RENUNGAN

RENUNGAN HARI INI - Maleakhi 2:17 Jangan Membenarkan yang Jahat

Maleakhi berasal dari bahasa Ibrani artinya utusan (Allah). Maleakhi adalah seorang nabi yang menulis kitab Maleakhi, yang digolongkan

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Bacaan Alkitab 

  Maleakhi 2:17
TRIBUNMANADO.CO.ID - Maleakhi berasal dari bahasa Ibrani artinya utusan (Allah). Maleakhi adalah seorang nabi yang menulis kitab Maleakhi, yang digolongkan dalam kitab nabi-nabi kecil, dan terakhir dalam Perjanjian Lama (PL). Dia dipakai Allah untuk menegur bangsa Israel maupun Yehuda yang telah melakukan banyak pelanggaran dan kejahatan.

Dia bahkan berbicara keras kepada bangsa itu, karena kejahatan mereka yang dilakukan berulang-ulang. Mereka menjadikan kejahatan sebagai hal biasa. Karena itu mereka sudah terbiasa berbuat jahat baik kepada sesamanya, maupun kepada Tuhan.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (hop.church)

Di satu sisi mereka percaya kepada Tuhan karena ada hukum Taurat dan mematuhi perintah agama, namun pada sisi yang lain mereka rajin berbuat lalim, bahkan menyembah ilah lain. Mereka berkhianat kepada Tuhan. Mereka berdosa dan berbuat jahat, tapi mereka merasa nyaman dengan dosa dan kesalahan itu.

Dengan keras dan tegas, Maleakhi menegur mereka tanpa tedeng aling-aling bahwa mereka semua harus bertobat dari segala dosa, kejahatan dan pelanggaran mereka.

Tapi, karena mereka menganggap bahwa kejahatan adalah hal biasa bahkan sebagai kebenaran yang dibiasakan, mereka protes dan mlelawan Maleakhi. Mereka menganggap bahwa kejahatan yang telah mereka lakukan selama ini sebagai kebenaran dan kebaikan ean Tuhan tidak marah. Maleakhipun membuktikan kepada mereka dan menyebut satu persatu pelanggaran dan dosa mereka.

Maleakhi menyebutkan bahwa orang Israel telah menyusahi Tuhan dengan berbagai perbuatan jahat. Ketika Maleakhi mengatakan itu, mereka protes. Mereka membela diri bahwa mereka tidak menyusahi Tuhan dan tidak berbuat jahat. Menurut Maleakhi, orang Israel dan Yahudi berbuat jahat dengan menganggap semua perbuatan jahatnya adalah benar. Mereka menganggap semua kejahatan mereka benar di hadapan Tuhan.

Mengapa? Karena orang Israel sudah terbiasa melakukan dosa dan tidak ada lagi yang menegur mereka. Para imam dan pemimpin mereka sudah ikut berbuat jahat. Maleakhi mengingatkan bahwa jika mereka tidak bertobat, Allah pasti menghukum mereka. Namun jika bertobat, mereka akan dipulihkan.
Karena itu dia menyerukan agar mereka berubah dari prilaku hidup yang jahat.

Mereka harus bertobat agar Tuhan Allah tidak menghukum dan membinasakan mereka. Akan tetapi Allah akan menjanjikan pemulihan bagi Israel secara keseluruhan. Dia menjanjikan akan kedatangan Malaikat Perjanjian (4:1) yang akan memulihkan keadaan mereka.

Demikian firman Tuhan hari ini.

 "Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan — atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?" (ay 17)

Pasca pembuangan dan ketika bangsa Israel telah dipulangkan ke negerinya, mereka berbuat jahat lagi. Mereka menganggap bahwa kejahatan yang mereka lakukan itu berkenan kepada Tuhan. Itulah sebabnya Maleakhi menegur keras mereka bahwa itu membuat Tuhan murka dan menghukum mereka.

Karena itu, orang Israel harus bertobat dan hidup dalam pertobatan. Mereka harus menjauhi yang jahat agar tidak dihukum Tuhan. Jadi mereka harus sadar bahwa perbuatan jahat mereka adalah jahat di hadapan Tuhan dan akan membuat Tuhan menghukum mereka kembali.

Terkadang kita juga sama dengan orang Israel di zaman itu. Yakni gemar berbuat dosa. Bahkan kita merasa nyaman dan aman berbuat dosa, sehingga kita terlena dalam dosa. Maka ketika ada yang menegur, kita anggap sebagai musuh karena kita merasa benar.

Kita menganggap bahwa Tuhan setuju dengan perbuatan dosa kita. Karena itu kita merasa aman dalam dosa. Maleakhi mengingatkan kita juga harus bertobat dari segala dosa. Jangan karena kita lolos dari manusia, dan aman-aman saja dengan dosa apalagi menganggap Tuhan setuju dengan perbuatan kita, maka semua baik-baik saja.

Ingatlah Tuhan maha adil. Dia akan menghakimi dan menghukum mereka yang senang berbuat dosa. Itu akan terjadi. Maka hendaklah kita bertobat dan berilah diri kita hidup dalam kehendak Allah. Bertobatlah selagi masih ada kesempatan. Sebab kalau kesempatan itu berakhir, kita pasti dihukum sesuai keadilan-Nya.

Jangan membenarkan yang jahat dan jangan membiaskan hidup jahat. Tapi jauhilah yang jahat dan hiduplah benar sesuai firman Tuhan. Tinggalkanlah dosa. Senangkanlah hati Tuhan ewngan berbuat benar. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita selamanya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, jauhkan kami dari membenarkan yang jahat. Tapi ajarlah kami selalu hidup benar, sehingga kami hidup menyenangkan Tuhan. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved