Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian

Renungan Harian Kristen - Jangan Menyia-nyiakan Anugerah

Renungan harian Kristen hari ini terdapat dalam Galatia 1:1-11, mengenai jangan menyia-nyiakan anugerah.

Tayang:
Editor: Tirza Ponto
pexels.com
Renungan Harian Kristen - Jangan Menyia-nyiakan Anugerah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen hari ini terdapat dalam Galatia 1:1-11, mengenai jangan menyia-nyiakan anugerah.

Masih banyak orang Kristen di Indonesia yang memercayai kekuatan lain di luar Allah, misalnya kekuatan roh-roh tertentu atau berupa benda yang sering disebut jimat.

Kekuatan ini dipuja sedemikian rupa sehingga diadakan ritual-ritual khusus dengan sesajen yang dijadikan persembahan. Dan itu dilakukan sebagai upaya untuk mencari keselamatan, terutama selama hidup.

Dalam suratnya, Paulus menyebut jemaat Galatia telah berlaku bodoh (Gal. 3:1).

Mengapa demikian? Sebelum kedatangan Kristus, setiap orang berusaha mencari keselamatan dengan usahanya sendiri.

Orang Yahudi, meski mereka merupakan anak perjanjian (Gal. 3:29), tetapi tampak tidak ada bedanya dengan hamba, karena mereka masih hidup dalam perwalian dan pengawasan hukum Taurat (ayat 1-2).

Sedangkan orang Galatia sendiri hidup menghambakan diri pada roh-roh dunia yang lemah dan miskin. Mereka memelihara atau merayakan hari-hari tertentu atau waktu-waktu tertentu lain supaya selamat di dalam hidupnya (ayat 9-10).

Padahal Paulus pernah memberitakan kabar baik kepada mereka dengan gambaran yang sangat jelas (Gal. 3:1). Berita itu adalah bahwa kedatangan Yesus ke dunia adalah untuk membebaskan mereka dari semua tuan yang selama itu membelenggu mereka (Gal. 3:25-29).

Dengan demikian mereka beroleh kasih karunia dari Allah, mereka diangkat menjadi anak Allah dan menjadi ahli waris keselamatan kekal yang selama itu mereka cari (ayat 4-7).

Namun saat itu Paulus khawatir dengan kondisi orang-orang di Galatia (ayat 11), karena mereka telah menerima ajaran lain yang tampaknya seperti Injil, tetapi bukanlah Injil (Gal. 1:6). Akibatnya mereka kembali menghambakan diri kepada roh-roh dunia.

"Keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita sebenarnya tidak hanya mencakup kehidupan kekal kelak, tetapi juga ketika kita hidup di dunia ini dan kini. Kita tidak lagi perlu mencari keselamatan hidup dengan jimat-jimat atau melakukan ritual pada waktu-waktu tertentu. Karena hal itu berarti kita menyia-nyiakan anugerah keselamatan dari Tuhan."

Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved