Renungan Kristen
Renungan Kristen, Rabu 19 Oktober 2022, Ibrani 12:1-11 TB: Sukacita di Atas Tekanan Hidup
Renungan Kristen, Rabu 19 Oktober 2022, Ibrani 12:1-11 TB: sukacita di atas tekanan hidup, menjadikan sukacita sebagai sebuah kebiasaan sehari-hari
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Kristen, Rabu 19 Oktober 2022, Ibrani 12:1-11 TB: sukacita di atas tekanan hidup
Terambil dalam Ibrani 12:1-11 TB
Renungan kali ini akan membahas tentang bagaimana menjadikan sukacita sebagai sebuah kebiasaan sehari-hari
Ibrani 12:1-11 TB
Apakah Sukacita itu?
Tagihan-tagihan Anda berserakan di meja kamar tidur Anda.
Telepon Anda terus berbunyi karena notifikasi-notifikasi baru.
Rumah Anda membutuhkan perbaikan.
Anak-anak Anda menghabiskan energi Anda.
Anda sangat lelah untuk berangkat bekerja esok hari.
Tidaklah heran hari ini kita lebih tertekan daripada sebelumnya.
Di tengah-tengah meningkatnya tekanan, budaya mengajarkan kita bahwa hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah terus bergerak maju dan mengejar masa kegembiraan selanjutnya.
Masa-masa gembira ini adalah kelegaan sementara dari tekanan yang terus menggunung, dan jika kita cukup beruntung
Mereka dapat membuat kita melupakan rasa tertekan kita (untuk sementara).
Kita hidup dalam suatu budaya yang menyukai perasaan nyaman.
Kita percaya bahwa tekanan bukanlah sesuatu yang kita rasakan, dan bahwa kegembiraan adalah rencana Tuhan bagi kita. Benar?
Beberapa tahun yang lalu, saya coba untuk mempelajari hal ini.
Di puncak rasa stres saya, saya ingin tahu apa yang Tuhan katakan mengenai stres dan kegembiraan.
Saya juga menyelami penemuan-penemuan terkini dalam psikologi positif.
Apa yang saya temukan mengubah hidup saya.
Baik Alkitab maupun psikologi positif setuju bahwa: menghindari rasa stres kita dengan mengejar kegembiraan sebenarnya adalah resep untuk stres yang lebih besar lagi.
Sukacita, saya ketahui, adalah apa yang Alkitab ingin kita miliki.
Sukacita adalah kepuasan internal yang kita rasakan ketika kita mengejar kebaikan dan kesuksesan, bahkan melewati kesulitan yang besar.
Ini membuat kita merasa lebih baik dan lebih positif, namun ini berbeda dari kegembiraan karena ini dapat muncul pada masa-masa sulit.
Saat melewati pencobaan, tak mungkin Anda merasa gembira.
Situasi eksternal Anda tidak mengijinkannya.
Namun ketika Anda melewati pencobaan, sangat mungkin untuk memiliki sukacita.
Harapan internal Anda di dalam Tuhan dapat memberikan Anda kepuasan untuk bertumbuh melewati pencobaan-pencobaan yang terbesar.
Tak seorang pun yang memberikan contoh lebih baik daripada Yesus
Karena sukacita diberikan di hadapannya ketika menjalani penyaliban
Ibrani 12:2 TB
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah
Masyarakat mengatakan bahwa untuk menangani stres kita perlu mengubah situasi eksternal kita menjadi kegembiraan.
Namun Alkitab berkata, kita dapat bertumbuh lewat stres, hanya jika kita menumbuhkan sukacita di dalam Tuhan.
Tidak hanya ini membuat kita merasa lebih baik, namun ini membuat kita menjadi orang yang lebih baik juga.
Ada alasan mengapa sukacita adalah buah dari Roh dan bukannya kegembiraan.
Tuhan menginginkan kita untuk berharap di dalam-Nya dan bertumbuh melewati pencobaan-pencobaan kita.
Namun masalahnya adalah, budaya akan melakukan apapun untuk meyakinkan kita untuk lari dari stres kita, dan karena itu, membuatnya lebih buruk lagi.
Untungnya, ada kabar baik
Alkitab melukiskan sebuah gambaran jelas tentang bagaimana kita dapat memerangi stres dengan sukacita setiap harinya.
Anda dapat memilih untuk bersukacita daripada stres. Inilah caranya.
Haleluyah, Tuhan Yesus memberkati
Baca Berita Tribun Manado DI SINI