Kasus Pembunuhan Brigadir J

Isi Pledoi Putri Candrawathi: Saya Betul-betul Marah Suami Saya karena Diseret dalam Masalah

Bacakan pledoi di PN Jaksel, Putri Candrawathi mengaku sangat marah kepada Ferdy Sambo karena dirinya dilibatkan dalam skenario kematian Brigadir J.

Editor: Frandi Piring
KOMPAS TV
Putri Candrawathi saat sidang pembacaan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (25/1/2023). Putri mengaku betul-betul marah suaminya, Ferdy Sambo karena menyeretnya dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terdakwa Putri Candrawathi mengaku sangat marah kepada Ferdy Sambo karena dirinya dilibatkan dalam skenario kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada 8 Juli 2022 lalu.

Awalnya, Putri Candrawathi mengaku tak tahu menahu Brigadir Yosua ditembak mati di rumah dinas suaminya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Diakuinya, Ferdy Sambo baru memberi tahu sehari setelah peristiwa penembakan.

Eks Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri itu mengatakan, Yosua tewas ditembak ajudannya, Richard Eliezer atau Bharada E.

"Yang mulia, pada tanggal 9 Juli 2022 pagi hari, suami saya menjelaskan bahwa Richard telah menembak Yosua hingga meninggal dunia.

Saya pun sangat kaget mendengar kabar tersebut," kata Putri dalam sidang pembacaan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (25/1/2023).

Putri Candrawathi Bacakan Pledoi dalam Persidangan di PN Jaksel, Rabu (25/1/2023). Kukuh Nyatakan Dilecehkan Brigadir J dan Perempuan yang Disakiti
Putri Candrawathi Bacakan Pledoi dalam Persidangan di PN Jaksel, Rabu (25/1/2023). Kukuh Nyatakan Dilecehkan Brigadir J dan Perempuan yang Disakiti (Kompas TV Capture Youtube)

Saat itu, kata Putri, suaminya juga bercerita ke dirinya bahwa dia mengarang cerita soal kematian Yosua.

Kepada Kapolri dan jajaran kepolisian yang lain, Sambo menceritakan, Yosua tewas karena terlibat baku tembak dengan Richard Eliezer.

Menurut skenario Sambo, baku tembak tersebut terjadi setelah Yosua melecehkan Putri di rumah Duren Tiga.

Mendengar cerita itu, Putri marah besar. Dia mengaku tak ingin dilibatkan dalam peristiwa ini.

Namun begitu, Sambo tak bisa lagi menarik perkataannya. Sebab, karangan cerita tersebut sudah dia sampaikan ke jajaran kepolisian.

"Waktu dijelaskan hal tersebut, saya betul-betul marah kepada suami karena dibawa-bawa dalam peristiwa tersebut," kata Putri.

"Tapi suami saya menyampaikan bahwa cerita tersebut sudah dilaporkan ke Kapolri dan dijelaskan juga ke Richard, Ricky (Ricky Rizal)

dan Kuat (Kuat Ma'ruf) saat dilakukan pemeriksaan setelah kejadian penembakan di rumah Duren Tiga," tuturnya.

Baca juga: Ferdy Sambo Minta Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Atas Kasus Pembunuhan Brigadir J

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved