RENUNGAN MALAM
RENUNGAN MALAM - Mazmur 94: 12 Teguran Allah Adalah Sebuah Berkat
”Tentang diri kita sendiri, kita tidak sanggup untuk membawa maksud dan keinginan dan kecenderungan selaras dengan kemauan Allah;
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Ayat Inti: Mazmur 94: 12
"Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu.
TRIBUNMANADO.CO.ID - ”Tentang diri kita sendiri, kita tidak sanggup untuk membawa maksud dan keinginan dan kecenderungan selaras dengan kemauan Allah; tetapi jika kita "mau untuk dijadikan rela" Juruselamat akan melaksanakannya untuk kita, "Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan setiap pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus."
la yang mau membangun tabiat yang kuat dan simetris, ia yang mau menjadi seorang Kristen yang seimbang benar, harus menyerahkan segala sesuatu dan melakukan segala sesuatu bagi Kristus; karena Juruselamat tidak mau menerima pelayanan yang setengah-setengah. Setiap hari ia harus belajar arti penyerahan diri. la harus belajar Firman Allah, mempelajari artinya dan menurut perintahnya.
Dari hari ke hari Allah bekerja baginya, menyempurnakan tabiat yang harus berdiri pada masa ujian yang terakhir. Dan dari hari ke hari orang percaya mengerjakan di hadapan manusia dan malaikat-malaikat suatu percobaan yang mulia. Menunjukkan apa yang dapat diperbuat oleh Injil bagi umat manusia yang telah jatuh.” ~Alfa dan Omega, jid. 7, hlm. 407.
”Tetapi apabila kesengsaraan datang kepada kita berapa dari kita yang seperti Yakub! Kita pikir itu tangan dari seorang musuh; dan di dalam kegelapan kita bergumul dengan membabi buta hingga tenaga kita habis, dan kita tidak mendapat penghiburan atau kelepasan Allah tidak akan membiarkan kita tetap ditekan oleh dukacita yang dungu, dengan hati yang luka dan kecewa.
Dia ingin agar kita menengadah dan melihat wajah-Nya yang penuh kasih. Juruselamat yang suci itu berdiri dekat orang-orang yang berderai air mata sehingga mereka tidak dapat melihat-Nya. Dia rindu untuk menjabat tangan kita, supaya melihat-Nya dengan iman yang tulus, mengizinkan-Nya untuk membimbing kita. Hati-Nya terbuka terhadap kesedihan, dukacita kita dengan kasih abadi dan dengan kebaikan yang penuh kasih.” ~Khotbah di Atas Bukit, hlm. 21.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kisah-Daud-Pria-Kecil-yang-Berhasil-Kalahkan-Raksasa-Goliath-3.jpg)