Sulawesi Utara

Hati-hati Penurunan Produksi Pertanian

Data BPS menunjukkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada Bulan November 2022 turun 0,73 persen menjadi 105,10

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Ilustrasi. Perkebunan holtikultura di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Data BPS menunjukkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada Bulan November 2022 turun 0,73 persen menjadi 105,10 dibandingkan dengan angka NTP Bulan Oktober yang masih sebesar 105,88.

Sebenarnya NTP di Sulawesi Utara masih baik walaupun nilainya turun.

Nilai di Sulawesi Utara sebesar 105,10 masi lebih besar dari 100 ini berarti Indeks Harga yang diterima oleh petani lebih besar dari pada indeks harga yang dibayar oleh petani.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani .

Baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

Semakin tinggi nilai NTP memberi arti bahwa kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.

Walaupun nilai NTP di Sulawesi Utara masih di atas 100 namun ada kecenderungan menurun dan hal ini yang menjadi penyebabnya adalah ada trend menurunnya harga produk pertanian di pasar global.

Sementara itu produksi holtikultura di dalam negeri khususnya di Sulawesi Utara antara lain cabai, sayuran, tomat, bawang yang relatife cukup melimpah dipasaran.

Hal ini harus diantisipasi karena saat harga ini turun ada kecenderungan petani tidak mau lagi menanam dan 3 sampai 4 bulan kemudian harga holtikultura ini menjadi sangat mahal dan nilai NTP ini menjadi tinggi walau terjadi inflasi.

Faktor lainnya yang menyebabkan penurunan NTP adalah adanya kenaikan harga BBM yang menambah biaya produksi, serta harga pupuk serta ketersediaannya selain kenaikan sewa alat-alat pertanian.

Faktor ini merupakan penambahan Ib petani atau indeks bayar petani.

Nilai Tukar Petani ini sebaiknya stabil dan harus di atas 100 yang menunjukkan petani ini tidak rugi bahkan makin menunjukkan kesejahteraan karena ada potensi kenaikan daya beli.

Namun perlu diantisipasi agar jangan sampai petani mengurangi produksi pertanian atau malah berhenti menanam karena harga murah.

Penciptaan pasar produksi pertanian harus segera carikan untuk ekspor antar pulau atau antar negara agar produksi pertanian tidak makin turun dan petani makin bergairah menanam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved