Cerita Alkitab
Kisah Elia Menurunkan Hujan dengan Doa Setelah Tiga Tahun Tidak Turun Hujan
Simak kisah Elia yang menurunkan hujan dengan doa setelah tiga tahun tidak turun hujan berikut ini.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita Alkitab tentang Elia berikut ini menarik untuk disimak dan dimaknai.
Elia merupakan salah satu orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa.
Dengan iman dan doa Elia mampu menurunkan hujan setelah tiga tahun tidak turun hujan.
Elia memiliki iman yang kuat.
Elia percaya sesuatu keajaiban pasti terjadi saat ia sungguh-sungguh dengan Tuhan dan percaya waktu Tuhanlah yang terbaik.
Kisah Elia yang berhasil menurunkan hujan ini dimulai ketika Elia berjuang agar bangsa Israel dan raja Ahab menyembah Tuhan, tidak kepada dewa Baal yang dibawa oleh ratu Izebel, isteri Ahab, ke Israel.
Pertama, Elia menubuatkan bahwa tidak ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau dikatakannya.
Elia sendiri disuruh Allah tinggal bersembunyi di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan dengan minum dari sungai itu, dan diberi makan roti dan daging oleh burung-burung gagak tiap pagi dan petang.
Setelah sungai itu kering, karena tidak ada hujan, maka ia tinggal di rumah seorang janda di Sarfat yang termasuk wilayah Sidon. Waktu, putra janda itu yang mati sakit, Elia menghidupkannya kembali.
Setelah 3,5 tahun kekeringan dan kelaparan, Elia muncul dan meminta Ahab untuk mengumpulkan semua nabi Baal, 450 orang semuanya, untuk membuktikan siapa yang hidup, TUHAN atau Baal.
Nabi-nabi Baal dan Elia masing-masing membuat mezbah dengan seekor lembu di atasnya, kemudian masing-masing harus meminta allahnya untuk mendatangkan api dari langit supaya membakar korban di mezbah.
Nabi-nabi Baal tidak berhasil, sedangkan doa Elia didengar TUHAN, yang mengirim api dari langit untuk membakar habis korban di mezbah.
Setelah rakyat melihat itu, mereka mengaku TUHAN adalah Allah, lalu menangkapi semua nabi-nabi Baal dan Elia membunuh mereka semua di sungai Kison. Selanjutnya Elia berdoa dan turunlah hujan ke wilayah Israel.
Dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.
Padahal dalam ayat Alkitab Yakobus 5:17-18 dijelaskan bahwa Elia adalah orang yang biasa.