Sains

Para Peneliti Melaporkan Penemuan Mengejutkan: Gen Umur Panjang

Para Peneliti yang didanai National Institute on Aging (NIA) Melaporkan Penemuan Mengejutkan: Gen Umur Panjang.

Editor: Rizali Posumah
HO
Ilustrasi - Para Peneliti Melaporkan Penemuan Mengejutkan: Gen Umur Panjang 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Belum lama ini, para peneliti dari Program Pengujian Intervensi yang didanai National Institute on Aging (NIA) melaporkan penemuan mengejutkan.

Penemuan dari para peneliti ini yakni mereka menemukan adanya gen kandidat yang turut memengaruhi umur panjang.

Pengujian ini melibatkan Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio, Universitas Michigan di Ann Arbor dan Laboratorium Jackson di Bar Harbor, Maine.

Mereka berkolaborasi dalam penelitian dengan laboratorium Robert W Williams, dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Tennessee di Memphis dan Johan Auwerx, dari cole Polytechnique Fédérale de Lausanne di Lausanne Swiss.

Randy Strong, dari Sam and Ann Barshop Institute for Longevity and Aging Studies di UT Health San Antonio membeber, beberapa kandidat gen memengaruhi rentang hidup betina sementara yang lain memengaruhi rentang hidup jantan.

"Satu kelompok gen meningkatkan umur panjang kedua jenis kelamin. Jarang untuk jenis penelitian ini, temuan dibuat pada populasi tikus dengan keragaman genetik yang sebanding dengan populasi manusia," ujar dia.

Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal Science 30 September dengan judul makalah “Sex—and age—dependent genetics of longevity in a heterogeneous mouse population."

"Studi ini memodelkan apa yang terjadi pada manusia," kata rekan penulis penelitian James Nelson, dari Barshop Institute.

"Tidak seperti tikus dalam banyak penelitian lain, tikus dalam penelitian yang baru dilaporkan ini tidak semuanya sama.

Masing-masing memiliki varian genetik yang berbeda, menghasilkan protein yang sedikit berbeda yang melakukan hal-hal yang sedikit berbeda, yang bersama-sama dapat berdampak pada penuaan."

Kata peneliti, itu tidak membuktikan bahwa gen yang sama pada manusia akan memengaruhi rentang hidup manusia.

"Setidaknya, kita dituntut untuk terus mempelajari dasar genetik umur panjang," ujar dia. 

Bahkan perbedaan halus dapat menyebabkan hasil kesehatan yang berbeda seiring bertambahnya usia.

Variasi kecil pada gen hemoglobin, misalnya, dapat menyebabkan protein hemoglobin dalam sel darah merah menjadi kurang efektif dalam mengikat oksigen dan mentransfernya dari paru-paru ke jaringan tubuh.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved