Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sangihe Sulawesi Utara

Stok Pangan di Sangihe Sulawesi Utara Aman hingga Hari Raya Natal

Stok pangan di Kabupaten Sangihe menjelang natal dan tahun baru terbilang cukup dan aman.

Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Chintya Rantung
Nelty/Tribun Manado
Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Sangihe Abdul Rivai Mahdang 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Stok pangan di Kabupaten Sangihe menjelang natal dan tahun baru terbilang cukup dan aman.

Hal tersebut dibenarkan Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Sangihe Abdul Rivai Mahdang.

"Bahan pangan di Kabupaten Sangihe saat ini tersedia dalam jumlah yang cukup sampai perayaan Natal dan Tahun Baru 2023," kata Mahdang.

Menurut dia, khusus di gudang Bulog Tona Tahuna saat ini tersedia beras medium sebanyak 144.056 ton dan beras jenis Premium sebanyak 7,97 ton belum termasuk yang ada di gudang para pengusaha di kota Tahuna.

“Selain di gudang Bulog, ada enam pengusaha yakni Toko Zion, Mutiara, Torzina, Kalvari, Maju dan PT Pancaran Berkat Mulia yang semuanya memiliki stok beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu dalam jumlah yang cukup,” bebernya.

Mantan Kabag Hukum Setkab Sangihe ini menjelaskan, khusus untuk harga pangan khususnya beras sampai saat ini masih dalam posisi yang normal antara Rp12 ribu sampai dengan Rp13 ribu.

“Dinas Perindag setiap hari terus memantau stok serta harga bahan makanan agar tidak dinaikkan secara sepihak oleh para penjual,” ungkap Mahdang.

Pemerintah Kabupaten Sangihe pun tambah dia, akan terus menjaga stok bahan makanan agar tersedia dengan mendatangkan beras dan bahan makanan lainnya dari Surabaya dan Makasar melalui tol laut.

"Kami tetap menjaga ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Sangihe dalam jumlah yang cukup dengan harga yang tetap stabil," kunci Kadis.

Mafia Pangan Gentayangan Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Ancam Tindak Secara Hukum

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengantisipasi kejahatan terkait pangan jelang Natal dan Tahun Baru.

Jelang Natal dan Tahun Baru harga biasanya naik tidak wajar, dicurigai ada aksi Mafia pangan atau kartel pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Daniel Mewengkang mengatakan, pemerintah memiliki sumber daya Penyidik PNS sehingga bisa melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan pangan

"Selama ini belum pernah dilakukan (penindakan), maka kita upayakan jalan, diback up kepolisian," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Kamis (17/11/2022).

Kenaikan harga tidak wajar jelang hari besar keagamaan ini sangat meresahian masyarakat.

"Saya sudah sampaikan jangan coba-coba, kita siap tindak. Ini masalah masyarakat," ujarnya.

Pemerintah kata dia berupaya melakukan penetrasi ke bawah agar harga harga tidak melonjak terlalu tinggi.

"Kita siapkan tim kerja kerja tiap komoditi," ungkap dia.

Ia mengharapkan, pedagang tidak terlalu mencari keuntungan tinggi di tengah kesulitan masyarakat

"Kita berkewajiban untuk kontrol, jangan semena- mena," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Sulawesi Utara mengantisipasi aksi kelompok mafia pangan atau kartel pedagang jelang Natal dan Tahun Baru.

Mafia Pangan atau Kartel Pedagang merujuk ke oknum yang mencari untung tak wajar memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw memberi catatan khusus untuk para Mafia pangan ini saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru di Hotel Luwansa, Kota Manado, Rabu (16/11/2022).

"Ada namanya Mafia/Kartel melibatkan pedagang besar," ujar Steven Kandouw.

Ia pun membeber modus-modus kejahatan demi mencari keuntungan tak wajar.

"Misalnya pelaku ini monopoli cuma yang bisa jual si A, B, C dan D," katanya.

Ada lagi modus posisi tempat jual.

"Yang mahal harganya di depan, harga yang murah paling belakang," bebernya.

Modus lainnya misalnya komoditi tertentu hanya hasil panen daerah tertentu yang bisa masuk, daerah lain ditolak.

Masih ada lagi modus, stok banyak tapi di tahan, saat harga mahal baru dilepas.

"Ini bahaya harus diantisipasi," katanya.

Para pemain yang harus diantisipasi yakni Pedagang besar dan Kepala Pasar.

"Kartel ini melibatkan pedagang besar dan kepala pasar. Kepala pasar ini bukan jabatan sembarang, jabatan uni strategis. Kalau Kepala Pasarnya bandit, kongkalikong dengan pedagang, harga dinaikkan ini bahaya," katanya.

Pedagang diimbau untuk mengambil untuk sewajarnya.

"Mau untungnya 40 Persen, kalau laba hanya 20 persen itu dibilang rugi," kata dia.

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota melakukan penetrasi di pasar.

Contohi langkah Gubernur Olly Dondokambey untuk berkoordinasi dengan para pelaku usaha, semisal mengundang pengusaha-pengusaha sembako. Ingatkan jangan main-main.

"Ambil untung yang rasional," katanya.

Para pelaku usaha ini diundang duduk bersama untuk menjaga agar bahan pokok tersedia dan harganya terkendali.

"Kita jangan jauh dari mereka (pelaku usaha). Harus mengayomi bukan memeras mereka. Jangan disusahin, bantu mereka, kita perlu mereka di saat seperti ini," katanya.

Paling bagus juga memanfaatkan UMKM. Kata Wagub Steven Kandouw UMKM ini menciptakan lapangan pekerjaan

"Jangan pakai pedagang perantara lagi, pakai UMKM langsung kordinasi dengan Dinas Koperasi UMKM jadi penyalur," katanya.

Ia mengatakan, Natal dan Tahun Baru sekira tinggal 6 minggu, waktu tidak terasa sehingga tiap hari monitor terus fluktuasi harga. 

Baca juga: Maria Angkouw, Atlet Cantik Cabang Olahraga Catur Sumbang 2 Emas untuk Minut di Porprov Sulut 2022

Baca juga: Amorphophallus Paeoniifolius di Kebun Raya Bogor Kini Mekar

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved