Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB - Lukas 4:16-30 Mengenal Yesus Lebih Dalam

Setelah masa persiapan di padang gurun, Yesus kembali ke kampung halaman-Nya, Nazaret. Berita tentang pelayanan-Nya sudah terdengar

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
christ.org
Kisah Yesus Mengubah Air Menjadi Anggur Pada Pesta Pernikahan di Kana 

Lukas 4:16-30
"Roh Tuhan ada pada-Ku....". (18)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah masa persiapan di padang gurun, Yesus kembali ke kampung halaman-Nya, Nazaret. Berita tentang pelayanan-Nya sudah terdengar ke seantero penjuru di Galilea (14, 15).

Dia pun ke rumah ibadat dan mengajar di sana. Pada momen itu Yesus menegaskan identitas-Nya sebagai Mesias. Predikat ini sesuai dengan nubuat Nabi Yesaya ratusan tahun sebelumnya (18-19, 21).

Sebenarnya, para pendengarnya menyadari kuasa Yesus dalam setiap perkataan dan pengajaran-Nya. Namun, mereka meragukan kemesiasan-Nya. Alasannya, mereka mengetahui bahwa Yesus adalah anak Yusuf. Itulah sebabnya mereka menuntut Yesus melakukan perbuatan hebat agar keraguan itu sirna (22-23).

Illustrasi foto - Cerita Alkitab, Kisah Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang Lebih, Masih Tersisa Lima Bakul Penuh
Illustrasi foto - Cerita Alkitab, Kisah Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang Lebih, Masih Tersisa Lima Bakul Penuh (Pixabay)

Bukannya memenuhi harapan mereka, Yesus malah mengeluarkan teguran. Bagi Yesus, mereka sama seperti orang Israel pada zaman Elia dan Elisa yang penuh keraguan. Yesus membandingkan keraguan mereka dengan janda Sarfat dan Naaman, orang-orang kafir yang beriman kepada Allah (25-27).

Akibatnya, mereka pun marah karena teguran itu dan hendak membunuh-Nya (28-30). Benarlah kata Yesus, "...sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya" (24). Dalam catatan Alkitab, inilah kali terakhir Yesus pulang ke kampung halaman-Nya.

Orang-orang sekampung-Nya enggan mengakui Yesus sebagai Mesias. Pasalnya, pengenalan mereka terhadap Yesus sangat dangkal, yaitu hanya sebagai anak Yusuf.

Meskipun mereka menyadari kuasa Yesus, tetapi mereka mengabaikannya. Bahkan, mereka ingin mendikte Yesus agar melakukan seperti apa yang mereka mau.

Terkadang kita juga berlaku demikian, bukan? Kita menjadikan Yesus sesuai kehendak dan imajinasi kita. Kita mau mengenal-Nya hanya sebatas keinginan. Kita bertindak seolah-olah lebih besar daripada Dia. Jika saat ini kita bersikap demikian, mari bertobat! Mari kita merendahkan diri di hadapan Sang Mesias.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Mazmur 42:12 TB, Nyanyian dalam Kegelapan

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Ibrani 10:23 TB, Bertekun dalam Pengharapan

----------------------------------------------
Saudara & sobatku yg kekasih
Setiap waktu kita adalah kesempatan untuk berdiri teguh berlandaskan firman agar dunia mengenal kita melalui perbuatan aktualisasi diri dan mewujudkan tujuan serta misi hidup yang baik dan mulia.
========================

Perbuatan dan tutur kata kita adalah gambaran pengenalan kita terhadap Yesus Sang Mesias.
~Janji Allah tergenapi dalam Yesus Kristus yang juga seharusnya teraktualisasi dalam perbuatan dan tutur kata setiap orang yang mengaku mengenal Yesus Kristus.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved