Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Doa Yeremia, Juru Syafaat Yehuda kepada Tuhan untuk Memohon Ampun dan Belas Kasihan

Inilah renungan tentang doa Yeremia, juru syafaat Yehuda kepada Tuhan untuk memohonkan ampun dan belas kasihan, Ratapan 3:55-66 TB

Editor: Erlina Langi
SHUTTERSTOCK
Doa Yeremia, Juru Syafaat Yehuda kepada Tuhan untuk Memohon Ampun dan Belas Kasihan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah renungan tentang doa Yeremia, juru syafaat Yehuda kepada Tuhan untuk memohonkan ampun dan belas kasihan

Ratapan 3:55-66 TB

DOA NABI YANG MENANGIS

Kitab ini disebut RATAPAN karena memang sebuah kitab yang penuh tangisan dari seorang nabi Yeremia atas penghukuman Tuhan terhadap Yehuda yang telah memberontak kepada Tuhan.

Kejahatan umat pilihan Allah ini sudah tidak bisa ditolerir dan Tuhan berencana menghukum umatNya dengan dibuang selama 70 tahun ke Babel (baca juga Yeremia 25) di sini

Dalam keseluruhan isi kitab Ratapan ini Yeremia mengakui dosa-dosa Yehuda seolah-olah dosa itu adalah dosanya sendiri.

Nabi Yeremia menjadi juru syafaat Yehuda kepada Tuhan untuk memohonkan ampun dan belas kasihan Tuhan.

Doa Yeremia dalam perikop bacaan kita kali ini menunjukkan kesungguhan hatinya untuk kiranya Tuhan menolong.

Yeremia mendapat jawaban: “jangan takut!” (ayat 57).

Ratapan 3:57 TB
Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”

Rupanya doa yang dipanjatkan dengan penuh kesungguhan telah membuahkan hasil

Tuhan telah memperjuangkan perkaranya, dan siap untuk menyelamatkannya dan umatNya dari kekejaman bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah

Tuhan siap untuk mengadakan pembalasan terhadap bangsa yang menghancurkan umat Allah itu.

Rupanya masa penuh pergumulan umat Yehuda di tanah pembuangan adalah masa pemurnian Tuhan

Masa pembentukan Tuhan agar umatnya Yehuda itu kembali disucikan dan menyadari bahwa Allah senantiasa beserta dengan mereka dan Allah tidak mau dipermainkan.

Sungguh menghiburkan hati, bahwa setelah masa pembuangan tersebut Israel betul-betul sadar dan dipulihkan.

Seringkali Tuhan memakai cara-cara yang sulit untuk kita mengerti pada waktu itu terjadi.

Hati kita menjadi pedih dan sedih melihat semua kejadian-kejadian yang kita alami.

Namun bacaan hari ini ingin mengingatkan kita bahwa Allah sangat mengasihi engkau dan ingin terus memurnikan kita.

Jangan tolak didikan Tuhan dan jangan berontak pada pembentukan Tuhan.

Ingat, semua itu akan kita rasakan indah pada waktunya.

Ingatlah akan Tuhan, dan janganlah permainkan kesabaran Tuhan.

Dia tidak mau dipermainkan, dan yang tidak bertobat dengan sungguh akan dimurnikan dengan cara yang keras oleh Tuhan sendiri.

DOA:
Tuhan, ingatkan kami senantiasa bahwa kami membutuhkan Engkau dan tidak sanggup berjalan tanpa Engkau.
Ingatkanlah segala dosa kami, dan beri hati yang lembut untuk dengan terbuka mengakuinya di hadapanMu ya Tuhan, Amin.

Haleluyah, Tuhan Yesus memberkati

Baca Berita Tribun Manado DI SINI

https://www.bible.com/reading-plans/800/day/11

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved