Mie Instan Ditarik

Diduga Ada Temuan Pestisida, Mie Sedaap Ditarik di Singapura dan Hongkong, Begini Respon Wings Group

Produsen Mie Sedaap, Wings Group Indonesia, melakukan investigasi dengan otoritas dalam negeri dan sejumlah negara untuk merespon penarikan Mie Instan

Editor: Glendi Manengal
Foto www.ussfeed.com
Ilustrasi - Pria makan mie instan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait penarikan produk Mie Sedaap hingga membuat beberapa negara turut merespon tarik produk mie instan mereka.

Diketahui sebelumnya pada Mie Instan ditemukan kandungan Pestisida Etilen Oksida (EtO).

Hal tersebut membuat beberapa produk Mie Instan asal Indonesia ditarik.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini Rabu 12 Oktober 2022, 32 Wilayah Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

Baca juga: Kecelakaan Maut Satu Keluarga, Istri Meninggal Suami Kritis Anak Selamat, Motor Alami Rem Blong

Produsen Mie Sedaap, Wings Group Indonesia, melakukan investigasi dengan otoritas dalam negeri dan sejumlah negara untuk merespon penarikan produk mie instan mereka karena dugaan temuan pestisida Etilen Oksida (EtO).

"Kami selalu berupaya menjaga kualitas produk MieSedaap dan untuk menjaga kepercayaan konsumen, kami sedang melakukan investigasi lebih lanjut dengan otoritas dalam negeri maupun negara-negara yang bersangkutan," kata Head of Corporate Communications & CSR Wings Group Indonesia Sheila Kansil melalui keterangan tertulisnya, Selasa (11/10/2022).

Ia menjelaskan, merek-merek mie instan dan kategori makanan lainnya seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan lain sebagainya yang diproduksi oleh berbagai perusahaan yang berpusat di Jepang, Korea Selatan, China, India dan Filipina juga mengalami kejadian ini.

Negara yang melakukan pemeriksaan tidak hanya Taiwan, tetapi juga beberapa negara lainnya. 

"Penggunaan etilen oksida adalah hal umum di industri agrikultur sebagai zat sterilizer atau anti mikroba pada rempah-rempah dan biji-bijian yang masih digunakan hingga saat ini di Amerika Serikat, Kanada, dan berbagai negara lainnya," ungkapnya.

Dia menambahkan, Mie Sedaap memastikan tidak menggunakan etilen oksida di seluruh lini produksi dan produk mie instannya telah memenuhi standar keamanan pangan sehingga aman untuk dikonsumsi. 

"Yakinlah bahwa kami akan selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat," ungkap Sheila.

Dia mengatakan, Mie Sedaap mengacu pada standar keamanan pangan yang berlaku, di antaranya Izin Badan Pengawas Obat & Makanan Republik Indonesia, Sertifikat Halal (MUI), Sertifikasi ISO 22000 mengenai Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan dan Sertifikasi ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu.

Sebelumnya, Taiwan, Hongkong, serta Singapura melakukan penarikan produk mie instan Mie Sedaap karena temuan kandungan pestisida.

Mengutip dari Channel News Asia, Badan Makanan Singapura (SFA) hari ini Selasa (11/10/2022) memasukkan Mie Sedaap Kari Spesial dan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken kemasan cup sebagai produk pangan yang ditarik dari pasaran.

SFA menemukan kandungan pestisida dalam bubuk cabai pada Mie Sedaap.  Produk Mie Sedaap Kari Spesial tersebut memiliki masa kadaluwarsa 27 Maret 2023 dan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken memiliki masa kadaluwarsa 24 April 2023.

SFA sebelumnya menarik empat produk yang ditarik yakni mi instan Mie Sedaap Korean Spicy Soup, mi instan Mie Sedaap Korean Chicken, mi instan Mie Sedaap Soto dan mi isntan Mie Sedaap Kari.

"SFA telah mengidentifikasi bubuk cabai terkontaminasi dengan etilen oksida. Penarikan produk tersebut sedang berlangsung," sebut SFA.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mie Sedaap Ditarik di Singapura dan Hongkong karena Pestisida, Wings Group Lakukan Investigasi

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved