OPINI

OPINI POLITIK - Dua Malam di Manado

Sebagai seorang Kepala Negara, Jokowi sudah beberapa kali menginjakkan kaki di daerah Nyiur Melambai.

Editor: Aswin_Lumintang
OPINI POLITIK - Dua Malam di Manado
istimewa
Stefan Obadja Voges

Stevan Obadja Voges SH MH,

Dosen Fakultas Hukum Unsrat

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagai seorang Kepala Negara, Jokowi sudah beberapa kali menginjakkan kaki di daerah Nyiur Melambai. Memang sekali menginjakkan kaki di Sulut, bayangan Nyiur yang selalu Melambai akan selalu menggoda untuk datang kembali.

Apakah ini hanyalah sebuah kalimat puitis dengan kesan magis atau sebuah imajinasi yang tak mampu menjawab sebuah pertanyaan sederhana: Apa daya tarik Sulawesi Utara sehingga dalam 2 periode kepemimpinan Pak De Jokowi, sampai berkali-kali datang ke Sulut?

Memang secara formalitas, kunjungan ini adalah terkait erat dengan tugas dan kerja Kepala Negara. Namun “berkali-kali” dan “2 malam” ini merangsang saraf-saraf otak ini untuk berpikir mencari jawaban. Mungkinkah ada faktor penyebab lain yang “mengundang” Pak De kesini?

Steven Obadja Voges sedang memandu FGD Justitia Societas bersama pembicara pertama Toar Palilingan SH MH, Ahli Tata Negara Unsrat
Steven Obadja Voges sedang memandu FGD Justitia Societas bersama pembicara pertama Toar Palilingan SH MH, Ahli Tata Negara Unsrat (Istimewa)

Begitu banyak pertanyaan menggelayut dalam benak ini. Beberapa pertanyaan ini selalu menghantui pikiran saya; Mungkin makanannya cocok dengan selera beliau? Mungkin karena keramahan penduduknya? Mungkin karena keindahan alamnya? Mungkin toleransinya?

Tapi kayaknya koq sulit menemukan koneksitas antara pertanyaan dan jawaban yang pas.

Sepertinya tidak mungkin kedatangan beliau itu karena ada kaitannya dengan sesuatu dalam pertanyaan-pertanyaan di atas. Logika saya tidak bisa menerima. Lain hal jika pertanyaannya berbau politis. Koq sepertinya lebih lebih menarik mengetahui apa kepentingan politis Pak De di Sulut?

Sehingga pertanyaan seperti; apakah karena potensi suara konstituen beliau di Sulut signifikan bagi pemenangan? Apakah secara Demografi Politik, Sulut adalah daerah yang punya potensi signifikan dalam kepentingan politik beliau nanti?

Atau ada faktor lain yang secara politis membuat beliau nginap 2 malam di Sulut? (Sesuatu yang sangat jarang dilakukan Jokowi selama ini).

Entah mengapa pikiran saya tidak bisa tidak, otomatis mengaitkan kunjungan Pak De ke Sulut dengan sosok/figur seorang OD. Ya, kedatangan ini sudah barang tentu bukan karena hal lain.

Apalagi karena Kunjungan Kerja. Entah kenapa, pikiran saya lebih mengarah pada sesuatu yang politis daripada sebuah formalitas pekerjaan. Ini adalah sesuatu yang politis namun dikemas dengan formalitas.

Landasan logisnya adalah kenyataan bahwa Jokowi adalah Kepala Negara yang diusung oleh PDIP — “pekerja partai” kata bu Mega— dan Olly Dondokambey (OD), Gubernur Sulut yang adalah Bendahara PDIP.

Baca juga: Chord dan Lirik Lagu In A Darkened Room, Grup Band Rock Skid Row

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Pantau Vihara Dharma Bhakti, Pastikan Sembahyang Tahun Baru Imlek Aman

Logika ini sangat sederhana.

Yang menarik adalah, dulu korelasi ini memunculkan spekulasi-spekulasi liar tentang reshuffle. Namun hingga kini ternyata tidak terbukti. Sehingga kali ini orang tidak lagi berani bicara reshuffle.

Lantas apa? Kedatangan beliau kali ini menegaskan sinyal “sebuah kepentingan” yang lebih besar dari sekedar reshuffle. Apa itu? Mungkin tidak ada yang bisa tahu secara persis, namun yang jelas, kunjungan kerja ini adalah sesuatu yang mahal dipentas politik nasional.

Bagi kaum lapis bawah, sulit menjangkau apa yang tersembunyi dibalik 2 malam kunjungan ini, namun dapat dipastikan belum tentu juga para elit bisa tahu jawaban tepatnya. Hanya JW-OD dan Tuhan-lah yang tahu.

Yang jelas setelah ini akan ada yang terjadi. Menarik di tunggu. Jadi penasaran.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved