Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Kristen

Renungan Minggu untuk Anak-anak Muda 'I Love Me' Matius 22:37-40

Berikut Renungan Minggu untuk anak anak muda terambil dalam Matius 22:37-40 tentang mengasihi diri sendiri

Penulis: Erlina Langi | Editor: Erlina Langi
Pixabay.com
Renungan Minggu untuk Anak-anak Muda 'I Love Me' Matius 22:37-40 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut Renungan Minggu untuk anak anak muda

Matius 22:37-40 TB
Jawab Yesus kepadanya: ”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

I LOVE ME

Pembahasan berikut adalah tentang self love atau mencintai diri sendiri seperti yang Yesus perintahkan di ayat sebelumnya.

Yesus mengingatkan kita untuk mengasihi Allah, dan mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita sendiri.

Bagaimana bisa kita mengasihi orang lain bila kita tak mengasihi diri kita sendiri.

Justru dengna kita tahu bagaimana kita mengasihi diri kita, maka kita akan tahu cara memperlakukan orang lain dan cara mengasihi mereka.

Lukas 6:31 TB
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Lantas bagaimana cara untuk kita bisa belajar mengasihi diri kita sendiri ?

1. Bersyukur

Menurut Monica Sulistiawati, M.Psi. psikolog dari Personal Growth mengatakan, “Self Love atau mencintai diri sendiri adalah berusaha menerima diri sendiri apa adanya”.

Tetapi pada kenyataannya justru kalimat “I hate my self“ inilah yang seringkali muncul dalam dalam pikiran ketika ada tekanan yang datang dari internal maupun eksternal diri kita

Tak hanya itu, bahkan dalam keadaa yang tak baik-baik saja bisa sampai membuat kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling tidak layak di dunia ini.

Banyak orang saat ini selalu merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki

Terutama pada bagian tubuh yang telah Tuhan anugerahkan.

Sosok wanita adalah seseorang yang lebih cenderung terserang rasa “I hate myself” itu.

Merasa tidak cantik, tidak langsing, tidak tinggi, dan banyak hal lain yang bisa membuat wanita membenci dirinya, bahkan hal kecil saja bisa memicu rasa itu. 

Sedikit berbeda dengan wanita, hal yang membuat para pria membenci diri mereka lebih banyak dipicu dari faktor eksternal seperti materi, pekerjaan dan mungkin kondisi keluarga.

Beberapa faktor terkait juga bisa menyebabkan rasa tidak mencintai diri sendiri itu, seperti :

1. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, sehingga kamu lupa dengan kelebihan yang kamu miliki sebagai anugerah dari Tuhan.

2. Lupa untuk mensyukuri berkat yang telah Tuhan berikan kepadamu dan kamu terlalu fokus dengan masalah hidup yang menimpamu.

3. Merasa bersalah dan terpuruk dengan kesalahan yang pernah kamu lakukan di masa lalu (intimidasi iblis)

4. Terlalu banyak berekspektasi, sehingga sering merasa dibuat kecewa dan akhirnya menyalahkan dirimu sendiri dan keadaan.

5. Terlalu sering melihat 'keatas' sehingga lupa bahwa masih banyak orang di dunia ini yang hidupnya jauh lebih menderita daripada hidupmu.

1 Tesalonika 5:18 TB
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

2. Saya Berharga

Ada sebuah quote berkata “Before you can win, you have to believe you are worthy” - Listen.drp

Sebelum mencapai kemenangan, harus percaya dahulu pada dirimu bahwa kamu berharga.

Diketahui, banyak kasus bunuh diri yang disebabkan oleh depresi dan negara Korea menjadi salah satu penyumbangnya.

Banyak dari artis Korea yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dikarenakan depresi yang tinggi. 

1 Yohanes 4:19 TB
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

1 Korintus 6:19 TB
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Efesus 2:10 TB
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Ada juga sebuah kutipan dari akun instagram @Listen.drp yaitu “Your exterior never define your worth”. 

Kutipan ini sangat jelas mengatakan bahwa tampak luar bukanlah penentu seberapa layaknya kamu.

Terlebih Tuhan juga tidak pernah melihat kamu dari bentuk tubuh, semulus apa kulit, dari suku apa ataupun  seberapa cantik dan tampannya diri kamu.

1 Samuel 16:7 
Ia berkata, “Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”

Yohanes‬ 15:9‬
“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggal lah di dalam kasih-Ku itu.”

Tuhan sudah mengaruniakan kasih-Nya bagi kamu dan mengajak kamu untuk hidup dalam kasih-Nya

Jadi untuk apa kamu hidup dalam kebencian akan diri sendiri.

Kasihi dirimu karena Tuhan juga sangat mengasihimu!

3. Menghasilkan Buah/Menjadi Berkat

Mencintai diri sendiri berbeda dengan egois.

1 Korintus‬ 13:4-5
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”

3 Langkah Mencintai

Matius 22:37‭-‬39 TB
Jawab Yesus kepadanya: ”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Berarti :
1. Mengasihi Tuhan Allah
2. Mengasihi diri sendiri
3. Mengasihi sesama

Mencintai diri sendiri adalah keadaan dimana kita menerima segala kekurangan dan kelebihan diri kita, menghargai, memberikan dukungan dan memaafkan diri kita sendiri.

Misalnya sejauh kita berjuang dan memaksakan diri kita untuk membuat orang lain bahagia, jangan lupa me time juga.

Karena kita juga perlu bahkan harus bahagia.

Untuk sesekali apresiasilah kerja keras mu sendiri.

Beranilah berkata tidak pada orang lain dengan jawaban yang sedap didengar tentunya dan bukan untuk merundung.

Kebahagiaan orang lain bukan tanggung jawab kita, melainkan tanggung jawab diri sendiri.

Kemudian maafkan dirimu sendiri.

Setiap perjuangan kita, selama kita mengandalakan Tuhan walau terkesan sedang dalam kemunduran bukan berarti Tuhan tak beserta.

Anggap saja sebagai busur panah.

Semakin di tarik kebelakang, supaya menjadi busur yang melejit kencang dan tepat pada sasaran, bukan busur yang gampangan dan tak sampai pada tujuan.

Pentingkanlah perkataan Tuhan bukan kata manusia.

Karena seribu perkataan manusia tak akan mampu membantah satu perkataan Tuhan.

Bukan berarti juga untuk harus bodoh amat dalam setiap keadaan, tapi jadilah bijaksana.

Mintalah hikmat dari Allah untuk mengerti segala hal.

Bijaklah untuk memilah mana perkataan yang membangun dan mana yang bisa memperburuk.

Perkataan Tuhan itu adalah hal yang membangun diri kita, disitu juga ada janji-janji-Nya yang akan di genapi-Nya bagi kita.

Sering-sering membaca Alkitab karena disitulah janji-janji Tuhan tertulis.

Yeremia‬ 1:5‬ 
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Cintai Tuhan mu, karena Dia begitu mencitaimu,
Cintailah diri mu, karena kamu berharga

Haleluyah, Tuhan Yesus memberkati

Baca Berita Tribun Manado DI SINI

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved