BACAAN ALKITAB

MTPJ 4 – 10 Desember 2022 - Yesaya 7:10-17 “Janji Kedatangan Sang Imanuel”

Minggu Adven selalu kita untuk merasakan bahwa perayaan natal Yesus Kristus sebentar lagi akan tiba. Aktivitas hidup yang berhubungan

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
MTPJ 4 – 10 Desember 2022 - Yesaya 7:10-17 “Janji Kedatangan Sang Imanuel”
Timesofisrael.com
Nabi Yesaya, dalam sebuah ilustrasi

Yesaya 7:10-17
ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Minggu Adven selalu kita untuk merasakan bahwa perayaan natal Yesus Kristus sebentar lagi akan tiba. Aktivitas hidup yang berhubungan dengan natal itu mulai mengisi berbagai lembaran kehidupan orang Kristen, mulai dari lagu- lagu natal yang diperdengarkan, menghias rumah dengan pernak-pernik natal, sampai pada kegiatan warga jemaat yang mempersiapkan ibadah menyambut natal Yesus Kristus.

Hal ini memang telah menjadi kebiasaan turun temurun dari setiap orang percaya, dan aktivitas ini terlaksana tanpa dibatasi oleh perbedaan strata sosial atau kondisi ekonomi, semua menjalani kegiatan ini sesuai dengan keberadaan masing-masing.

Perayaan minggu-minggu adven ini tidaklah sesederhana yang kita lakukan dari tahun ke tahun, sebab minggu-minggu adven justru harus dijadikan sebagai waktu yang disediakan Allah, agar kita dapat mengisi hidup iman kita dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, terutama yang berhubungan dengan kedatangan Mesias, Sang Imanuel;

Kisah Nabi Yesaya, Penasehat Raja Hizkia yang Miliki Pengaruh Keagamaan hingga Panggilan Kenabian
Kisah Nabi Yesaya, Penasehat Raja Hizkia yang Miliki Pengaruh Keagamaan hingga Panggilan Kenabian (Ist)

dan untuk itu maka melalui minggu-minggu adven ini kita dituntun untuk memasuki dimensi penantian penggenapan janji kedatangan Sang Imanuel, yaitu di satu pihak perayaan Natal Yesus Kristus 25 Desember 2022 dan di pihak lain penantian kedatangan-Nya kembali, yang semuanya masih dalam waktu kerahasiaan Allah (kairos Allah), artinya Yesus akan datang kembali dalam waktu yang tidak diketahui atau diduga oleh siapapun (Matius 24:44, Wahyu 16:15).

Melalui perikop pembacaan Alkitab yang disertai tema minggu ini Janji Kedatangan Sang Imanuel, kita diajak untuk merenungkan ulang makna minggu-minggu adven ini agar kita tidak selalu terjebak pada persiapan-persiapan materi untuk menyambut natal Yesus Kristus, melainkan mempersiapkan iman untuk selalu bersyukur dan bersukacita karena Tuhan Yesus, Anak Allah pernah dilahirkan ke dunia ini untuk menggenapkan janji keselamatan Allah bagi dunia dan manusia, dan juga telah berjanji untuk datang kembali dan menyelarnatkan orang percaya.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Yesaya adalah kitab yang dikelompokkan pada nabi-nabi besar bersama dengan nabi Yeremia dan Yehezkhiel. Dalam hal penulisan kitab ini, semua berdasarkan peristiwa yang Tuhan Allah nubuatkan dan lakukan kepada orang Yehuda (Israel Selatan) maupun Efraim (Israel Utara), bahkan bangsa-bangsa di sekitarnya.

Secara historis, kitab Yesaya ini terbagi dalam tiga bagian yaitu: pasal 1-39 tentang teguran dan peringatan Allah serta nubuat penghukuman atas kehidupan Israel, Yehuda dan bangsa bangsa sekitarnya, karena kekejian hidup yang mereka lakukan di hadapan Allah; pasal 40-55 (Deutro-Yesaya), di dalamnya ada janji Allah bahwa kelak mereka akan dibebaskan dari pembuangan di Babel dan dibawa pulang kembali ke Yerusalem, tetapi dalam bagian ini Tuhan Allah memberi kecaman keras terhadap bentuk kehidupan mereka yang masih menyembah berhala; dan pasal 56-66 (Trito-Yesaya) tentang suasana sesudah pembuangan di Babel yang ditandai dengan pembangunan kembali Bait Allah sebagai tanda permulaan kehidupan baru dan peringatan serta ancaman bagi mereka yang tidak takut akan Tuhan dan tidak mengikuti perintah dan ketetapan-Nya.

Perikop pasal 7:10-17, yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia diberi judul Pemberitaan mengenai Imanuel, sebenarnya adalah lanjutan dari pasal 7:1-9 yang merupakan tindakan nabi Yesaya yang menyampaikan Firman Allah untuk menguatkan iman Raja Ahas di tengah ketakutannya karena ancaman Rezin raja Aram dan Pekah raja Efraim. Sebab pada kedua perikop ini, Tuhan Allah menunjukkan belas kasihan- Nya kepada raja Ahab, meskipun kenyataannya di hadapan Allah ia telah melakukan kejijikan dengan menyembah dewa baal, bahkan melalui kesaksian 2 Tawarikh 28:3 ia mempersembahkan korban di Lebak Ben-Hinom dan demi penyembahan berhala itu, ia melakukan kekejian dengan mengorbankan anak-anak dalam api.

Isaiah Bulla, sebuah kesan lempung tanah liat berumur 2.700 tahun yang berpotensi menjadi milik nabi nabi Yesaya
Isaiah Bulla, sebuah kesan lempung tanah liat berumur 2.700 tahun yang berpotensi menjadi milik nabi nabi Yesaya (Timesofisrael.com)

Melalui kesempatan ini, Tuhan Allah rnemberi penghiburan untuk penguatan iman kepada raja Ahas dan berkata: “Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya” (ayat 4). Ini berarti bahwa Tuhan Allah sedang menunjukkan bahwa tidak ada lagi kekuatan dari kedua raja itu yang harus ditakuti, karena akan tiba waktunya mereka akan dimusnahkan (ayat 7-9a). Akan tetapi sampai sedemikian ini Ahas tidak percaya.

Dalam ayat 10-17 dengan jelas terlihat bahwa Tuhan Allah melalui nabi Yesaya masih terus meyakinkan Ahas, bahwa ia ada dalam penyertaan Allah dan tidak ada yang harus ditakuti termasuk rezin raja Aram dan Pekah raja Efraim.

Tuhan Allah memberinya kebebasan untuk meminta tanda kepada-Nya, baik dari dunia orang mati maupun sesuatu dari tempat tertinggi di atas artinya dari sorga atau dari Tahta Allah (ayat 11). `Suatu tanda’ yang dalam bahasa Ibrani: ‘o•wt (nix), bahasa Inggris: a sign, dan `dari dunia orang mati’ yang dalam terjemahan Ibrani disebut ha`•meg (77.17 n) dalam bahasa Inggris either in the depth, serta tempat tertinggi hag be ah ( 73×7) dalam bahasa Inggris in the height.

Hal ini sebenarnya adalah sebuah kesempatan yang diberikan Allah kepada Ahas untuk bertobat dan meminta perlindunqan Allah, namun kenyataan ia menolak denqan cara yang halus denqan menqatakan bahwa aku tidak mau meminta dan tidak mau mencobai Tuhan (ayat 12), dan dari jawaban ini justru membuat Tuhan Allah kecewa dan menqanqqap bahwa Ahas sebagai bagian dari keluarqa Daud telah menyusahkan Allah (ayat 13).

Menyikapi perilaku raja Ahas, justru Tuhan Allah sendiri datanq menawarkan sebuah tanda yang besar, malahan tanda ini sebenarnya bukan semata-mata untuk Ahas, melainkan untuk keselamatan Yehuda, yaitu seoranq perempuan muda akan mengandunq dan melahirkan seoranq anak laki-laki dan akan dinamakan Imanuel (ayat 14).

Perempuan muda dalam bahasa Ibrani ha.`al-mah n7vz – the virgin (perawan artinva perempuan yang belum menikah); dan nama Imanuel :7x 12d1 ~- Immanuel (Allah beserta kita), dan bagian ini juqa yang dikutip oleh Matius 1:23. Karena itu tanda ini dibuat oleh Allah menjadi sesuatu yang nyata dan dapat dialami, dirasakan oleh Ahas dan banqsa Yehuda. Tanda ini juqa yang kemudian disebut oleh Yesava dalam pasal 11:1 yaitu tunas yang keluar dari tunqqul Isai (Isai adalah ayah Daud).

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved