BACAAN ALKITAB
BACAAN ALKITAB - Galatia 6:4-5 Memikul Tanggungan Sendiri
Jika ada orang yang lagi kesusahan, mereka akan bergirang dan terkadang munafik, pura-pura berempati padahal
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Galatia 6:4-5
TRIBUNMANADO.CO.ID - Di zaman now, banyak orang yang suka _"kepò"_ (suka mencari tahu urusan orang lain). Bahkan banyak di antaranya yang "GU" (gila urusan) sesamanya. Mereka bukan hanya GU, tapi suka mengganggu ketenangan dan kesenangan orang lain. Kebiasaan mereka buruk. Karena mereka susah melihat orang senang dan senang lihat orang susah.
Jika ada orang yang lagi kesusahan, mereka akan bergirang dan terkadang munafik, pura-pura berempati padahal ingin cari tahu urusan ataupun masalah orang lain, dan mau mencampurinya hingga mengacaukan situasi. Orang yang dalam keadaan baik-baik, diusili, diganggu dan dikacaukan dengan rancangan mereka yang jahat.
Modus hidup aeperti ini ternyata juga terjadi di zaman jemaat mula-mula. Tak terkecuali di jemaat Galatia. Paulus mendapati banyak anggota jemaat yang suka mengganggu orang lain. Bukannya menolong sesama yang kekurangan dan kesusahan, malah menambah beban mereka.
Selain itu, mereka merendahkan harkat dan martabat sesamanya yang kesusahan, kemudian memegahkan diri dengan membandingkan keadaan mereka dengan sesama. Maka terjadilah kesombongan dan perasaan tinggi hati yang merendahkan orang lain.
Paulus menasihati mereka agar tidak perlu membanding-bandingkan keadaan mereka dengan orang lain yang sedang berkekurangan bahkan sedang menderita. Kemegahan yang adalah kesombongan diri itu diminta oleh Paulus untuk ditanggalkan.
Adalah tidak etis dan tidak elok membandingkan keadaan hidup kita dengan sesama.
Apalagi mereka yang berkekurangan dan sedang menderita. Paulus meminta agar setiap orang di jemaat Galatia menguji dirinya, mengevaluasi dan introspeksi dirinya sendiri. Bukan mengurus urusan orang lain.
Jadi, siapa yang bermegah hendaklah dia bermegah atas dirinya sendiri tanpa mengukur sekaligus merendahkan keadaan sesama.
Paulus menegaskan bahwa setiap orang memikul tanggungan sendiri. Kita tidak boleh memandang rendah apalagi menghina sesama. Uruslah diri kita masing-masing tanpa mencampuri urusan orang lain.
Apalagi memandang rendah mereka dalam segala kekurangan dan kelemahannya, kemudian kita memegahkan diri di tengah kesulitan hidup mereka.
Silahkan memegahkan diri sendiri, tetapi kita harus tahu diri bahwa apa yang kita punya berasal dari Allah dan milik-Nya sendiri.
Sebab kita hanya menumpang di dunia ini. Segalanya berasal dari Allah dan milik-Nya. Karena itu hendaklah kemegahan kita adalah kemegahan akan Allah.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri." (ay 4, 5)
Nilailah pekerjaan kita sendiri menurut standar atau patokan firman Allah. Apakah sudah benar apa yang kita kerjakan dan lakukan? Jangan usil dengan urusan orang lain. Kalau orang lain berkekurangan, mereka harus diperlengkapi oleh kita. Bukan kita nilai dan banding-bandingkan dengan kelebihan dan karunia Allah berikan pada kita.
Jika kita menilai bahwa perbuatan kita adalah baik dan benar sesuai ukuran firman Tuhan, maka bermegahlah dalam Tuhan. Bukan jadi sombong, angkuh dan merendahkan sesama. Paulus juga mengingatkan agar kita tidak merasa diri benar dan berarti. Sebab, Allah-lah yang menilai keadaan dan prilaku hidup kita. Bukan kita.
Itulah sebabnya, seharusnya kita lebih banyak introspeksi diri daripada menilai orang lain. Kerjakanlah apa yang menjadi tugas kita masing-masing. Sebab setiap kita memiliki tanggungan yang harus kita pikul. Masing-masing kita memikul tanggungan sesuai dengan kasih karunia Allah bagi kita. Kerjakanlah apa yang harus kita pikul, bukan kepo dan GU dengan urusan lain.
Allah tidak mengangkat kita sebagai tim penilai ataupun hakim bagi sesama. Tapi kita diutus Kristus untuk hidup mengasihi semua orang dengan tulus dan murni. Kepada semua orang yang mengaku pengikut Kristus, diperintahkan-Nya untuk mengasihi semua orang tanpa pilih kasih dan tanpa batas dengan sepenuh hati.
Jangan menilai dan menghakimi sesama. Sebab yang menilai hidup kita adalah Tuhan. Dialah satu-satunya hakim yang maha agung bagi kita. Kita akan dinilai dan dihakimi-Nya sesuai dengan tanggungan yang kita pikul masing-masing.
Orang yang mendapat kasih karunia lebih besar, akan memiliki tanggungan lebih besar. Jadi urusilah diri kita sendiri dan ujilah perbuatan kita dengan firman Tuhan. Introspeksi dirilah dan berserahlah kepada Tuhan.
Doakan sesama. Bantu dan tolonglah mereka. Kasihilah mereka dengan sepenuh hati dan jadilah berkat bagi semua orang. Maka Allah Sumber segala sumber berkat memberkati kita secara ajaib dan luar biasa. Amin
DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami memikul beban hidup kami dan menolong sesama dengan kasih yang tulus serta berkatilah kami selalu. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Bacaan-Alkitab-Minggu-11-September-2022-Hosea-63-Sungguh-sungguh-Mengenal-Tuhan.jpg)