Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Besok Sabtu 18 Februari 2023, Info BMKG Wilayah Potensi Dilanda Cuaca Ekstrem

Prakiraan cuaca untuk besok Sabtu 18 Februari 2023 dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).

Editor: Ventrico Nonutu
the-star.co
Ilustrasi cuaca ekstrem. Peringatan Dini Besok Sabtu 18 Februari 2023. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini merupakan prakiraan cuaca untuk besok Sabtu 18 Februari 2023.

Prakiraan cuaca tersebut dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).

BMKG merilis prakiraan cuaca tersebut melalui laman resminya bmkg.go.id.

Sejumlah wilayah di Indonesia mendapatkan peringatan dini.

Ada beberapa wilayah yang diperkirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Sosok Mbak Cantik Anggota LPSK yang Selalu Setia Mendampingi Richard Eliezer

Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan akan dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencanga.

Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 30 wilayah.

Terdapat 2 wilayah yang berpotensi terjadi hujan disertai kilat dan angin kencang.

Sementara di 28 wilayah lainnya juga berpotensi terjadi hujan lebat, kilat, dan dapat disertai angin kencang.

Wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:

- DKI Jakarta

- Sulawesi Barat

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah:

- Aceh

- Riau

- Bengkulu

- Jambi

- Sumatera Selatan

- Kep. Bangka Belitung

- Lampung

- Banten

- Jawa Barat

- Jawa Tengah

- Yogyakarta

- Jawa Timur

- Bali

- Nusa Tenggara Barat

- Nusa Tenggara Timur

- Kalimantan Barat

- Kalimantan Utara

- Kalimantan Timur

- Kalimantan Selatan

- Sulawesi Utara

- Gorontalo

- Sulawesi Tengah

- Sulawesi Selatan

- Sulawesi Tenggara

- Maluku Utara

- Maluku

- Papua Barat

- Papua

Bibit siklon tropis 91 P dengan tekanan minimum 1006 hpa, dan kecepatan angin maks 20 knot berada di wilayah Teluk Carpentaria - Australia bagian utara.

Hal ini membentuk daerah konvergensi memanjang dari Samudera Hindia Selatan NTT hingga Australia bagian utara serta dari Laut Banda hingga Australia bagian utara.

Juga menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Laut Banda hingga Australia bagian utara.

Sementara bibit siklon tropis 99 W dengan tekanan minimum 1007 hpa, dan kecepatan angin maksimum 20 knot berada di wilayah Samudera Pasifik Barat Utara Papua Barat.

Hal ini membentuk daerah konvergensi memanjang dari Laut Sulawesi hingga Samudera Pasifik Utara dari Papua Barat.

Termasuk menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet dar Perairan Timur FIlipina hingga Samudera Pasifik Barat Papua.

Sirkulasi siklonik lainnya berada berada di Samudera Hindia Barat Daya Banten, Perairan Utara Serawak, dan Samudera Hindia selatan Bali.

Sirkulasi ini membentuk daerah konvergensi memanjang di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Perairan Utara Jawa, dari Laut Natuna hingga Kalimantan Barat, dari Perairan Selatan Bali hingga Laut Sawu.

Konvergensi lain terpantai dari perairan barat Bengkulu hingga Laut Jawa Bagian Barat, daru Selat Makassar hingga Sulawesi Tengah, dari Laut Bandan hingga Papua Bagian Selatan.

Daerah konfluensi terpantau juga memanjang di Laut Jawa hingga Laut Banda.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Telah tayang di Tribunnews.com

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita Terbaru Tribun Manado KLIK INI

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved