Penculikan Bayi
Bayi 3 Hari Diculik Perempuan yang Menyamar Sebagai Perawat, Pelaku Berhasil Kelabui Keluarga Korban
Pelaku penculikan bayi menyamar sebagai perawat setelah berhasil mengelabui keluarga sang bayi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penculikan bayi kembali terjadi.
Seorang perempuan tega menculik bayi berusia 3 hari.
Arif Misbah Kesogihan ayah dari bayi berjenis kelamin perempuan yang di culik menceritakan kejadian ini.
Pelaku tersebut diketahui sempat menyamar sebagai perawat dan berhasil mengelabui keluarga sang bayi.

Baca juga: 5 Fakta soal Temuan Mayat Gadis SMA di dalam Sumur, Leher Terjerat Dasi, Pelaku adalah Pacar Sendiri
Sang ayah dari bayi pun tak menyangka jika anak bayinya menjadi target penculikan pelaku berinisial J Br B (33) itu.
Dikutip dari Tribun Medan, kronologi penculikan bayi ini pun terungkap.
Arif menceritakan pertama bertemu dengan pelaku di rumah sakit Sidikalang ketika sedang memantau ruangan tempat istrinya bersalin.
Saat itu pelaku juga berada di ruangan tempat bersalin.
"Pada saat istri saya melahirkan, saya melihat si pelaku mondar - mandir di ruangan tempat bersalin. Ada dua hari saya melihat si pelaku itu mondar - mandir, " Ujarnya saat ditemui di Sat Reskrim Polres Dairi, Sabtu (16/12/2022).
Arif saat itu tak menaruh curiga kan mengira bahwa pelaku adalah seorang perawat di rumah sakit karena mengenakan pakaian putih serta mengenakan masker.
"Saya mengira dia (pelaku) itu perawat. Karena pakai baju putih sama masker. Jadi ketika selisih jalan pun, kami hanya bertegur senyum aja, " Ungkapnya.
Setelah hendak mau pulang ke rumah, pelaku ternyata membutuntuti keluarga korban hingga ke rumah yang berada di Desa Lae Nuaha Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi.
"Setelah itu, si pelaku datang ke rumah kami menyampaikan bahwasanya ada menerima bantuan subsidi dari kantor BPJS Sidikalang. Karena kami mengira dia adalah perawat, maka kami percaya," sebutnya.
Setelah terpengaruh oleh ucapan korban, Arif kemudian bersama mertua dan bayi tersebut ke Kantor BPJS Sidikalang bersama pelaku.
Pada saat Arif sedang menyerahkan berkas, pelaku kemudian mengajak mertua beserta bayinya ke Jalan Simpang Salak dengan mengendarai becak bermotor.
Setibanya di Simpang Salak, pelaku kemudian meminta untuk menggendong bayi dari tangan mertuanya.
"Karena kami mengira si pelaku adalah perawat, maka mertua saya menyerahkan bayi itu kepadanya, " Sambungnya.
Setelah berada di tangan pelaku, J kemudian pergi meninggalkan sang mertua dengan alasan untuk membeli minum bayi.
Namun, bukanya membeli minuman, pelaku malah pergi ke loket bus antar provinsi dan membawanya pergi ke arah Provinsi Aceh.
"Katanya mau beli minum untuk si bayi. Rupanya dia pergi ke loket bus. Lalu pergi ke arah Subulussalam, " Bebernya.
Setelah bayi berada di penguasaannya, pelaku kemudian melarikan diri ke arah Kota Subulussalam.
Atas kejadian itu, mertua korban yang sudah tua melaporkan peristiwa tersebut kepada sang ibu bayi dan langsung menuju ke Polres Dairi untuk membuat laporan.
"Setelah menerima laporan, kami langsung berangkat menuju ke arah Kota Subulussalam dan melakukan kordinasi dengan Polsek Penanggalan," katanya.
Setelah melakukan kordinasi, tim gabungan kemudian melakukan razia kepada pengendara angkutan yang melintas.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan pelaku sedang berada di dalam sebuah bus angkutan antar provinsi sedang menggendong bayi tersebut.
Petugas pun kemudian melakukan membawa pelaku ke Polres Dairi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sang ayah bayi pun merasa bersyukur karena bayi yang masih berusia tiga hari itu dapat berkumpul kembali bersama keluarga.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Dairi karena sudah berhasil menemukan anak kandung saya, " Tutupnya.
Hingga kini pelaku masih di menjalani pemeriksaan di Unit PPA Sat Reskrim Polres Dairi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
(cr7/tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Baca Berita Lainnya di: Google News