Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BACAAN ALKITAB

BACAAN ALKITAB - 2 Timotius 4: 7 Paulus Memelihara Iman

Dari ruang pengadilan Kaisar, Paulus kembali ke selnya, menyadari bahwa ia telah mendapat untuk dirinya sendiri istirahat yang sangat singkat.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Foto Tribunmanado/Istimewa
Paulus Berpisah dengan Penatua di Efesus, Jemaat Menangis Tersedu-sedu 

Kamis, 27 Oktober

 Ayat Inti : 2 Timotius 4: 7
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman."

TRIBUNMANADO.CO.ID - ”Dari ruang pengadilan Kaisar, Paulus kembali ke selnya, menyadari bahwa ia telah mendapat untuk dirinya sendiri istirahat yang sangat singkat. la mengetahui bahwa musuh-musuhnya tidak akan berhenti sampai mereka melaksanakan kematiannya. Tetapi ia mengetahui juga bahwa untuk sesaat kebenaran telah menang.

Memasyhurkan Juruselamat yang telah disalibkan dan telah bangkit di hadapan orang banyak yang telah mendengar kepadanya, adalah suatu kemenangan. Pada hari itu suatu pekerjaan telah berawal yang akan bertumbuh dan bertambah kuat, dan yang mana Nero dan segala musuh Kristus yang lain akan berusaha dengan sia-sia untuk menghalangi atau membinasakan ....”

Kisah Paulus, Penganiaya Jemaat yang Berubah Saat Matanya Menjadi Buta, Pengaruhnya Besar
Kisah Paulus, Penganiaya Jemaat yang Berubah Saat Matanya Menjadi Buta, Pengaruhnya Besar (kolase foto tribun manado/istimewa)

”Selama masa pelayanannya yang panjang, Paulus tidak pernah terserandung dalam kesetiaannya kepada Juruselamat. Di mana pun ia berada apakah di hadapan orang-orang Farisi yang marah-marah, atau di hadapan pemerintah Roma; di hadapan orang banyak yang marah-marah, di Listra, atau orang-orang berdosa yang bersalah di tempat tahanan di Makedonia; apakah berunding dengan pelaut-pelaut yang terkena panik pada kapal karam, atau berdiri sendirian di hadapan Nero untuk memohon kehidupannya ia tidak pernah malu akan pekerjaan yang ia sedang lakukan.

Maksud yang besar dari kehidupan Kekristenannya ialah melayani Dia yang namanya telah memenuhi dia dengan penghinaan; dan dari maksud ini tidak ada pertentangan atau penganiayaan sanggup mengesampingkan dia.

Imannya, yang dikuatkan oleh usaha dan disucikan oleh pengorbanan, menegakkan dan menguatkan dia.... Hamba Allah yang benar tidak akan menolak kesukaran atau tanggung jawab.

Baca juga: BACAAN ALKITAB - Yohanes 4:13-15 Tidak akan Haus Lagi

Dari Sumber yang tidak pernah gagal mereka yang dengan sungguh-sungguh mencari kuasa llahi, ia mendapat kekuatan yang menyanggupkan dia untuk menemui dan mengalahkan pencobaan, dan melakukan tanggung jawab yang dibebankan Allah kepadanya .... Jiwanya keluar dalam kerinduan yang besar untuk melakukan pelayanan yang ber kenan kepada Tuhan.” ~Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 421-423.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved