Breaking News
Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Raja Ali Haji Bin Raja Haji Ahmad, Tokoh yang Jadi Google Doodle Hari Ini, Ini Hasil Karyanya?

Inilah sosok Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, sebagai Google Doodle hari ini

Editor: Erlina Langi
HO
Sosok Raja Ali Haji Bin Raja Haji Ahmad, Tokoh yang Jadi Google Doodle Hari Ini, Ini Hasil Karyanya? 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah sosok Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad

Tokoh yang jadi Google Doodle hari ini.

Google Doodle adalah perubahan logo Google yang asyik, mengejutkan, dan kadang spontan, untuk merayakan liburan dan peristiwa penting, serta memperingati kehidupan para seniman, pelopor, dan ilmuwan terkenal.

Sosok Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad adalah tokoh penting di dunia Bahasa dan sastra Melayu

Raja Ali Haji merupakan seorang ulama, sejarawan, dan pujangga abad 19.

Selain itu, Raja Ali Haji adalah orang yang menciptakan sebuah buku yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga, yang menjadi kamus ekabahasa Melayu.

Kamus ekabahasa Melayu tersebut menjadi yang pertama di Nusantara.

Baca juga: Siapa Sangka, Rasuna Said Jadi Google Doodle Hari Ini, Seorang Pejuang Pendidikan Wanita Indonesia

Capture  Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad
Capture Google Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad

Profil Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad

Seorang keturunan Bugis dan Melayu yang lahir di pulau Penyengat, Kepulauan Riau, tahun 1808 dan meninggal di Pulau Penyengat, Kesultanan Lingga, tahun 1873.

Pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa, yang dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia.

Gurindam Dua Belas adalah karya ciptaan Raja Ali Haji pada 1874 dan menjadi pembaru arus sastra pada zamannya.

Raja Ali Haji resmi ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional pada 5 November 2004.

Baca juga: Cara Membuat Tempe Mendoan yang Jadi Tema Google Doodle Hari Ini, Berikut Resepnya

Raja Ali Haji
Raja Ali Haji (pinangpaleo.com)

Kehidupan Pribadi

Raja Ali Haji adalah putra dari Raja Ahmad dan Encik Hamidah binti Malik, ayahnya bergelar Engku Haji Tua setelah melakukan ziarah ke Mekah.

Kakeknya adalah Raja Ali Haji Fisabilillah (Yang Dipertuan Muda IV dari Kesultanan Lingga-Riau dan merupakan bangsawan Bugis, saudara Raja Lumu).

Ali Haji Fisabilillah adalah keturunan keluarga kerajaan Riau, dan juga keturunan dari prajurit Bugis yang datang ke daerah tersebut pada abad ke-18.

Raji Ali Haji dibesarkan dan banyak menjalani masa hidupnya serta menerima pendidikan di Pulau Penyengat, Kesultanan Lingga, yang pada masa kini merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Raja Ali Haji bepergian bersama dengan rombongan ayahnya ke Betawi, dan mendapat pendidikan dari luar lingkungan kesultanan pada 1822.

bersama ayahnya Raja Ahmad, Dia pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan memperdalam ilmu agama Islam pada 1828.

Karya

Menciptakan sebuah buku yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga, yang menjadi kamus ekabahasa Melayu pertama di Nusantara.

Karyanya yang paling tersohor adalah Gurindam Dua Belas. ditulis pada 1847, ketika ia berusia 38 tahun di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.

Gurindam Dua Belas terdiri atas 12 pasal dan termasuk dalam kategori puisi didaktik, berisi nasihat dan petunjuk untuk hidup mulia, lalu diterbitkan oleh Belanda pada 1953.

Karya lainnya, pada tahun 1857: Bustan al-Kathibin, tahun 1850-an: Kitab Pengetahuan Bahasa (Tidak selesai), tahun 1857: Intizam Waza'if al-Malik, kemudian tahun 1857: Thamarat al-Mahammah

Raja Ali Haji juga menulis beberapa syair seperti Syair Siti Shianah, Syair Suluh Pegawai, Syair Hukum Nikah, dan Syair Sultan Abdul Muluk.

(*)

(TribunnewsWiki.com/Mirta)

Telah tayang di Tribunnewswiki.com   

Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved