Berita Sulut
Berita Populer Sulut Hari Ini: Dampak Cuaca Buruk, Denda Tilang hingga PDIP Sulut Ragukan Survei
Berita populer hari ini terkait Cuaca Buruk, Nilai PNBP Denda Tilang Lalulintas, hingga PDIP Sulawesi Utara Ragukan Survei Elektabilitas Cagub.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini berita-berita populer di portal Tribunmanado.co.id untuk hari ini Jumat 28 Oktober 2022.
Berita populer ini terkait berita di lokal sulawesi utara seperti terkait Cuaca Buruk, Nilai PNBP Denda Tilang Lalulintas, hingga PDIP Sulawesi Utara Ragukan Survei Elektabilitas Cagub.
Berikut selengkapnya:
1. Akibat Cuaca Buruk, Nelayan di Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Enggan Melaut
Beberapa hari belakangan nelayan di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, mengurungkan niatnya melaut.
Hal tersebut akibat cuaca buruk yang terus melanda wilayah Kepulauan Talaud.

"Dengan keadaan cuaca seperti ini terpaksa kita para nelayan tidak melaut dan sudah sangat berdampak pada perekonomian kita yang notabene hanya menggantungkan pada hasil laut," ujar M Gemulung Salah, nelayan Talaud.
Sebelumnya Dirjen Perhubungan Laut telah mengeluarkan larangan untuk melakukan aktivitas di laut dalam beberapa hari ke depan.
Hal tersebut disebabkan kondisi laut sedang tidak bersahabat berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG.
Hal serupa juga dikatakan Rivo Andris, pengusaha taxi laut antar kepulauan.
Dengan kondisi cuaca seperti ini, sangat mempengaruhi pendapatannya karena tidak bisa beraktivitas.
Bupati Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut, telah mengimbau seluruh masyarakat terutama yang berprofesi sebagai nelayan untuk sementara tidak melaut guna menjaga kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan.
Bupati juga mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di tempat rawan bencana seperti di pesisir pantai dan lereng bukit untuk tetap waspada akan adanya perubahan cuaca seperti ini.
Berdasarkan data saat ini, ada belasan rumah terdampak bencana seperti terjangan ombak pesisir, pohon tumbang, dan angin puting beliung.
Belasan rumah warga terdampak bencana ini terjadi di beberapa wilayah di Kepulauan Talaud seperti di Desa Ruso, Desa Alo, dan beberapa desa lainnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.
Saat ini pemerintah telah meninjau beberapa titik terjadinya bencana akibat cuaca buruk dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
"Mari kita sama-sama berdoa untuk tetap terhindar dari segala bencana. Kita yakin Talaud pasti akan diberkati," ujar Lasut.
2. Nilai PNBP Denda Tilang Lalulintas di Sulawesi Utara Hampir Rp 1 Miliar
Denda bukti pelanggaran (tilang) lalulintas yang dibayar masyarakat berkontribusi bagi pendapatan negara.
Denda tilang masuk ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Berdasarkan data Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Utara, PNBP denda tilang hingga minggu keempat Oktober 2022 mendekati Rp 1 miliar.

Hingga 24 Oktober 2022, PNBP denda tilang di Sulawesi Utara mencapai Rp 916, 94 juta.
Tren PNBP denda tilang di Sulawesi Utara cenderung menurun dua tahun terakhir seiring adanya pandemi Covid-19.
Pada tahun 2018, PNBP denda tilang sebanyak Rp 2,52 miliar. Lalu pada 2019 sebesar Rp 2,94 miliar.
Lalu pada tahun 2020, PNBP denda tilang turun, terhimpun Rp 1,65 miliar. Serahkan tahun 2021, hanya Rp 684,2 juta.
Berdasarkan keterangan DJPb Sulawesi Utara, PNBP denda tilang itu akumulasi dari denda yang dibayarkan setelah sidang dan dikelola satker keuangan Kejaksaan Negeri
Selain itu, PNBP denda tilang termasuk denda di tempat saat tilang atau denda maksimal yang dibayar pelanggar.
PNBP Denda Pelanggaran Tilang Sulawesi Utara
2018 Rp 2,52 miliar
2019 Rp 2,94 miliar
2020 Rp 1,65 miliar
2021 Rp 684,2 juta
2022* Rp 916, 95 juta
*) ingga 24 Oktober 2022
Sumber: Kanwil DJPb Sulawesi Utara.
3. PDIP Sulawesi Utara Ragukan Survei Elektabilitas Cagub
Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) merilis hasil Survei Elektabilitas Calon Gubernur Sulawesi Utara menjelang Pilkada 2024.
Bupati Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut menjadi calon gubernur dengan tingkat elektabilitas tertinggi di Sulawesi Utara.
Hasil survei yang dilakukan September hingga Oktober 2022, Elly Lasut memiliki elektabilitas 34 persen.

Menyusul kemudian, yakni Steven Kandow (15,6 persen); Yasti Mokoagouw (11,3 persen); Tetty Paruntu (9,4 persen); James Sumendap (7,8%) dan Tatong Bara (7,4%).
Pentolan PDI Perjuangan Sulawesi Utara meragukan survei tersebut.
"Kami sudah dapat info belakang layar soal survei tersebut, tapi terserah, silahkan saja bikin survei," ujar Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Arthur Kotambunan.
Jadi pegangan PDIP realita di lapangan. Calon diusung PDIP mayoritas memenangkan kontestasi politik, terbukti bahkan hasilnya nyaris sapu bersih.
"Siapa pun didukung PDIP memenangkan pertarungan di 2024," ungkap dia.
Bukan tanpa dasar, PDIP itu hingga ke akar rumput.
Sejauh ini kata Kotambunan PDIP belum mendeklarasikan Cagub 2024, itu nanti kewenangan DPP PDIP.
Soal figur pilihan, tentu masyarakat punya penilaian masing-masing, namun Kotambunan yakin pertimbangan utamanya juga soal track record
"Kalau pakai nalar sehat, apa akan memilih mantan narapidana, namun tentu semua punya hak mencalonkan diri," ujarnya.
(Tribunmanado)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Berita-Populer-Sulut-Hari-Ini-Dampak-Cuaca-Buruk-Denda-Tilang-hingga-PDIP-Sulut-Ragukan-Survei.jpg)