Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Sabtu 29 Oktober 2022, Info BMKG Daerah Potensi Cuaca Ekstrem

Prakiraan cuaca untuk hari ini Sabtu 29 Oktober 2022 dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Editor: Ventrico Nonutu
Isitmewa
Ilustrasi cuaca ekstrem. Peringatan Dini Sabtu 29 Oktober 2022. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini merupakan prakiraan cuaca untuk hari ini Sabtu 29 Oktober 2022.

Prakiraan cuaca tersebut dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).

BMKG merilis prakiraan cuaca tersebut melalui laman resminya bmkg.go.id.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 29 Oktober 2022, Pisces Sedang Cemas dan Emosional, Cancer Jujurlah

Baca juga: Cara Membuat Tempe Mendoan yang Jadi Tema Google Doodle Hari Ini, Berikut Resepnya

Sejumlah wilayah di Indonesia mendapat peringatan dini.

Ada beberapa wilayah yang diperkirakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Menurut peringatan dini BMKG, sejumlah wilayah seperti Lampung, Maluku, Gorontalo hingga Jawa Barat perlu waspada cuaca ekstrem hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Dilansir TribunWow.com dari BMKG, berikut rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

BMKG menyebutkan, siklon tropis NALGAE berada di Laut Filipina yang membentuk daerah peningkatan kecepatan angin (low level jet) hingga lebih dari 25 kt yang terpantau dari Laut China Selatan hingga Filipina bagian utara, serta dari Laut Sulawesi dan Filipina bagian utara hingga Laut Filipina.

Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut China Selatan, dari utara Kalimantan utara hingga Laut Sulu, dari Laut Sulawesi hingga Filipina bagian selatan, dan di Samudra Pasifik utara Maluku Utara.

Serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut China Selatan, utara Kalimantan Utara dan Laut Sulu, Laut Sulawesi, Laut Filipina, dan Samudra Pasifik utara Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet, konvergensi/ konfluensi tersebut.

Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) juga memanjang dari Aceh hingga Selat Malaka, dari Kep. Riau hingga Kalimantan Barat, dari Laut Jawa hingga Kalimantan Timur, Selat Makassar hingga Sulawesi Tengah.

Kemudian dari Teluk Bone hingga Laut Sulawesi, dari Samudra Hindia selatan NTB hingga Laut Sawu, dari Laut Sawu hingga Laut Banda, dari Laut Banda hingga Laut Maluku, dan dari Papua Nugini hingga Papua Barat, serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Sulawesi, Sulawesi Tengah, dan NTT.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/ konfluensi tersebut.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved