di rumah-rumah kader. (*)

Profil Andi Amran Sulaiman

Andi Amran Sulaiman lahir di Bone, pada 27 April 1968.

Dalam keseharian, lebih dikenal dengan nama Amran Sulaiman.

Merupakan Menteri Pertanian Kabinet Kerja Jokowi-JK yang menjabat dari 27 Oktober 2014, hingga tahun 2019 ini.

Amran Sulaiman merupakan satu di antara menteri dari kalangan profesional yang ditunjuk Presiden Jokowi.

Selain itu, juga menjadi representasi atau wakil dari daerah timur.

Pendidikan

Amran Sulaiman menempuh pendidikan dasar hingga menengah di tanah kelahiran.

Mengawali pendidikan formal di SD Impres 10 Mappesangka, Bone.

Selanjutnya, menempuh pendidikan di SMP Negeri Ponre, lalu SMA Negeri Lappariaja.

Tak berhenti di situ, Amran Sulaiman melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada 1988, Amran masuk Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin dan selesai pada tahun 1993.

Meski telah terjun di dunia bisnis, Amran Sulaiman tetap memperhatikan pendidikan.

Amran menempuh pendidikan Pasca Sarjana Pertanian Universitas Hasanuddin pada 2002 dan selesai pada 2003.

Di universitas yang sama, Amran Sulaiman berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian pada tahun 2012. (1)

Kursus dan Seminar

Berikut adalah kursus dan seminar yang pernah diikuti Amran Sulaiman:

-Presentase Pengendalian Hama Tikus di Istana Presiden, Jakarta 1996

-SUSKALAK-PIM di Pakkatto, Gowa, Sulsel, 1997

-Presentase Pengendalian Hama Tikus untuk Kalteng di Istana presiden, Jakarta, 1999

-Studi Banding di Singapura, 2002

-Seminar Internasional Palm Oil Belt di Malaysia 2002

-Studi Banding di Bangkok, Thailand, 2009

-Kunjungan ke Sutech Engineering Co. Ltd (Perusahaan perakitan mesin pabrik gula) untuk transaksi pembelian -Pabrik Gula dan Erawan Power (Pabrik Gula Terbesar di Thailand), 2014 (1)

Karier

Setelah berhasil meraih gelar insinyur pertanian, Amran Sulaiman sempat berkarier di PTPN XIV pada 1997.

Di perusahaan tersebut, Amran pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Logistik.

Akan tetapi karena satu dan lain hal, Amran Sulaiman memilih untuk mengundurkan diri.

Hengkang dari perusahaan, Amran Sulaiman membuat berbagai inovasi di bidang pertanian.

Diawali dengan cara menanggulangi tikus, membuat pestisida dan menanggulangi hama.

Kala itu, Amran Sulaiman melakukan uji coba dan presentasi untuk mematenkan hasil karyanya.

Satu di antara hak paten yang dipegang adalah alat empos tikus Alpostran.

Berawal dari langkah tersebut, Amran Sulaiman mulai mengembangkan usaha dan bisnis.

Amran mulai menjadi produsen pestisida, pemilik perkebunan kelapa sawit, gula, tambang nikel, tambang emas dan SPBU.

Semua usaha tersebut berada di bawah naungan Tiran Group.

Pada Pilpres 2014, Amran Sulaiman menjadi relawan Jokowi-JK dan menjadi koordinator relawan Sahabat Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Setelah Jokowi-JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019, Amran Sulaiman didapuk sebagai Menteri Pertanian.

Penghargaan dan Hak Paten

-Hak Paten Alat Empos Tikus Alpostran dari Menteri Kehakiman RI, 1995

-Surat Izin Khusus Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1997

-Surat Izin Tetap Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1998

-Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI, 2007

-Penghargaan FKPTPI Award tahun 2011 di Bali

-Surat Izin Tetap Pestisida, Ammikus 65PS dari Menteri Pertanian RI, 2011

-Surat Izin Tetap Pestisida Ranmikus 59PS dari Menteri Pertanian RI, 2012

-Surat Izin Tetap Pestisida Timikus 64PS dari Menteri Pertanian RI, 2012

-Hak Paten Alpostran (Alat Empos Tikus modifikasi) dari Menteri KehakimaN 2014 (2). (telah tayang di:

TribunSumsel.com )

Baca Berita Lainnya di: google news

Berita Terbaru Tribun Manado: klik link

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved