Dampak Cuaca Buruk
Cuaca Buruk, 4 Penerbangan ke Manado Dialihkan ke Bandara Terdekat
Karena cuaca buruk 4 penerbangan ke Kota Manado terpaksa dialihkan ke bandara terdekat karena cuaca tak bersahabat.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cuaca buruk yang melanda Kota Manado Sulawesi Utara berdampak pada kelancaran penerbangan udara.
Empat penerbangan ke Kota Manado terpaksa dialihkan ke bandara terdekat karena cuaca tak bersahabat pada Rabu (26/10/2022).
Cuaca buruk terjadi sejak sore hingga malam.
Stakeholder Relation Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Yanti Pramono menjelaskan, pada hari itu ada tiga penerbangan yang dialihkan.
Pertama, Batik Air ID 6742 rute Jakarta-Manado yang seharusnya mendarat pukul 17.30 WITA harus dialihkan ke Gorontalo.
Kedua, penerbangan Lion Air JT 2702 Fuzhou-Manado yang dijadwalkan mendarat pukul 19.00, dialihkan ke Makassar.
Ketiga, pesawat Wings Air IW 1161
Rute Naha-Manado yang dijadwalkan mendarat pukul 16.30 dialihkan ke Gorontalo.
"Satu penerbangan lainnya, Lion Air JT 740 Makassar-Manado harus kembali ke bandara asal," kata Yanti kepada Tribunmanado.co.id, Kamis (27/10/2022) malam.
Penerbangan dialihkan atau kembali ke bandara asal karena kondisi cuaca buruk. "Jarak pandang sangat terbatas untuk pendaratan," katanya lagi.
Ia memastikan, empat penerbangan itu akhirnya bisa tiba di Manado meskipun berubah dari jadwal semula.
"Seiring cuaca membaik, sudah tiba di Manado hari yang sama," katanya.
Sementara, pada Hari Kamis, tak ada penerbangan terdampak cuaca. "Untuk hari ini semua lancar," jelasnya.(ndo)
Cuaca Ekstrem Landa Sulawesi Utara, BMKG: Pengaruh Siklon Tropis Nalgae
Cuaca ekstrem kini terjadi di Sulawesi Utara.
Belakangan ini hujan dan angin melanda hingga mengakibatkan beberapa wilayah di Sulawesi Utara dilanda banjir dan tanah longsor.
Terkait hal itu, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Sam Ratulangi Manado Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulut, Ben Arther Molle memberikan penjelasannya.
Menurutnya saat ini Sulut memasuki awal musim hujan, dan dari hasil pantauan, hal tersebut merupakan dampak dari beberapa dinamika atmosfir yang ada.
"Salah satunya yang pengaruh bibit siklon terjadi yang terjadi dan tumbuh di wilayah samudera pasifik dan hari ini juga sudah menjadi siklon tropis nalgae," jelasnya kepada Tribun Manado Kamis (27/10/2022).
Lanjut Molle siklon tropis nalgae, secara garis besar yaitu menarik garis udara yang ada disekitarnya yaitu, dari laut China selatan dan samudera hindia dan yang paling dekat yaitu laut banda, laut sulawesi.
"Ini yang membentuk pola-pola, konvergensi udara atau pola angin, karena angin akan bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah, dan saat ini berada di siklon tropis tersebut" jelasnya.
Dia pun melihat bahwa di Sulut beberapa hari ini terjadi konvergensi udara, dan akan memperlambat pertumbuhan awan karena terjadi penumpukan masa udara, di suatu wilayah.
"Ini dominan terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Sitaro.Untuk seluruh Sulawesi Utara yang ada di darata lebih dominan, adanya belokan angin dan ini yang memperlanbat masa udara," jelasnya (Ren)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/cuaca-ilustrasi-buruk.jpg)