BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB - Galatia 6:6-8 Menabur Pasti Menuai

Allah amat sangat mengasihi kita umat-Nya. Dia tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pexels.com
Bacaan Alkitab 

RHK Selasa, 15 November 2022
 Galatia 6:6-8
TRIBUNMANADO.CO.ID - Allah amat sangat mengasihi kita umat-Nya. Dia tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun. Kitalah yang sering meninggalkan bahkan mengkhianati Dia. Allah mengampuni kita ketika kita bertobat. Tapi ingatlah bahwa Allah tidak mau dipermainkan oleh ulah manusia yang jahat.

Jangan Sesat. Allah tidak dapat diperdaya ataupun ditipu oleh manusia. Kita boleh bersandiwara, berdrama atau menyembunyikan niat jahat di hadapan manusia, tapi tidak kepada Tuhan. Sebab Dia Allah yang amat sangat maha adil.

Dia akan menghakimi kita sesuai dengan keadilan-Nya yang maha agung. Maka janganlah sesat! Karena Allah tidak dapat disesatkan oleh manusia.

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

Ingatlah, apapun yang kita lakukan di dunia ini, itulah yang akhirnya akan kita tuai baik di dunia maupun dalam hidup kekal. Karena apa yang ditabur orang, itulah juga yang akan dituainya. Jika kita menabur dalam daging, kita akan menuai kebinasaan. Sebaliknya, jika kita menabur dalam Roh, kita menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Beberapa bagian firman Tuhan mengungkapkan tentang hukum Tabur Tuai. Amsal 22:8 menyebutkan; _"Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa."_ Sedangkan Mazmur 126:5 menyaksikan bahwa: _"Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai."_

Hosea 8:7a lebih tegas lagi. Disebutkan bahwa: _"Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung,"_ Kehancuran dalam badai akan menjadi tuaian orang yang memilih menabur dalam kejahatan.

Kita tak tidak bisa memermainkan Allah dengan tipu daya sebaik dan seindah apapun. Karena Allah maha tahu. Kita hanya buatan tangan-Nya semata. Apapun yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Allah menghakimi dan mengadili sesuai perbuatannya masing-masing. Maka janganlah sesat dan menyesatkan baik diri sendiri maupun orang lain.
Demikian firman Tuhan hari ini.

 "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.*_
  Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu." (ay 7, 8)

Kita akan menuai dari apa yang kita tabur. Tegasnya lagi, kita akan hidup dari apa yang kita tabur. Bahkan ketika kita tidak menabur pun kita akan tetap menuai dari perbuatan atau pilihan kita untuk tidak menabur. Yakni menuai kehampaan dan kesia-siaan karena menyia-nyiakan hidup dengan tidak menabur apapun dalam hidup ini.

Jadi sesungguhnya hidup ini adalah pilihan. Tuhan Yesus sangat moderat. Dia tidak memaksa kita untuk harus mengikuti Dia. Dia memersilahkan kita menentukan jalan hidup kita sendiri.

Jika kita memilih hidup dengan menabur kebaikan maka, kita akan menuai berkat dan kebahagiaan. Jika kita memilih hidup bersama Yesus dengan mengikuti semua proses dan jalan-Nya, kita pasti diselamatkan, diberkati dengan melimpah ruah di bumi dan menikmati hidup kekal bersama-Nya di sorga mulia.

Siapa yang menabur dalam daging dan kehidupan duniawi, akan menuai kebinasaan. Karena daging dan dunia bersifat sementara. Sedangkan jika kita memilih hidup dalam Roh, kita akan menikmati kebahagiaan yang bersifat kekal: di bumi diberkati, di sorga bahagia selamanya oleh tuntunan Roh.

Tuhan tidak memaksa kita harus mengikuti Dia atau tidak. Kita bebas memilih. Tapi dari pilihan hidup kita itulah kita akan menuainya kelak. Apapun yang kita tabur, kita pasti menuai hasilnya.

Ketika kita tidak menabur pun kita akan menuai. Kita tetap menuai dari yang kita tabur termasuk dari yang kita tidak tabur. Itulah yang akan terjadi. Maka sebagai keluarga dan umat Kristen, menaburlah dalam Roh dan Kebenaran dan Kasih.

Niscaya kita menuai, kebaikan, berkat melimpah, sukacita dan kebahagiaan seumur hidup kita, di bumi sampai dalam kehidupan abadi bersama Kristus di sorga mulia. Amin

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami menabur dalam Roh dan Kebenaran-Mu, agar kami menikmati berkat dan kasih karunia-Mu yang melimpah ruah. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved