RENUNGAN KRISTEN

RENUNGAN KRISTEN - 1Yohanes 2:7-11 Mengasihi dan Bukan Membenci

Perintah Tuhan Yesus mengasihi sesama tetap berlaku sampai hari ini. Mengasihi saudara yang seiman dan yang beda kepercayaan.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Renungan Harian Kristen - Waktu Tuhan 

  1 Yohanes 2:7-11
"Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan". (10)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perintah Tuhan Yesus mengasihi sesama tetap berlaku sampai hari ini. Mengasihi saudara yang seiman dan yang beda kepercayaan.

Mengasihi dan bukan membenci!

Kebencian muncul sebagai reaksi atas perilaku yang sudah menyakiti seseorang entah dengan perkataan atau perbuatan. Kebencian bisa muncul dalam relasi suami isteri; saudara bersaudara atau hubungan antar kelompok.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Pexels.com)

Kebencian atas satu bangsa bisa berujung pemusnahan satu bangsa. Kita tidak dapat membenarkan kebencian sebab berlawanan dengan perintah Yesus, Tuhan kita.

Tindakan mengasihi merupakan perintah Tuhan Yesus yang agung seperti yang sudah dilakukan-Nya lewat peristiwa salib. Tantangannya bahwa perintah mengasihi tidak mudah dikerjakan. Kelemahan dasar manusia untuk membalas begitu kuat sebab harga diri manusia yang dipegang tinggi.

Lebih baik mati ketimbang dipermalukan. Lebih baik putus hubungan keluarga, ketimbang disakiti atau dirugikan. Perintah mengasihi menjadi mendul sebab kebencian yang berkobar-kobar. Sikap semacam ini bertentangan dengan perintah Tuhan Yesus.

Kita tidak boleh memberikan pembenaran atas perilaku benci yang bertentangan dengan terang atau ajaran Tuhan Yesus. Selama kebencian dipelihara, manusia tetap dalam kegelapan. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk mengasihi dan bukan hidup dalam kebencian.

Kemajuan teknologi memudahkan perjumpaan antar mannusia. Namun kebencian menyebabkan kemajuan teknologi tidak berarti apa-apa. Hubungan terputus dan orang menghindar untuk berbicara.

Di sini kita butuh pertolongan Roh Kudus supaya kita diberi hati yang lemah lembut untuk segera mengampuni dan mengasihi tanpa syarat. Roh Kudus memampukan berbicara sebelum segalanya terlambat. Ayo, jangan menunda-nunda. Jangan keraskan hati kita. Jadilah pelaku firman Tuhan yang menghadirkan kasih Yesus yang ajaib terhadap sesama.

----------------------------------------------
Saudara & sobatku yg kekasih
Salah satu indikator yang sangat aman untuk mengukur kesungguhan iman seseorang, yaitu KASIH. Tuhan Yesus sendiri pernah mengatakan: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yoh. 13:35).
========================

Baca juga: BACAAN ALKITAB - Filipi 2:3-4 "Jangan Egois dan "Makang Puji"

Kebencian dalam diri orang Kristen memang berpotensi menimbulkan halangan serius bagi orang lain untuk menemukan Allah di dalam Kristus.
~ Rasa benci tidak hanya berhenti di hati. Rasa itu pasti akan terwujud ke dalam tindakan.
~ Tindakan-tindakan yang lahir dari kebencian seringkali tidak masuk akal.

• Kebencian terjadi pada saat seseorang lebih mengedepankan "perasaan" daripada "karya penebusan".
~ Dia memilih untuk "memuaskan perasaan diri sendiri" daripada "dipuaskan oleh Tuhan dalam karya penebusan.

• Karya Yesus di salib adalah harapan dan kekuatan satu-satunya untuk mewujud kasih ilahi.
~ Dengan melakukan kalibrasi hati setiap hari kepada salib Kristus, kasih kita akan selalu dihangatkan dan disegarkan terus.
~ Ruang untuk kebencian semakin berkurang.
~ Kasih Kristus yang membebaskan akan merajai seluruh hati.

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved