Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Terungkap Alasan Brigadir J Jadi Ajudan Ferdy Sambo, Vera Simanjuntak Beberkan Hal Ini

Vera Simanjuntak ungkap alasan Brigadir J menjadi ajudan Ferdy Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Editor: Tirza Ponto
Tribunnews.com/Tiktok/Handout
Terungkap Alasan Brigadir J Jadi Ajudan Ferdy Sambo, Vera Simanjuntak Beberkan Hal Ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan Brigadir J tengah bergulir di persidangan.

Fakta demi fakta pun mencuat usai sejumlah saksi memberikan pernyataannya dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), kemarin Selasa (1/11/2022).

Salah satu fakta yang mencuat pada persidangan kemarin adalah terungkapnya alasan Brigadir J menjadi ajudan Ferdy Sambo.

Hal itu diungkap Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir J.

Baca juga: Ucapan Bharada E kepada Vera Simanjuntak Kekasih Brigadir J di Persidangan

Vera Simanjuntak mengungkap alasan Brigadir J mau menjadi ajudan Ferdy Sambo
Vera Simanjuntak mengungkap alasan Brigadir J mau menjadi ajudan Ferdy Sambo (Kompas TV)

Vera Simanjuntak menjadi salah satu saksi dalam sidang dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi.

Brigadir J sempat mengaku kepada Vera Simanjuntak tentang alasannya menjadi ajudan Ferdy Sambo.

Alasan Brigadir J menjadi ajudan Ferdy Sambo adalah demi mahar Sinamot untuk sang kekasih Vera Simanjuntak.

Dikutip dari Wikipedia, Sinamot adalah harga atau uang yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan ketika akan melaksanakan pernikahan.

Dalam adat Batak, sinamot wajib diberikan kepada pihak pengantin perempuan sebagai tanda membeli atau mengambil anak perempuan untuk dijadikan pendamping hidup pengantin pria tersebut.

Kembali ke persidangan, Vera mengaku awalnya mengetahui Brigadir J lulus menjadi ajudan seusai diceritakan oleh seseorang bernama Rudi pada 2019 lalu.

Rudi merupakan rekan satu kompi Brigadir J di Pamenang.

"Dia meyakini saya waktu itu ‘eh Bang Yoshua lulus ya, jadi ajudan’. 'Ajudan?’ saya bilang. ‘Ajudan Propam Polri’ dia bilang gitu," kata Vera dalam sidang di PN Jakarta Selatan pada Selasa (1/11/2022).

Vera menuturkan bahwa dirinya sempat mengkonfirmasi hal tersebut kepada Brigadir J. Lalu, Brigadir J pun menjawab dirinya menjadi ajudan demi mahar Sinamot terhadap dirinya.

'Iya, abang lulus ajudan ya?’ tanya Vera.

Baca juga: Kisah Brigadir J dan Vera Simanjuntak Berakhir di Duren Tiga: Maaf Dik, Nanti Abang Kabari Lagi

Kolase for Vera Simanjuntak (kiri) Dan Brigadir J (kanan)
Kolase for Vera Simanjuntak (kiri) Dan Brigadir J (kanan) (Tribun Jambi)

‘Iya dek, ini semua demi mahar untuk Sinamot mu’ jawab Brigadir J.

Vera menuturkan bahwa Brigadir J memang selama ini terus menabung untuk bisa menikahi dirinya. Adapun pernikahan telah direncanakan dalam waktu dekat.

"Iya yang mulia, dia menabung," pungkasnya.

Kekasih Brigadir J Diancam Dibunuh

Kekasih Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Vera Simanjuntak mengungkapkan percakapannya melalui video call dengan Brigadir J saat berada di Magelang, Jateng, pada 7 Juli 2022, sehari sebelum pembunuhan dilakukan.

Vera menceritakan saat itu sekitar pukul 20.00 WIB, ia sempat mendapatkan satu panggilan tak terjawab dari Brigadir J, kemudian Brigadir J menelepon Vera lagi pada pukul 20.30 WIB.

Saat itu Brigadir J bercerita kepada Vera bahwa ia dituduh membuat istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sakit hingga diancam akan dibunuh.

Baca juga: Potret Tajamnya Tatapan Mata Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ke Orang Tua Yosua saat Persidangan

Tangkapan layar Brigadir J menangis saat video call dengan Vera Simanjuntak, kekasihnya.
Tangkapan layar Brigadir J menangis saat video call dengan Vera Simanjuntak, kekasihnya. (Kolase Tribun Network)

Hal tersebut diungkapkan Vera dalam sidang di Pengadilan Jakarta Selatan yang digelar hari ini, Selasa (1/11/2022).

"Tanggal 7 Juli 2022 itu sekitar pukul 20.00 WIB saya mendapat satu panggilan tak terjawab. Kemudian dia telfon lagi tapi terputus. Langsung tiba-tiba terdaftar empat panggilan tak terjawab, tanpa masuk tapi terdaftar. Terus dia telfon lagi pukul 20.30 WIB, saya angkat."

"Dia bilang 'lagi di mana dek?' saya jawab lagi dinas malam bang. 'Kurang ajar' dia bilang gitu, karena saya dinas malam banyak kawan dinas, saya nyari tempat yang nyaman untuk berbicara.

"Setelah itu, kenapa tadi bang, saya bertanya lagi. 'Kurang ajar orang ini' kurang aja gimana, saya bilang gitu. Kemudian dia bilang 'ibu sakit, aku dituduh bikin ibu sakit' dia bilang."

"Sakit apa, saya bertanya, 'enggak tahu' dia bilang gitu. Terus saya tanya lagi, 'aku diancam' dia bilang gitu. Diancam bagaimana, saya bertanya. 'Berani kau naik ke atas ku bunuh kau' dia bilang," kata Vera dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (1/11/2022).

Kemudian Vera pun bertanya kepada Brigadir J soal siapa yang mencoba mengancam kekasihnya itu.

"Saya bertanya siapa yang ancam. 'Skuad-skuad disini' dia bilang gitu. Memangnya abang ngapain ibu, abang ada pukul ibu? saya bertanya. 'Ya enggak lah dek' dia bilang gitu," ungkap Vera.

Vera pun mencoba meyakinkan Brigadir J untuk tidak takut jika memang tidak salah.

Tak hanya itu, Vera juga meminta kepada Brigadir J untuk berbicara kepada orang yang mengancamnya bahwa dia tidak melakukan apa-apa ke Putri Candrawathi.

Namun Brigadir J hanya menjawab singkat dan menyebut dirinya akan mengabari Vera lagi nanti.

"Yaudah kalau abang enggak salah abang jangan takut, saya bilang gitu. Bilang sama mereka kalau abang enggak apa-apain ibu. Kalau abang enggak salah abang jangan takut, saya bilang gitu."

"Dia cuma bilang 'hmm'. Memangnya abang sekarang ada dimana, saya tanya. 'Lagi di Magelang, yaudah ya nanti abang kabarin lagi,'" terang Vera.

(Tribunnews.com/Igman Ibrahim/Malvyandie Haryadi)

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Garudea Prabawati)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved