Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Pesawat

Kecelakaan Pesawat di Nepal, Tim Penyelamat Lakukan Pencarian Penumpang

Kecelakaan pesawat di Nepal pada Minggu (15/1/2023) pagi. Tim penyelamat lakukan pencarian di medan terjal.

Editor: Frandi Piring
AP PHOTO/KRISHNA MANI BARAL
Kecelakaan Pesawat di Nepal, Minggu (15/2/2023). Tim Penyelamat Lakukan Pencarian Penumpang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kecelakaan pesawat terjadi di Nepal pada Minggu (15/1/2023) pagi.

Hingga Selasa (17/1/2023), menyisikan dua penumpang yang belum ditemukan.

Tim penyelamat bekerja keras dalam proses pencarian di medan terjal, lokasi jatuhnya pesawat.

Untuk mencari korban tersisa, tim pencari turut memanfaatkan drone.

Mereka juga masih menerjunkan personel untuk menuruni ngarai sedalam 200 meter untuk bisa menemukan semua penumpang pesawat Yeti Airline yang jatuh pada Minggu (15/1/2023) pagi.

Kecelakaan pesawat itu setidaknya telah menewaskan 70 orang.

Medan yang sulit dan cuaca buruk menghambat upaya penyelamatan pesawat di Kota Pokhara.

"Ada kabut tebal di sini sekarang. Kami mengirim personel penyelamat menggunakan tali ke ngarai di lokasi pesawat jatuh dan terbakar," kata Ajay KC, pejabat polisi di Pokhara yang ikut dalam upaya penyelamatan, kepada Reuters.

Para pencari telah menemukan dua jenazah penumpang lagi pada hari Senin (16/1/2023), sebelum pencarian dihentikan sementara karena terkendala pencahayaam.

"Ada anak kecil di antara penumpang. Beberapa mungkin sudah terbakar dan mati, dan mungkin tidak ditemukan. Kami akan terus mencari mereka," kata Ajay KC.

Baca juga: Berita Populer: Papua Tanpa Gubernur-Wagub, Powerbank Terbakar di Pesawat, Venna Melinda Alami KDRT

Saluran televisi menayangkan rekaman beberapa kerabat yang menangis menunggu jenazah orang yang mereka cintai di luar rumah sakit tempat otopsi dilakukan di Pokhara.

Pada Senin, para pencari menemukan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan. Kedua kotak hitam dalam kondisi baik.

Temuan ini diharapkan dapat membantu penyelidik menentukan penyebab pesawat Yeti Airlines jatuh.

Di bawah aturan penerbangan internasional, badan investigasi kecelakaan di negara tempat pesawat serta mesin dirancang dan dibuat secara otomatis akan menjadi bagian dari tim penyelidikan.

Pesawat ATR 72 milik Yeti Airline sendiri berbasis di Perancis dan mesin pesawat diproduksi di Kanada oleh Pratt & Whitney Canada (RTX.N).

Penyelidik kecelakaan udara Prancis dan Kanada mengatakan mereka berencana untuk berpartisipasi dalam penyelidikan tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Maut, 40 Orang Tewas Minggu 15 Januari 2023, Pesawat Terjatuh di Kota Pokhara Nepal

Artikel ini tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved