Breaking News
Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ilmu Pengetahuan

Prediksi para Ilmuwan: Ada Peningkatan Frekuensi Gempa Bumi

Para Ilmuwan telah memprediksi akan ada peningkatan frekuensi Gempa Bumi yang terjadi akibat dari rotasi bumi.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
tribun travel
Ilustrasi - Predisi para Ilmuwan: Ada Peningkatan Frekuensi Gempa Bumi. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) telah menginformasikan tentang gempa bumi di hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia, baik kecil maupun besar.

Indonesia adalah negara yang yang terletak di tiga lempeng. 

Yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia.

Hal ini membuat Indonesia termasuk negara yang rawan terjadi gempa.

Meski begitu, para ilmuwan telah memprediksi pontensi terjadinya gempa bumi besar yang bakal terjadi seiring dengan perubahan kecepatan rotasi bumi yang misterius.

Dan bukan hanya Indonesia saja yang haris waspada.

Ilmuwan telah lama mengetahui bahwa rotasi Bumi semakin melambat, dilansir dari Express.co.uk pada Senin (20/5/2019).

Diprediksi rotasi Bumi yang melambat dapat menyebabkan gempa bumi besar.

Meski alasan di balik hal ini belum diketahui jelas.

Tapi yang pasti, itu disebabkan oleh perubahan inti Bumi yang juga mengubah permukaannya.

Kecepatan rotasi Bumi berfluktuasi dengan sangat ringan, ia bisa memanjang atau memendekkan panjangnya sehari dalam milidetik.

Perlambatan tersebut meski pun kecil dapat mengakibatkan efek buruk.

Teori lain mengatakan bahwa Bulan bergerak semakin jauh dari Bumi dan mengakibatkan rotasi Bumi melambat.

Menurut Profesor geosains Stephen Meyers di University of Wisconsin-Madison, ketika bulan bergerak menjauh, Bumi berputar melambat.

“Rotasi bumi yang melambat membuat satu hari lebih lama dan juga berpengaruh pada bulan yang lebih lama," jelasnya.

Disebut bahwa dalam miliaran tahun mendatang, hal itu akan menyetarakan waktu satu bulan sama dengan 47 hari (dalam hitungan sekarang).

Selain itu, yang diketahui adalah bahwa planet yang lebih lambat dapat meningkatkan frekuensi gempa bumi.

Sementara itu, penelitian dari Roger Bilham dari University of Colorado di Boulder dan Rebecca Bendick dari University of Montana di Missoula mengungkap kekuatan gempa Bumi yang menjadi 7 kali lipat lebih kuat sejak 1900.

Argumen tersebut ditegaskan dengan bukti pada lima tahun sejak pergantian abad ke-20.

Diketahui bahwa gempa bumi 7 skala richter semakin sering muncul pada tahun-tahun saat rotasi bumi sedikit melambat.

“Pada periode-periode ini, ada antara 25 hingga 30 gempa bumi dahsyat dalam setahun," kata Prof Bilham.

Sekarang dalam setahun rata-rata ada sekitar 15 gempa dahsyat terjadi.

Korelasi antara rotasi bumi dan frekuensi aktivitas gempa bumi kuat menunjukkan bahwa ada peningkatan seiring berjalannya waktu. (*)

Ingin Cepat Memahami Ilmu? Amalkan Doa Islam yang Diajarkan Nabi Muhammad kepada Ibnu Abbas Ini

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved