Senin, 1 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lokal Bercerita

Karapan Sapi Ala Minut Sulawesi Utara, Disebut Lebih Tua Dari Punyanya Madura

Balap roda sapi sudah terorganisir dengan pembentukan Persatuan Olahraga Tradisional Roda Sapi Pacu (Portdasap) Kabupaten Minahasa Utara. 

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado
Pacuan roda sapi dari Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulut punya Karapan Sapi yang tak kalah dari Madura. 

Namanya pacuan roda sapi. 

Asalnya dari Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Pacuan Roda Sapi sangat ngetop di wilayah Kalawat dan Airmadidi.

Hampir tiap pekan dilaksanakan balapan roda sapi.

Iven ini menyedot penonton hingga ribuan. Bahkan ada turis asing yang hobi menonton balapan langka ini. 

Balap roda sapi sudah terorganisir dengan pembentukan Persatuan Olahraga Tradisional Roda Sapi Pacu (Portdasap) Kabupaten Minahasa Utara

Balapan sapi punya dunianya sendiri yang menarik dan unik. 

Jemmy Junaedy yang pernah bergelut di dunia balap sapi mengatakan, seni balap sapi berawal dari memilih sapi.

"Sedari kecil sapi disuruh berlari, dilihat mana yang bisa jadi sapi pacu, mana yang tidak," kata dia Senin (20/2/2023). 

Setelah sapi terpilih, selanjutnya dilatih. Ada berbagai metode pelatihan.

"Kekuatan dan keserasian adalah dua hal paling penting. Karena dalam satu roda ada dua sapi, jadi dua sapi itu harus punya kecepatan merata. Satu saja lambat maka akan berpengaruh sekali," katanya.

Tak kalah pentingnya adalah nutrisi.

Sebut dia, sapi harus diberikan makanan beras milu campur konga.

"Ini agar supaya tubuh sapi berotot," ujar dia. 

Sapi juga harus diberi vitamin.

Jelang pelatihan sapi diberi bir hitam.

"Bir hitam campur di makanannya, agar lebih kuat," katanya. 

Ungkap dia, faktor joki memegang peranan penting saat pertandingan.

Ibarat sepakbola, joki menjadi playmaker. 

"Ia harus punya keberanian, tahu kapan harus mencambuk, mereba ekor dan lainnya," kata dia.

Biasanya, ujar dia, hadiah uang dalam pertandingan diberikan pada joki.

Pemilik sapi hanya dapat uang trophy serta uang taruhan.

Ia mengakui balap sapi adalah hobi yang mahal. 

"Untuk makan sapi saja saya tiap bulan harus keluarkan uang jutaan rupiah, belum lagi biaya lainnya, apalagi kalau ada pertandingan," katanya.

Ia mengatakan balap sapi berhubungan dengan hobi, gengsi dan tradisi.

Penelusuran tribunmanado.co.id, taruhan dalam lomba balap sapi mencapai puluhan juta rupiah.

"Bisa mencapai 25 jutaan," katanya.

Anggota DPRD Sulut Fabian Kaloh menyebut balap sapi di Minut sesungguhnya lebih tua dari pada Karapan Sapi Madura.

"Hanya kurang dilestarikan," katanya. (Art) 

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved