Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut Pukul 14.30 WIB, Seorang Pemotor Tewas, Truk Muatan Galon Tabrak 7 Kendaraan

Terjadi kecelakaan maut di Cijambe, Subang, Jawa Barat pada kemarin hari Jumat sore.

Dokumentasi Warga
Satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun di Cijambe, Subang, Jawa Barat, Jumat (17/3/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Cijambe, Subang, Jawa Barat pada kemarin hari Jumat sore.

Kecelakaan itu melibatkan 8 kendaraan yang mengalami tabrakan beruntun.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan 1 orang tewas.

Baca juga: Gempa Terkini Minggu 19 Maret 2023, Info BMKG Lokasi dan Magnitudonya

Baca juga: Gempa Bumi Guncang Wilayah Maluku Minggu Sore, BMKG: Magnitudo 3,6

Kecelakaan merupakan suatu insiden yang dihindari semua orang.

Untuk itu sebagai pengendara motor maupun pengemudi mobil diimbau agar selalu waspada dan ekstra hati-hati di jalan raya.

Satu orang meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan 8 kendaraan di Cijambe, Subang, Jawa Barat, Jumat (17/3/2023).

Korban meninggal yakni Hadiana (33), warga Kampung Banceuy RT 017, RW 005, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Hadiana merupakan pengendara roda dua jenis Aerox dengan nomor polisi G-4899-AOG.

Dia bersama kendaraannya ditabrak dari arah berlawanan oleh truk pengangkut galon air mineral yang hilang kendali.

Humas RSUD Ciereng Subang Wawan mengatakan, pihaknya sempat menangani Hadiana secara intensif di IGD.

Namun karena mengalami luka cukup serius pada bagian kepala, Hadiana meninggal dunia.

"Pasien atas nama Hadiana meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB, karena korban mengalami luka serius pada bagian kepala," ujar Wawan melalui pesan singkat, Sabtu (18/3/2027).

RSUD Subang, sambung Wawan, masih merawat satu korban kecelakaan.

Korban bernama Rendi Ramdani, sopir dari truk pengangkut galon air mineral.

Kanit Laka Satlantas Polres Subang, Ipda Endang Sudrajat mengatakan, kecelakaan beruntun di jalur utama Subang-Bandung terjadi pukul 14.30 WIB.

Kecelakaan berawal dari truk pengangkut galon dengan nopol B 9567 KYT, yang diduga hilang kendali.

"Mobil pengangkut Aqua saat jalan turun hilang kendali.

Kemudian langsung menabrak mobil boks yang berada di depannya langsung terpental ke tengah jalan," kata Endang.

Setelah menabrak mobil boks, mobil pengangkut galon air mineral itu menabrak tiga kendaraan minibus yang berada di depannya.

"Juga menabrak tiga kendaraan roda dua yang dari arah berlawanan," kata Endang saat dikonfirmasi.

Kecelakaan beruntun ini sedikitnya melibatkan 8 kendaraan.

Yakni truk fuso pengangkut air mineral dengan nopol B-9567-KYT, kendaraan pikap boks nopol D-8142-FK, jendaraan Minibus Suzuki Apv nopol D-8521-EO, kendaraan minibus Mitsubishi XPander nopol T-1396-UA, dan kendaraan Dumptruck Mitsubishi nopol Z-9160-A.

Kemudian kendaran roda dua Honda CB nopol E-2096-QI, kendaraan roda dua Yamaha Aerox nopol T-5325-ZK, kendaraan roda dua Yamaha Aerox nopol G-4899-AOG.

Kecelakaan lainnya

Satu unit pikap masuk jurang di Kabupaten Solok, Sabtu (18/3/2023), diawali dari selip ban.

Kejadian nahas itu menimpa mobil pikap Grand Max yang mengangkut 12 orang penumpang.

Simak kronologis kecelakaan yang mengakibatkan sejumlah orang luka-luka karena pikap masuk ke dalam jurang sedalam 15 meter.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Solok AKP Dian James mengatakan kecelakaan tunggal itu terjadi di Padang-Solok, Nagari Koto Gaek Guguak.

“Kecelakaan tunggal menyebabkan mobil masuk jurang sedalam 15 meter,” katanya kepada Tribunpadang.com, Minggu (19/3/2023).

James mengatakan, saat dievakuasi, seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan mengalami luka-luka.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Arosuka untuk mendapatkan perawatan.

Ia mengatakan, kecelakaan tersebut disebabkan selip ban lantaran jalan yang lincin.

"Kondisi jalan basah sehingga kendaraan selip dan tidak bisa dikendalikan.

Pengemudi sudah berusaha untuk memperlambat dengan pengereman namun kendaraan tetap melaju ke arah jurang," katanya.

Dalam proses evakuasi, Polres Solok turut berkoordinasi dengan petugas Damkar Kabupaten Solok.

Kasi Ops Damkar Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy mengatakan pihaknya menerima laporan dari polisi untuk melakukan evakuasi mobil masuk jurang sekira pukul 23.50 WIB.

Ia mengatakan pikap tersebut diketahui berangkat dari Limau Manih Kota Padang menuju ke pemandian Air Panas Bukik Gadang, Kabupaten Solok.

Saat melakukan evakuasi, kebanyakan korban mengalami luka-luka hingga patah tulang.

“Tidak ada korban jiwa dan semua korban dapat dievakuasi.

Kebanyakan luka-luka ringan dan patah tulang,” katanya.

(Kompas.com/TribunPadang.com)

Baca Berita Tribun Manado di sini

Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

Tayang di Kompas.com dan TribunPadang.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved