Brigadir J Tewas

Teka-teki Misteri HP Brigadir J: Ricky Rizal Membantu Romer Mengambil, Oknum Kompol Mengamankan

Ternyata terdakwa Ricky Rizal juga sempat membantu sosok oknum polisi lain berpangkat Kompol yang mengamankan barang Brigadir J.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Tribunnews.com
Teka-teki Misteri HP Brigadir J: Ricky Rizal Membantu Romer Mengambil, Oknum Kompol Mengamankan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Teka-teki keberadaaan ponsel Brigadir Yosua Hutabarat terjawab.

Sempat jadi misteri, Namun hal itu terjawab saat persidangan.

Ibu Brigadir Yosua Hutabarat misalnya saat persidangan sampai meminta kepada Majelis Hakim agar segera mengadili siapapun yang berusaha menghilangkan jejak terakhir komunikasi anak.

Rosti Simanjuntak dengan nada keras dan menekan sempat menyebutkan kecurigaan terhadap pihak Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.

Bagi keluarga, jejak terakhir Brigadir J di dalam ponsel adalah hal penting.

Kini, lewat keterangan para saksi, diketahui jejak-jejak terakhir pemindahan tangan ponsel Brigadir J ke pihak berwajib.

Ternyata terdakwa Ricky Rizal juga sempat membantu sosok oknum polisi lain berpangkat Kompol yang mengamankan barang Brigadir J.

Pernyataan Bharada E 

Berawal dari pernyataan Bharada E sebagai saksi Justice Collaborator tentang pemindahan barang pribadi Brigadir J sesaat setelah tewas.

Terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer menyatakan Ferdy Sambo memerintahkan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf untuk memeriksa ponsel milik Brigadir J usai pembunuhan pada 8 Juli 2022.

Pernyataan itu disampaikan Bharada E saat memberikan keterangan dalam sidang terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022), seperti dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Menurut Bharada E, setelah Yosua tewas ditembak olehnya dan Ferdy Sambo, sang atasan kemudian merekayasa tempat kejadian perkara (TKP) dengan melepaskan tembakan ke arah tangga dan dinding di atas lemari televisi.

Di saat itu, Bharada E mengaku sempat bergeser dari posisi berdiri awal supaya pandangannya tidak tertuju kepada jenazah Yosua yang dalam kondisi tengkurap dan bersimbah darah.

"Abis senjata diletakkan (di tangan almarhum Brigadir J) dia langsung berdiri, marah dia (Ferdy Sambo) teriak, 'kalian tidak bisa jaga Ibu'."

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved