RHK Senin 28 November 2022

BACAAN ALKITAB - Maleakhi 3:1a Utusan Tuhan Mengajak Umat Berdoa dan Bertobat

Alkitab beberapa kali mengungkapkan bahwa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Mereka melakukan kejahatan berulang-ulang.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
jernih.co
Renungan Harian Kristen - Gembala yang Baik 

  Maleakhi 3:1a
TRIBUNMANADO.CO.ID - Alkitab beberapa kali mengungkapkan bahwa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Mereka melakukan kejahatan berulang-ulang. Tetapi ketika mereka bertobat, Allah mengampuni dan mengasihani mereka.

Allah sangat mengasihi mereka. Namun hal itu tidak berarti Allah berkompromi dengan dosa mereka. Sekali-kali tidak. Allah tetap menghukum mereka dengan keadilan-Nya yang agung. Maka apapun tindakan dan prilaku hidup umat Israel Allah memerlakukan mereka sesuai keadilan-Nya. Jika berbuat jahat dihukum, bertobat diampuni dan diberkati.

Ketika bangsa itu pulang dari pembuangan karena ditawan di Babel oleh kasih Allah, mereka sudah mulai lagi dengan cara hidup yang lama. Berbuat jahat. Bahkan menganggap kejahatan mereka sebagai kebenaran. Mereka menentang para nabi yang Tuhan utus untuk menegur dan menentang dosa mereka. Termasuk nabi Maleakhi sebagai Utusan Allah.

Ilustrasi Bacaan Alkitab
Ilustrasi Bacaan Alkitab (Pixabay.com)

Sesuai dengan namanya berarti utusan, Maleakhi menyampaikan firman Tuhan dengan sangat berani dan tidak berkompromi dengan umat yang telah menyatu dalam kejahatan itu.

Allah mengutus dia menyampaikan hukuman Allah bagi bangsa itu jika mereka mengeraskan hati.

Jadi misi Maleakhi adalah mengingatkan umat agar bertobat dan kembali ke jalan Tuhan. Mereka harus meninggalkan perbuatan mereka yang jahat agar mendapatkan pemurnian dari Allah.

Sebab Allah akan menghadirkan atau mendatangkan Juruselamat bagi mereka yakni Yesus Kristus yang kelahiran dan kedatangan-Nya mulai kita peringati di minggu ini sebagai Minggu Advent I. Maleakhi diutus Tuhan untuk memersiapkan umat-Nya supaya mereka bertobat dan mendapatkan pemulihan sempurna dari Allah.

Sebab akan tiba waktunya Tuhan datang dan mengadili seluruh umat-Nya. Tetapi karena kasih Allah akan mereka, Allah masih memberi waktu bagi mereka untuk bertobat agar mereka selamat.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!" (ay 1a)

Sebagai utusan yang datang untuk memersiapkan datangnya keselamatan, Maleakhi berbicara keras dengan berani tanpa kompromi. Dia langsung menyebut dosa umat satu persatu tanpa takut, seperti yang kemudian dilakukan oleh Yohanes Pembaptis sebagai utusan Tuhan yang juga memersiapkan kedatangan Sang Juruselamat dunia, Tuhan kita Yesus Kristus.

Sebagai utusan, baik Maleakhi di Perjanjian Lama maupun Yohanes di Perjanjian Baru, mereka menyampaikan firman Tuhan apa adanya, tanpa memelintir sedikitpun untuk menyenangkan umat Israel yang sudah gemar berbuat dosa, baik pemimpinnya maupun umatnya. Bahkan pemimpin agama juga sudah turut serta berkolusi dalam perbuatan dosa bersama semua pemimpin umat lainnya.

Maleakhi dan Yohanes hidup berbeda zaman, sekitar 440 tahun. Namun, keduanya memiliki peran yang sama sebagai utusan. Mereka sama dalam hal meresponi atau menjawab panggilan tugas sebagai utusan. Mereka melakukan kebenaran Allah sesuai dengan firman Tuhan. Tidak berkompromi dengan dunia dan manusia yang terkadang mengancam hidup mereka. Mereka mengatakan yang benar itu benar dan menegur dan menolak yang jahat.

Sebagai keluarga dan jemaat atau orang Kristen, otomatis kita semua adalah hamba dan saksi Tuhan. Kita juga adalah utusan Tuhan. Di mana saja kita berada saat ini, apapun tugas, panggilan dan peran kita, jangan lupa kita juga adalah utusan Tuhan.

Di tempat di mana kita berada, kita membawa misi sebagai utusan-Nya. Karena itu, sebagaimana Maleakhi dan Yohanes hidup baik dan benar serta menjauhi kejahatan, maka kita juga haruslah demikian.

Baca juga: RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Maleakhi 3:1a Utusan Tuhan

Baca juga: BACAAN ALKITAB - 2 Korintus 4:10-13 Nyatakan Yesus Dalam Hidup

Di mana saja kita berada kita harus hidup mencerminkan diri sebagai utusan Tuhan dengan hidup sesuai firman Tuhan. Terutama selama kita memersiapkan diri menyambut kedatangan Sang Juruselamat, di masa raya Adven (penantian) ini.

Pesan firman Tuhan bagi kita saat menyambut kedatangan Kristus kembali adalah, kita membuktikan bahwa kita adalah utusan Tuhan yang baik dan benar. Kita hidup sesuai firman Tuhan. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri. Hiduplah sesuai kebenaran Allah dan jauhilah yang jahat.

Adalah wajib bagi kita yang mengaku percaya kepada Kristus untuk hidup baik dan benar dan menjauhi yang jahat, sehingga hidup kita berkenan kepada Allah. Jangan berkompromi dengan dunia, manusia, pimpinan, teman, saudara atau siapapun yang gemar dengan dosa.

Beranilah menolak yang jahat dan berlaku benar di hadapan pimpinan dan orang yang kita hormati sekalipun. Itu adalah karakter seorang utusan Tuhan yang benar. Embanlah tugas sebagai utusan dan jadilah berkat bagi sesama. Sehingga hidup kita terus muliakan Tuhan. Amin

DOA: Tuhan Yesus, pakailah kami sebagai utusan-Mu yang tegas menolak yang jahat dan melakukan yang benar sehingga kami terus memuliakan Tuhan. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Berita Terkait :#RHK Senin 28 November 2022
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved