Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Kristen

Renungan Kristen, Kamis 20 Oktober 2022, Yunus 2:1-10 TB: Doa Yunus, Doa dari Dalam Perut Ikan

Renungan Kristen, Kamis 20 Oktober 2022, Yunus 2:1-10 TB: Doa Yunus, doa yang dipanjatkan dari dalam perut ikan untuk bangsa yang penuh dosa

Editor: Erlina Langi
SHUTTERSTOCK
Renungan Kristen, Kamis 20 Oktober 2022, Yunus 2:1-10 TB: Doa Yunus, Doa dari Dalam Perut Ikan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Kristen, Kamis 20 Oktober 2022, Yunus 2:1-10 TB: Doa Yunus, doa yang dipanjatkan dari dalam perut ikan

Terambil dalam Yunus 2:1-10 TB

Renungan kali ini akan membahas tentang Doa Yunus, doa seorang yang lari dari perintah Allah tapi ditangkpap Tuhan kembali

Kisah tentang sebuah doa yang dipanjatkan dari dalam perut ikan untuk bangsa yang penuh dosa

DOA YUNUS

Tidak ada nabi Tuhan yang paling bertingkah seperti nabi Yunus. Dia berani melarikan diri dari perintah firman Tuhan hanya karena rasa nasionalisme keyahudiannya yang sempit.

Perintah Tuhan untuk pergi ke Niniwe (ibukota kerajaan Asyur

Musuh bebuyutan bangsa Yahudi) dilanggar dan kabur menuju kota Tarsus.

Hal itu dilakukan Yunus karena menyadari bahwa Allah pasti akan menyelamatkan kota Niniwe yang jahat itu kalau ada firman Allah datang kepada penduduk kota Niniwe.

Maka pikirnya, lebih baik dia tidak ke Niniwe, maka kota itu pasti dihancurkan oleh Allah.

Tapi Yunus lupa kasih sayang Tuhan yang tak terbatas.

Tuhan bukan hanya sayang kepada Israel saja, tetapi juga kepada semua bangsa!

Tuhan punya cara yang khas untuk menegur nabinya yang “nakal” ini. “Atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus” (Yunus 1:17).

Dalam perut ikan itu rupanya Yunus menyadari

Bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dia

Walaupun dia meninggalkan Tuhan.

Dia bersyukur dan bertobat sungguh-sungguh.

Dia datang dan kembali kepada Allah.

Doanya menunjukkan sikap pertobatan yang sungguh: Yunus naikkan dengan jujur (ayat 3-6)

Yunus datang dalam sikap remuk hati dan sadar akan dosanya (ay. 2,7)

Rasa syukur yang mendalam dan janji yang diucapkan untuk mengubah tingkah lakunya (ayat 9).

Satu pelajaran rohani yang dapat kita dapatkan:

Allah bukanlah Allah yang berdaulat saja, yang hanya menegakkan keadilanNya bagi umat manusia.

Tetapi Allah kita adalah Allah yang penuh kasih dan pengertian.

Tawaran pertobatan senantiasa Dia sediakan

Walaupun kita sudah demikian jauh dari Allah

Tetapi kalau kita berbalik dari jalan-jalan kita yang sesat

Maka Allah sumber damai sejahtera akan mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita.

Mari, mulai kembali dengan sikap penyesalan yang sungguh di hadapan Allah.

Jangan ada ganjalan dosa yang masih belum tuntas kita akui di hadapanNya.

Bereskan itu, dan percayalah, bahwa Tuhan akan menolong kita dan mengampuni segala dosa kita.

DOA:
Ya Tuhan ampuni kami karena selama ini kami kurang setia kepadaMu, kurang sungguh-sungguh mengikutMu, dan kurang memahami rencana-rencanaMu, Amin.

Haleluyah, Tuhan Yesus memberkati

Baca Berita Tribun Manado DI SINI

https://bible.com/reading-plans/800/day/13?segment=0

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved