RHK Jumat 9 Desember 2022

RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Yesaya 7:16 Melawan Tuhan, Pasti Dihukum

Perbuatan raja Ahas sungguh menyakiti hati Tuhan. Dia menolak pertolongan Allah dan lebih memilih mengandalkan kekuatan manusia, yakni raja Asyur.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Ist
Kisah Nabi Yesaya, Penasehat Raja Hizkia yang Miliki Pengaruh Keagamaan hingga Panggilan Kenabian 

Yesaya 7:16

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perbuatan raja Ahas sungguh menyakiti hati Tuhan. Dia menolak pertolongan Allah dan lebih memilih mengandalkan kekuatan manusia, yakni raja Asyur. Padahal dia sudah terkepung oleh tentara Israel dan Aram yang memerangi dan berniat menghancurkannya.

Memang ketika itu, secara fisik, Asyur lebih kuat dari kedua bangsa itu. Maka Ahas bersandar dan berharap penuh pada kekuatan pasukannya. Saking kuatnya Asyur waktu itu, sehingga mereka disebut sebagai "tuan besar."

Namun, gelar tuan besar sebagai bangsa penguasa itu kemudian jatuh ke tangan bangsa Babel yang menghancurlulukan dan menawan Israel dan Aram. Juga mengalahkan Asyur. Selanjutnya gelar tuan besar berpindah lagi ke Persia, yang kemudian dalam kekuasaan Yunani dan akhirnya kekaisaran Romawi yang memegang gelar sebagai "tuan besar," hingga di zaman Tuhan Yesus.

Musa diutus Tuhan untuk memimpin bangsa Israel
Musa diutus Tuhan untuk memimpin bangsa Israel (phinemo.com)

Seperti dinubuatkan oleh nabi Yesaya kepada bangsa Yehuda, bahwa karena kedegilan hati raja Ahas, maka Allah akan memberikan tanda bahwa kedua bangsa yang melawannya yakni Israel dan Aram, akan dihancurkan dan penduduknya di tawan. Kedua bangsa itu kemudian akan dijajah oleh Asyur. Sedangkan Yehuda juga tidak luput dari hukuman Allah. Mereka turut dikuasai oleh Asyur, dijajah dan ditawan sekian lama waktunya.

Itulah keadilan Allah. Siapa yang bergantung kepada manusia, akan dihukum-Nya. Sedangkan siapa yang berharap penuh dan bersandar kepada Allah sebagai kekuatannya, pasti bahagia selamanya. Karena Tuhan akan selalu menolong, menopang dan memberkati hidupnya.

Israel dan Aram selain memerangi Yehuda, juga sudah lebih dahulu berlaku lalim. Baik pemimpin maupun rakyatnya, sama-sama telah berdosa namun tidak pernah sadar dan bertobat. Karena itu nabi Yesaya menyerukan bahwa kedua bangsa yang ditakuti Yehuda itu akan ditinggalkan dan dikosongkan.

Apa yang dinubuatkan Yesaya itu benar-benar terjadi. Asyur dan Babel kemudian mengalahkan kedua bangsa itu, raja-raja mereka ditangkap, negerinya dirusak dan dijajah, sedangkan rakyatnya ditawan ke Babel. Namun, ketika bangsa itu bertobat, maka mereka diizinkan pulang oleh kaisar yang agung Persia yang waktu itu telah mengalahkan dan menguasai Babel.

Baca juga: FIRMAN TUHAN HARI INI - Lukas 2:12 Saat Allah Menjumpai Manusia Melalui Anak

Baca juga: BACAAN ALKITAB - Yudas 1:3-7 Akibat Mengubah Anugerah

Tetapi bahwa nubuat Yesaya, telah terjadi. Jadi, segala sesuatu kuncinya semua ada pada Allah. Karena Dia berkuasa dan amat sangat mahakuasa, tetapi juga amat sangat maha kasih. Maka agar kita tidak dihukum seperti pengalaman bangsa Aram, Israel dan Yehuda, kita harus berpegang pada Tuhan. Sebab dengan demikian nyamanlah hidup kita. Tidak terjadi seperti Israel dan Aram yang ditinggal kosong dan menjadi puing dan reruntuhan.

Demikian firman Tuhan hari ini.
"sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong." (ay 16)

Allah selalu bertindak sesuai dengan keadilan-Nya yang agung dan mahatinggi. Tidak ada satupun yang sanggup menghadapi, apalagi melawan-Nya. Tetapi kasih sayang dan cintanya akan kita, tidak akan pernah pudar, lapuk atau lekang. Karena demikianlah adanya Allah kita. Dia selalu punya rancangan yang indah bagi kita yang berharap dan bersandar pada-Nya.

Jika kita percaya kepada Tuhan dan terus mengikuti Dia meski harus menderita sekian waktu lamanya, kita akan menikmati janji-janji Allah. Tidak ada janji Allah yang gagal. Semuanya pasti ditepati-Nya, sesua cara, waktu dan kehendak kuasa kasih Allah yang tiada batas dan tiada berkesudahan dalam hidup kita.

Yah, kasih Allah bagi kita tiada berkesudahan. Kitalah yang suka menyudahi kasih Allah dengan meninggalkan Dia dan hidup sesuai keinginan daging kita. Karena kita masih berlaku seperti Ahas. Belum bertobat dari dosa dan masih gemar berbuat kejahatan dan lalim dalam berbagai hal.

Maka agar kita tidak ditinggalkan Allah dan hidup kita tidak mengalami kekosongan, seperti kisah Yehuda, Israel dan Aram, dekatkanlah diri kita kepada Tuhan. Jangan menoleh ke kanan dan ke kiri agar kita tidak mudah tergoda oleh rayuan iblis yang menyesatkan. Hiduplah dalam Tuhan dan lakukanlah kehendak-Nya. Senangkanlah hati-Nya dan muliakanlah Tuhan dalam segala hal. Pasti Tuhan menyertai dan memberkati kita selamanya. Amin

Doa: Tuhan Yesus, pakailah hidup kami hanya untuk memuliakan Tuhan sehingga kami juga menjadi berkat bagi sesama. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved