RENUNGAN KRISTEN

RENUNGAN HARIAN KRISTEN - 1 Yohanes 4:13-18 Kasih Melenyapkan Ketakutan

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
biblestudytools.com
Renungan Harian, 

1 Yohanes 4:13-18
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." (18)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk di dewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan dibawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian.

Renungan Harian
Renungan Harian (Pixabay)

Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh di belakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam,

jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya, sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Baca juga: BACAAN ALKITAB - Filipi 2:8 Seperti Yesus, Taatlah Sampai Mati

Baca juga: BACAAN ALKITAB - Lukas 12:33-34 Harta, Hati dan Sorgawi

Sungguh luar biasa cerita diatas. Ketika anak itu ada dalam hutan, sang ayah dengan setia menjagainya. Bapa kita di surga juga sama, tanpa kita minta pun Allah terus menjaga kita dengan kasihnya. Dimanapun, kapanpun dan apapun yang sedang kita alami, Tuhan pasti setia dan siap menolong kita.

Mulai saat ini kita harus tahu bahwa tak perlu lagi kita takut dengan apapun karena ada kasih Allah yang selalu beserta kita. Langkah yang perlu kita lakukan adalah bertumbuhlah dalam kasih Allah karena ketika kita tahu betapa besarnya kasih Allah dalam hidup kita maka masalah, pergumulan, badai sebesar apapun kita tidak akan takut menghadapinya.

----------------------------------------------
Saudara & sobatku yg kekasih
Ketakutan tampaknya adalah akar dari sebagian besar masalah yang mencuri damai sejahtera kita.
========================

• Cara Allah melenyapkan ketakutan kita, yaitu:
1. Allah mengasihi kita.
Salah satu karakter dan sifat Allah ialah kasih. Dalam kasih, Allah mengasihi kita. Allah mahakuasa dan kuasa-Nya sanggup untuk melenyapkan ketakutan kita apapun bentuknya.

2. Memakukannya bersama Kristus di atas kayu salib.

Allah melenyapkan ketakutan kita melalui penyaliban Yesus di atas kayu salib. Di dalam kasih, segala bentuk ketakutan dilenyapkan oleh Allah melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Kenapa bisa demikian? Karena akar dari segala ketakutan yaitu Dosa telah diselesaikan oleh kematian Yesus di atas kayu salib. Dan penghukuman atas dosa telah ditanggung-Nya demi kita.
Itulah kasih Allah yang sempurna

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved