Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Apa itu Shalom? Kerap Digunakan Sebagai Salam bagi Umat Kristen

Dalam buku Pendidikan Agama Kristen 7 KTSP Revisi, menuliskan bahwa shalom adalah damai sejahtera atau kedamaian atau tidak adanya kekhawatiran.

|
Editor: Tesalonika Geatri
net
Apa itu Shalom? Kerap Digunakan Sebagai Salam bagi Umat Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kata syalom atau shalom tentu tidak asing bagi umat Nasrani, baik Kristen hingga Katolik.

Kata ini kerap kali disinggung dalam ibadah di gereja hingga percakapan keseharian. Biasanya, umat Nasrani menggunakannya sebagai salam.

Meski begitu, syalom atau shalom sebenarnya bukan sekadar sapaan biasa.

Kata tersebut mengandung makna yang mendalam bagi umat Nasrani mengenai hubungan dengan Tuhan Yesus Kristus ataupun sesama manusia.

Lantas apa arti kata Shalom?

Apa arti Shalom?

Seperti Assalamualaikum dalam ajaran Islam, pada dasarnya Shalom adalah kata yang digunakan untuk memberikan salam.

Jika Assalamualaikum berasal dari Bahasa Arab, Shalom berasal dari Bahasa Ibrani.

Dalam buku Pendidikan Agama Kristen 7 KTSP Revisi, menuliskan bahwa shalom adalah damai sejahtera atau kedamaian atau tidak adanya kekhawatiran dalam hidup.

Sehingga ketika salam itu dilontarkan, sebenarnya ada doa yang terkandung di dalamnya untuk orang yang menerima salam tersebut.

Dalam kata lain, kita kita memberikan salam dengan ‘shalom’ maka kita mendoakan orang yang menerima salam tersebut agar mendapatkan damai sejahtera dalam hidupnya.

Tak hanya itu, dalam buku yang sama tertera bahwa Shalom juga mengacu pada hubungan perjanjian dengan Allah, sukacita, segala sesuatu dapat berjalan dengan aman dan bahagia, terbebas dari ancaman, serta keteguhan hati untuk percaya pada Tuhan.

Mengutip buku Suluh Siswa 3: Berkarya dalam Kristus, shalom dapat pudar bahkan hilang dalam kehidupan manusia lantaran hubungan yang rusak antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam, manusia dengan sesama, hingga manusia dengan diri sendiri.

Kata Pendeta

Dikutip dari Kemenag.go.id, Pendeta Jhon Ballo dalam kotbahnya menyebutkan, Shalom selalu berfokus pada Kristus.

Dalam membicarakan Shalom, Alkitab selalu mengarahkannya pada satu titik pusat, yaitu Kristus.

Dengan kata lain, damai sejahtera hanya bisa didapat di dalam Sang Juru Selamat, Kristus.

Penggunaan Shalom dan Maknanya

Setelah mengetahui arti shalom pada penjelasan di atas, mungkin kalian juga penasaran dengan penggunaannya beserta maknanya yang mendalam.

Kalian bisa mendengar penggunaan kata shalom di gereja Kristen.

Kata shalom bisa digunakan sebagai balasan dari sapaan halo atau selamat tinggal.

Selain itu, masih ada beberapa arti shalom dalam penggunaan lainnya.

Berikut ini terdapat informasi mengenai hal tersebut yang bisa kalian simak.

1. "Shalom aleichem", seperti Assalamu alaikum dalam Bahasa Arab.

Kata balasan yang sesuai adalah "aleichem shalom".

2. "Shabbat shalom" merupakan salah satu ucapan salam yang biasa digunakan pada hari Sabat.

Kata ini paling banyak digunakan di kawasan yang ditempati oleh para penduduk Yahudi Mizrah, Yahudi Sephard, atau penduduk Israel yang berperilaku modern.

Banyak komunitas Yahudi Ashkenaz di luar Yahudi menggunakan Gut shabbes dalam Bahasa Yiddish.

Ayat Alkitab tentang Syalom

Kata syalom atau damai sejahtera bisa dilihat dari beberapa ayat Alkitab, berikut contohnya:
 
1. Yesaya 57:19
 
“Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat--firman TUHAN--Aku akan menyembuhkan dia!”
 
2. Yeremia 6:14
 
“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.”
 
3. 2 Korintus 13:11
 
“Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!”
 
4. Mazmur 72:3
 
“Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!”
 
5. Yehemia 13:10
 
“Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya.”

Baca juga: Contoh Doa Kristen, Doa Pagi, Mengucap Syukur serta Memohon Perlindungan Tuhan

(Tribunmanado.co.id/Gea)

Baca berita selengkapnya di Google News

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved