RENUNGAN ALKITAB
RENUNGAN ALKITAB - Dengan Saling Berkomitmen
Sebuah komunitas Kristen yang sehat berkomitmen untuk saling mengasihi, bekerja sama satu dengan lainnya, dan tinggal bersama satu dengan yang lain.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Selasa, 25 Oktober 2022
“Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” (Roma 14:19)
TRIBUNMANADO.CO.ID - Komunitas dibangun melalui komitmen.
Sebuah komunitas Kristen yang sehat berkomitmen untuk saling mengasihi, bekerja sama satu dengan lainnya, dan tinggal bersama satu dengan yang lain. Alkitab mengatakan: “Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai” (Yak. 3:18).
Ini lebih dari sekadar pendekatan di mana “setiap orang mendapat apa yang menjadi bagiannya,” suatu pendekatan dangkal untuk hidup rukun bersama dengan orang lain. Tetapi ini lebih berarti kita melihat bernilai setiap individu dalam kelompok kecil kita; kita memandang satu sama lain sebagai ciptaan Tuhan dan bejana anugerah Tuhan. Itu berarti kita berkomitmen untuk saling berkomitmen, “karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh” (Kol. 3:15b).
Menang Tuhan menciptakan kita untuk memiliki komitmen semacam ini; Dia berkomitmen kepada kita, dan Dia berharap agar kita berkomitmen kepada- Nya dan kemudian kepada sesama kita (2 Kor. 8:5). Dalam rancangan Tuhan kita harus membangun hidup kita dengan penuh komitmen: pernikahan, anak-anak, pekerjaan, dan gereja.
Membangun suatu komunitas yang berkomitmen memerlukan waktu. Itu berarti menjalani hidup bersama di luar rapat mingguan kita dan memprioritaskan orang lain – misalnya berbagi cerita dan pengalaman hidup sambil minum kopi, setelah selesai bekerja, bertemu di tempat olahraga, dan di rumah sakit.
Komitmen berarti melangkah melampaui hubungan persahabatan yang dangkal dan sungguh- sungguh menjadi “seorang sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara” (Ams. 18:24). Kita harus fokus kepada kualitas persahabatan kita, bukan kuantitasnya. Kita tidak membutuhkan banyak teman dalam hidup ini, tetapi kita hanya butuh beberapa sahabat baik yang berkomitmen. Dalam kelompok kecil, kita dimungkinkan mendapatkan kesempatan untuk menjadi sahabat baik bagi sesama anggota kelompok. Saling berkomitmen dengan sesama saudara seiman berarti:
• Mengasihi dengan tulus apapun keberadaan sesama. Kita harus mengasihi dan mendukung sesama anggota di setiap waktu, bukan hanya pada saat kita dapat (Ams. 17:17); kita harus tetap mengasihi sesama, walaupun mereka tidak layak atau sekalipun mereka sedang berada dalam keadaan yang tersulit, dan bukan hanya ketika kita melihat mereka bersikap baik atau sedang berada dalam keadaan yang lancar dan mudah dikasihi (Rm. 5:8).
• Selalu “ada dan hadir” bagi sesama. Ciri dasar dalam sebuah komitmen adalah kehadiran secara pribadi. Jika kita peduli, kita akan berada di samping sahabat saat dibutuhkan. Kehadiran kita adalah sumber kekuatan dan dorongan semangat (Ibr. 10:25), tetapi kehadiran kita di sana juga berarti kita berkomitmen kepada hidup orang lain. Seorang misionaris yang mati sebagai seorang martir bernama Jim Elliot pernah berkata: “Di manapun Anda berada, beradalah di sana sepenuhnya.”
• Hidup untuk kepentingan bersama. Tuhan mengaruniakan kepada kita masing-masing dengan kemampuan-kemampuan yang unik untuk dibagikan kepada orang lain: “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (1 Kor. 12:7). Komunitas kita akan menjadi miskin rohani jikalau kita tidak memakai karunia rohani untuk kepentingan bersama. Komitmen berarti kita menyadari dan mengakui setiap orang sebagai bagian dari satu tubuh yang lebih besar yang bekerja bersama-sama (Rm. 14:4-5).
Kepada siapa – atau pada apa - kita berkomitmen? Dan siapa yang mengetahuinya? Pernahkah kita datang kepada seseorang, selain isteri atau suami kita, dan berkata: “Saya ingin saudara tahu bahwa saya akan selalu ada pada saat dibutuhkan?” Pernahkah kita membuat sebuah komitmen yang disengaja kepada seseorang dengan berkata, “Saya ingin menjadi teman yang lebih akrab dengan saudara?” Maukah kita melakukannya dalam kelompok kecil kita minggu ini?
POKOK PIKIRAN Komunitas dibangun melalui komitmen.
AYAT HAFALAN “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” (Roma 14:19)
PERTANYAAN RENUNGAN Jika kita diminta bertanya kepada salah satu teman baik kita untuk apa – atau siapa – mereka pikir kita berkomitmen, menurut kita apa jawaban mereka?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-minggu7-agustus-2022-keyakinan-dalam-masa-penantian.jpg)