Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem di Manado

Warga Manado Sulawesi Utara Harus Waspada Saat Cuaca Ekstrem, Ada 700 Pohon Berusia Tua

Ada sekitar 700 pohon berusia tua di Kota Manado. Jenisnya pun bermacam-macam, ada trambesi, lingua, mahoni, beringin, dan ketapang.

Tayang:
Editor: Isvara Savitri
nielton durado/tribun manado
Satu pohon tumbang di jalan Sam Ratulangi Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa waktu terakhir Sulawesi Utara termasuk Kota Manado dilanda cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan beberapa bencana alam, salah satunya pohon tumbang.

Sejak awal tahun 2023 saja, sudah terjadi 37 pohon tumbang di Manado.

Pohon yang tumbang, rata-rata sudah berusia tua.

Manado memang memiliki banyak pohon tua.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado mencatat, terdapat kurang lebih 700 pohon berusia tua di Kota Manado.

Hal ini patut diwaspadai, terutama ketika cuaca ekstrem.

"Masih ada 700 pohon berusia tua, umumnya trambesi," kata Kabid Pengendalian, pencemaran dan perusakan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado, Refly Lontaan, Kamis (12/1/2023).

Sebut dia, pohon tertua di Manado berusia 205 tahun.

Adanya di Jalan Ahmad Yani Sario.

Baca juga: Potret Malalayang Beach Walk Manado Sulawesi Utara, Cocok untuk Berwisata dengan Keluarga

Baca juga: Link Gratis Live Streaming Vietnam vs Thailand, Leg Pertama Final Piala AFF 2022, Bisa Nonton di HP

"Pohon ini diameternya sangat besar," katanya.

Sebut dia, ada delapan jenis pohon peneduh di Manado.

Selain trambesi, ada lingua, mahoni, beringin dan ketapang.

Untuk pohon trambesi, kata dia, punya plus dan minus.

Plusnya adalah lebih dapat menyerap CO2.

Hujan disertai angin kencang landa Kota Manado, Sulawesi Utara. Akibatnya banyak pohon-pohon tua di pinggir jalan yang tumbang dan membahayakan para pengguna jalan.
Hujan disertai angin kencang landa Kota Manado, Sulawesi Utara. Akibatnya banyak pohon-pohon tua di pinggir jalan yang tumbang dan membahayakan para pengguna jalan. (tribunmanado.co.id/Ferdi Guhuhuku)

"Tapi pohon ini lebih mudah patah dibanding pohon lain," katanya.

Ia menuturkan, DLH Manado berencana melakukan peremajaan pohon di tahun 2023.

Sembari itu akan dilakukan penanaman pohon Tabebuya.

"Ada 2500 pohon Tabebuya yang kami adakan tahun lalu, tahun ini kami akan tambah pohon Tabebuya lagi," katanya.

Salah satu pohon tua ada di  di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil.

Baca juga: Lirik dan Terjemahan Lagu Crito Mustahil - Denny Caknan: Ra Maksane, Niat Gandeng Mu Ro Aku

Baca juga: 5 Pemain Juventus Cedera, Tak Bisa Tampil Lawan Napoli, Ini Kandidat Kuat Jadi Starter

Posisi pohon berjenis beringin itu di tengah jalan.

Meski sudah mengganggu lalu lintas tapi tak ada yang berani memotong pohon itu. 

Usia pohon itu tak diketahui dengan pasti. Deysi warga setempat menyebut pohon itu sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang.

"Ini pohon yang sudah lama sekali ada," katanya.

Tentang Manado

Pohon tumbang di Jalan Sam Ratulangi, Tanjung Batu, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (12/1/2023).
Pohon tumbang di Jalan Sam Ratulangi, Tanjung Batu, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (12/1/2023). (Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.

Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa, luas wilayah Kota Manado 157,27 km⊃2;.

Wilayah perairan Kota Manado meliputi Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua.

Saat ini Kota Manado dipimpin oleh Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Dinas Lingkungan Hidup Sebut Ada 700 Pohon Tua di Kota Manado Sulawesi Utara.

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini. 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved