Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Malam - Maleakhi 3:13-18 Jaga Cara Bicara Kepada Tuhan

Bicaramu kurang ajar tentang aku, firman Tuhan. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?". (13)

Tayang:
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
hop.church
Bacaan Alkitab 

Maleakhi 3:13-18
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bicaramu kurang ajar tentang aku, firman Tuhan. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?". (13)

Pada masa Maleakhi, bangsa Israel mengalami kebingungan. Sepertinya, mereka menilai tidak ada perbedaan antara orang benar dan fasik. Antara orang beribadah dan yang tidak beribadah kepada Tuhan, nyaris sama saja. Apa respons Allah mendengar ucapan mereka? "Bicaramu kurang ajar tentang Aku..." (13).

Kenyataannya, kita memang menjumpai banyak orang fasik hidup berlimpah dan mujur ketimbang anak-anak Tuhan. Kita melihat koruptor maju terus, sementara orang yang melaporkan korupsi malah dipenjarakan.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pexels.com)

Banyak yang mulai merasa tidak ada gunanya hidup menjadi orang jujur di hadapan sesama. Akibatnya, banyak anak Tuhan berpikiran sama seperti bangsa Israel. Tuhan merespons keras perkataan mereka yang kurang ajar.

Alasannya, perbedaan yang diinginkan oleh bangsa Israel dengan bangsa-bangsa lain yang tidak beribadah kepada-Nya semata-mata persoalan jasmaniah.

Tanggapan Maleakhi mulai dengan melaporkan perkataan orang-orang yang takut akan Allah (16-18). Mereka saling menguatkan. Mereka mengingatkan bahwa Tuhan pasti mengingat dan memperhatikan bangsa (manusia) yang takut dan menghormati-Nya.

Perkataan itu diteguhkan dengan firman dari Allah sendiri. Mereka yang menghormati Allah merupakan pewaris sejati identitas Israel sebagai milik kesayangan-Nya (bdk. Kel. 19:5).

Jadi, yang membedakan orang benar dan orang fasik ialah soal menjadi milik Allah. Itulah keuntungan menaati Allah. Jika di luar itu, kita pasti akan kecewa, seperti Israel pada masa itu. Akan tetapi, jika Allah yang dicari, perhatian dan kasih yang dicurahkan-Nya sudah cukup bagi kita.

-----------------------------------------------------------------
Saudara & sobatku yg kekasih
Kuduskanlah dirimu bukan hanya dalam hal tindakan, tetapi juga dalam kata-kata!
"Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau dibenarkankan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." (Mat 12:36-37)
==================================

• Umat yang takut akan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang berhikmat (sebagaimana Ayub menggunakan hikmat Tuhan memahami penderitaan yang terjadi dalam hidupnya – Ayub 28: 20-28), yang dapat memahami kehidupan ini dari sudut pandang yang benar.
~ Mereka berkata (16):

1. Tuhan memperhatikan dan mendengar.
2. Tuhan memiliki sebuah kitab untuk ditulis bagi orang-orang yang takut akan Tuhan.
Kepada mereka ini, Tuhan berkata “Mereka akan menjadi miliki kesayanganKu sendiri pada hari yang Kusiapkan”.
Tuhan memiliki memori penyimpanan yang tidak terbatas, ketaatan dan kebaikan kita tidak hanya dilihat oleh Tuhan, tetapi juga tertulis dalam kitabNya. Sehingga tidak ada kata “sia-sia” dalam kesungguhan kita untuk setia kepada firmanNya.

• Kita yakin dan percaya bahwa keputusan Tuhan tidak terselidiki, dan jalan Tuhan tidak terselami (Roma 11: 33).
• Ada banyak jalan dan cara yang dapat Tuhan pakai untuk menyatakan kasihNya pada kita dan Tuhan akan berbuat indah pada waktunya (Pengkhotbah 3: 11).

~ Manusia bisa saja berkata, Tuhan itu tidak adil, Tuhan tidak mendengar, Tuhan tidak perduli, Tuhan tidak mengasihi. Namun Tuhan tahu yang terbaik bagi kita, dan yang terbaik akan selalu dirancangkanNya bagi orang yang percaya kepadaNya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved