Berita Nasional

Video Ismail Bolong Dikaitkan dengan Kasus Ferdy Sambo, Isu 'Perang Bintang' Berhembus Kencang

Ada isu perang bintang ini juga sampai ke telinga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Kolase Tribun Manado/Istimewa/HO
Video Ismail Bolong Dikaitkan dengan Kasus Ferdy Sambo, Isu 'Perang Bintang' Berhembus Kencang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Isu perang bintang di Institusi kepolisian RI atau Polri menyeruak setelah publik digegerkan oleh pengakuan Ismail Bolong yang mengaku melakukan setoran uang miliaran rupiah ke Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, dari hasil pengepulan ilegal penambangan batu bara.

Belakangan Ismail Bolong mengaku videonya itu dibuat atas tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu menjabat sebagai Karo Paminal Divpropam Polri untuk menyudutkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Ada isu perang bintang ini juga sampai ke telinga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Baca juga: Sosok Kapolres Baubau yang Dicopot, Setelah Istrinya Diduga Punya Hubungan Khusus dengan Kasatlantas

Ia tidak membantah isu adanya perang bintang di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terutama dalam isu mafia tambang ilegal.

Perang bintang yang dimaksud, yaitu saling serang para periwira tinggi (Pati) Polri terkait dugaan pelaggaran hukum yang dilakukan.

"Isu perang bintang terus menyeruak. Dalam perang ini para petinggi yang sudah berpangkat bintang saling buka kartu truf. Ini harus segera kita redam dengan mengukir akar masalahnya," kata Mahfud kepada wartawan pada Minggu (6/11/2022).

Ismail Bolong memberikan klafirikasi terkait pengakuan dirinya pernah menyetorkan duit kepada perwira tinggi Polri.

Dalam tayangan video yang beredar, Ismail Bolong disebut sebagai pengepul bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Video pengakuan itu Ismail Bolong ternyata ia buat sejak Februari 2022.

Ismail Bolong mengaku saat itu ia dalam posisi diintimidasi.

1. Setor uang Rp6 miliar kepada Petinggi Polri

Dalam video pengakuannya, Ismail Bolong menyebutkan koordinasi yang dilakukan dengan petinggi Polri itu dilakukan dengan menyetor uang Rp6 miliar.

Ismail Bolong tiga kali menyetor uang Rp6 miliar kepada petinggi Polri tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved