Manado Sulawesi Utara

Kisah Peternak Ikan di Manado Sulawesi Utara, Sekali Panen Puluhan Juta, Banjir Jadi Musuh Utama

Budidaya atau ternak ikan di Manado bukanlah hal yang mudah. Seorang peternak ikan di Banjer sempat kebanjirang hingga tak mampu beli benih.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Ketua Pokdakan Gift Nusantara, Jumadi Mopatu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tiga buah kolam budidaya ikan air tawar berada di area seluas 1,8 hektare di Kota Manado, Sulawesi Utara

Salah satu kolam yang paling besar dilapisi jaring pada pinggirnya dan ebuah perahu berada di tengah kolam. 

Teratai tumbuh di tengahnya dan kangkung di sisi dekat daratan. 

Ini bukan di desa atau di kampung yang jauh, tetapi di tengah Kota Manado.

Lokasinya di Kelurahan Banjer Lingkungan 7, Kota Manado.

Pemukiman padat berada tak jauh dari situ. 

Pun kompleks pertokoan yang hanya selemparan batu. 

Kantor Wali Kota Manado yang selalu sibuk hanya terpisah ratusan meter dari sana. 

Kolam tersebut milik para petani yang berada di bawah naungan Pokdakan Gift Nusantara. 

Ketuanya bernama Jumadi Mopatu. 

Baca juga: Terima Kunjungan Anggota DPD-RI, PLN Paparkan Program Kelistrikan Sulawesi Utara

Baca juga: Relawan Tamang Jarwo Manado Sebut Tetap Dukung Ganjar Pranowo Sebagai Capres Apapun Situasinya

Jumadi menuturkan, ia mulai menjalani usaha budidaya ikan pada tahun 1978.

"Saat itu saya usahakan nila," katanya. 

Jumadi ingat, kala itu perkampungan di Banjer masih hutan dengan jumlah penduduk yang jarang.

Perlahan, wilayah itu mulai padat penduduk dan berdampak pada berkurangnya mutu air.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved