Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

HPR 2023

HPR GMIM 2023 - Meski Miliki Keterbatasan, Remaja Tunarungu dan Tuna Wicara Ini Berhasil Pukau Juri

Hari Persatuan Remaja (HPR) Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) tahun 2023 digelar pada 27-28 Januari 2023 di wilayah Manado Sentrum.

Penulis: Tesalonika Geatri | Editor: Tesalonika Geatri
Ist
Foto bersama peserta Busana Gereja setelah tampil. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari Persatuan Remaja (HPR) Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) tahun 2023 digelar pada 27-28 Januari 2023 di wilayah Manado Sentrum.

Ada ribuan generasi muda yang mengikuti HPR salah satunya jemaat GMIM Eben Haezar Talikuran Wilayah Kawangkoan Satu.

Remaja GMIM Eben Haezar Talikuran ikut beberapa kegiatan diantaranya ada Gerak Jalan, Cerdas Cermat Alkitab (CC), Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Indonesia, Busana Gereja, Lari, dan Lintas Kota.

Penatua Derian Devid Inra Palit S.pd mengungkap ada yang special bagi Remaja GMIM Eben Haezar Talikuran dalam kegiatan Hari Persatuan Remaja Sinode tahun 2023. 

Penatua Remaja GMIM Eben Haezar Talikuran Derian Devid Inra Palit S.pd
Penatua Remaja GMIM Eben Haezar Talikuran Derian Devid Inra Palit S.pd (KPRJ GMIM EBEN HAEZAR TALIKURAN)

"Tuhan boleh percayakan Komisi Jemaat GMIM Eben Haezar Talikuran lewat talenta adik-adik remaja terlebih ada satu talenta yang khusus dimana ada satu adik remaja perempuan yang pada tahun ini mengikut lomba busana gereja sekalipun dalam keterbatasan." ujarnya

Derian Palit selaku Penatua Remaja GMIM Eben Haezar Talikuran mengatakan ada seorang tunarungu tetapi juga tuna bicara ikut serta dalam lomba HPR.

"Ada seorang tunarungu tetapi juga tuna bicara yang menjadi spesial buat komisi remaja karena dari keterbatasan ini tidak membatasi kerinduan adik-adik remaja terlebih adik remaja Vilove Ashley Yomiko Pantow yang boleh tampil sekalipun dalam keterbatasan." ujarnya

Menurutnya meski dalam keterbatasan tidak menghalangi untuk melayani Tuhan.

"Ini mungkin jadi semangat buat semua remaja GMIM dan semua pembina remaja GMIM untuk ikut serta dalam kegiatan ini, bahwasanya apa yang kita lakukan dalam kegiatan ini semuanya dipersembahkan untuk hormat dan kemuliaan akan nama Tuhan.

Bukan dibatasi karena apa yang ada pada kita tetapi lebih daripada itu kita boleh mempersembahkan apa yang lebih tapi juga yang kurang daripada kita untuk dijadikan sebuah pemberian terbaik demi kemuliaan nama Tuhan" 

Foto bersama peserta busana gereja dengan Penatua GMIM Eben Haezar Talikuran
Foto bersama peserta busana gereja dengan Penatua GMIM Eben Haezar Talikuran (ist)

Bagi Penatua Derian Palit kiranya ini bisa menjadi semangat buat semua Remaja GMIM serta Pembina Remaja.

Penatua Derian Palit juga mengatakan butuh effort dan chemistry untuk melatih adik remaja tersebut.

"Saat latihan memang kita butuh effort tetapi juga butuh pemberian yang lebih dibandingkan dengan remaja-remaja lain yang lebih mudah untuk diarahkan

karena kita butuh adanya chemistry yang hadir antara yang melatih juga adik itu yang dilatih, untuk nantinya dapat dan mampu mengarahkan adik remaja tersebut untuk melaksanakan setiap gerakan, untuk menampilkan setiap gerakan atau pose-pose dalam perlombaan ini " ujarnya

Penatua yang akrab disapa Evid mengungkap butuh kesabaran yang ekstrak untul melatih adik ini.

Baca juga: Remaja Kurir Narkoba Ditangkap Polresta Manado Sulawesi Utara, Dapat Perintah Dari Dalam Lapas

"Kita juga butuh kesabaran untuk melatih adik ini yang memang ekstrak untuk adanya kesesuaian dengan lagu karena memang dalam perlombaan setiap pose tetapi juga saat di catwalk harus disesuaikan dengan lagu yang digunakan." ujarnya

(Tribunmanado.co.id/Gea)

Baca berita lainnya di Google News

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved