Xi Jinping Presiden China Isolasi 6000 Karyawan iPhone, Covid 19 Kembali Merebak di China

Xi Jinping memberlakukan penguncian pada 600.000 karyawan yang ada di pabrik iPhone terbesar di dunia yang berlokasi di Zhengzhou

Editor: Alpen Martinus
NYMAG VIA TRIBUN BALI
Ekspresi wajah Xi Jinping. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wabah Covid 19 rupanya masih merebak di China, dan cukup mengejutkan lagi virus tersebut menyerang pekerja pabrik iPhone.

Itu sebabnya Presiden China Xin Jinping membuat kebijakan yang membuat heboh.

Terhitung ada ribuan pekerja pabrik iPhone tersebut.

Baca juga: Timpora Temukan 17 TKA di Bolmong Utara, Berasal dari Cina, Thailand, Malaysia, India dan Filipina

Covid 19.
Covid 19. (peterschreiber.media)

Mereka semua diisolasi di tempat tersebut agar virus tidak menyebar kemana-mana.

Kebijakan mengerikan diberlakukan Presiden China Xi Jinping 'mengurung' para pekerja di pabrik iPhone.

Xi Jinping memberlakukan penguncian pada 600.000 karyawan yang ada di pabrik iPhone terbesar di dunia yang berlokasi di Zhengzhou, pada Rabu (2/11/2022).

Kebijakan ini dikeluarkan Xi Jinping terkait Covid-19 yang kembali merebak di China.

Baca juga: Harga HP iPhone Terbaru, iPhone 14, iPhone 13, iPhone 12, iPhone 11 Mulai Rp 7 Jutaan

"Semua orang kecuali sukarelawan pencegahan Covid dan pekerja penting tidak boleh meninggalkan tempat tinggal mereka, kecuali untuk menerima tes Covid-19 dan perawatan medis darurat", jelas pengumuman yang disampaikan pejabat dari Zona Ekonomi Bandara Zhengzhou China tengah.

Penguncian ini dilakukan untuk mencegah para pekerja melarikan diri menghindari pembatasan wilayah atau lockdown, akibat melonjaknya wabah Covid-19.

Mengingat hari sebelumnya tepatnya pada Minggu (30/10/2022) ribuan pekerja berhamburan melarikan diri dari pabrik pembuat produk Apple yang dijalankan oleh raksasa teknologi Taiwan Foxconn.

Melonjaknya penyebaran Covid-19 yang saat ini telah mencapai 2.184.901 kasus baru dan 3.480 kematian, membuat membuat pemerintah China mulai memperketat akses mobilisasi di seluruh daratan di negaranya.

Baca juga: Korban Tipu Travel Agent, Perempuan WN China dan 2 Anaknya Segera Dideportasi Kanim Manado

Sebelum presiden Xi menyerukan kebijakan lockdown para karyawan di pabrik Taiwan Foxconn diketahui telah lebih dulu memberlakukan lockdown sementara selama berhari-hari.

Bahkan per 19 Oktober kemarin, Foxconn mengharuskan para pekerja untuk makan di kamar dan melarang mereka meninggalkan kawasan pabrik Zhengzhou.

Namun setelah akhir pekan kemarin XI mengumumkan penutupan semua operasi bisnis yang ada di negaranya, hal tersebut lantas membuat 200.000 pekerja Foxconn panik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved