Renungan Harian
Renungan Harian, Yeremia 18:6, Menerima Proses Tuhan
Renungan harian hari ini mengenai Menerima Proses Tuhan yang terdapat dalam Yeremia 18:6.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian hari ini mengenai Menerima Proses Tuhan yang terdapat dalam Yeremia 18:6,
"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!"
Tribunners,
Kita percaya bahwa Tuhan sangat mengetahui keadaan kita seutuhnya. Ini berarti, hal terkecil yang kita simpan di kedalaman hatipun diketahui oleh Tuhan.
Jadi, tak ada yang tersembunyi bagi Tuhan; termasuk jika ada kelemahan, noda, atau kerusakan-kerusakan dalam diri kita, yang mungkin tidak disadari oleh diri kita sendiri. Karena Tuhan mengasihi kita, maka IA akan berusaha memperbaiki setiap kerusakan itu. Bukankah Tuhan punya hak mutlak atas kita, IA seperti tukang periuk yang memproses (mengerjakan) kembali bejana-bejana yang rusak (ayat 4).
Saat Tuhan mengerjakan kembali bejana hidup umat-umatNya, di sinilah kita sering salah paham dengan Tuhan. Karena ketidaktahuan kita atas kerusakan yang terjadi dalam diri sendiri, kita menjadi kecewa dan tidak terima ketika Tuhan memproses kembali hidup kita.
Seringkali kita merasa tidak ada masalah apa-apa dan semuanya berjalan baik-baik saja; padahal di mata Tuhan telah terjadi kerusakan yang harus segera diperbaiki. Jika tidak segera diperbaiki, hidup kita pasti hancur dan membuat iblis bersorak-sorai.
Oleh sebab itu, penting bagi kita melihat segala sesuatu yang terjadi dari sudut pandang Tuhan. Ingat, bukan apa yang kita ingini yang lebih penting dan paling benar, tetapi apa yang Tuhan kehendaki dan rancangkan yang lebih utama dan sempurna bagi kita. Sehingga, saat Tuhan mengerjakan kembali bejana hidup ini, kita dapat menerimanya sebagai proses Tuhan memperbaiki kualitas hidup kita, untuk lebih mendewasakan dan menguduskan kita menjadi bejana mulia di mata Tuhan.
Jadi, mari peka memperhatikan bagaimana kita hidup, apakah semakin kudus dan berkenan kepada Tuhan, apakah semakin bijaksana dan dewasa? Mari periksa, adakah keretakan atau kerusakan yang telah terjadi namun tidak kita sadari?, sehingga kita dapat mengenali, memahami, dan menerima apapun proses Tuhan dalam hidup kita. Ayub 5:18 menegaskan: Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.
Sadarilah, bukan rencana Tuhan untuk sengaja melukai atau memukul umatNya, sebab IA adalah Tuhan yang sangat mengasihi kita. Namun jika hal itu harus dilakukanNya, semuanya untuk kebaikan kita. TanganNya selalu tersedia dan siap membebat, menyembuhkan, menolong, dan menuntun kita ke jalan yang benar dan sempurna.
Haleluya. Tuhan Yesus memberkati
Baca Berita Tribun Manado Lainnya di: Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Kristen-Berlindung-Kepada-Tuhan.jpg)