Cuaca Buruk di Sangihe
Cuaca Buruk, Kapal Penumpang Rute Tahuna-Manado Berlabu ke Pelabuhan Peta
Hujan Deras di Sertai Angin Kencang dan kabut tebal membuat Kapal penumpang yang melayani rute keberangkatan Tahuna-Manado harus berpindah
Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID – Cuaca buruk melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak beberapa minggu terakhir.
Hujan Deras di Sertai Angin Kencang dan kabut tebal membuat Kapal penumpang yang melayani rute keberangkatan Tahuna-Manado harus berpindah dari Pelabuhan Nusantara Tahuna dan berlabu di Pelabuhan Petta, Kecamatan Tabukan Utara (Tabut), Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Dikonfirmasi Kepala KUPP Kelas II Tahuna Hopreit Balirangen melalui PPKom Meifrid Palanewen membenarkan Kapal penumpang yang pindah ke pelabuhan Peta.
"Benar, Saat ini kapal pindah ke Pelabuhan Petta," ucapnya.
Terakait dengan kebarangkatan Kapal hari ini Kamis, (27/10/2022) Palanewen menjelaskan bahwa belum adanya kepastian.
"Belum bisa dipastikan menunggu laporan terkini cuaca saat ini," katanya.
Terpisah saat dikonfirmasi Kep Kapal Barcelona VA menjelaksan bahwa kapal kemungkinan tidak akan berangkat.
"Kapal tidak berangkat hari ini menunggu mungkin besok," ucapnya saat dihubungi via Telepon.
Sementara itu BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung mengeluarkan peringatan Gelombang tinggi dan banjir peisir terhitung sejak 25-30 Oktober 2022 dengan wilayah yang berpotensi terdampak Pesisir Utara dan Barat Kepulauan Sangihe, Pesisir Utara dan Barat Kepulauan Talaut, Pesisir Barat Kepulauan Sitaro.
Tentang Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000.
Ibu kota kabupaten ini adalah Tahuna. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 736,98 km⊃2;.
Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di antara Pulau Sulawesi dengan Pulau Mindanao, (Filipina) serta berada di bibir Samudera Pasifik.
Wilayah kabupaten ini meliputi 3 klaster, yaitu Klaster Tatoareng, Klaster Sangihe dan Klaster Perbatasan, yang memiliki batas perairan internasional dengan provinsi Davao del Sur, Filipina.
Saat ini Kabupaten Kepulauan Sangihe dipimpin oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana. (nel)
Baca juga: Sejumlah Wilayah di Manado Sulawesi Utara Kebanjiran, Warga: Padahal Baru Bikin Gorong-gorong
Baca juga: 7 Rumah Terdampak Bencana Tanah Longsor di Wanga, BPBD Minsel Salurkan Bantuan Logistik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/situasi-di-pelabuhan-tahuna-kabupaten-sangihe-6667.jpg)