Tragedi Kanjuruhan

Siapa Sangka, Empat Pejabat Utama Polres Malang adalah Tersangka Pelanggar Etik Tragedi Kanjuruhan

Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Polri telah lakukan pemeriksaan internal terhadap polisi yang menembakkan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan

Editor: Erlina Langi
Tribunmanado (HO)
Siapa Sangka, Empat Pejabat Utama Polres Malang adalah Tersangka Pelanggar Etik Tragedi Kanjuruhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah empat pejabat utama Polres Malang yang jadi tersangka pelanggar etik dalam Tragedi Kanjuruhan

Tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi salah satu tragedi paling pilu yang pernah terjadi dalam dunia sepak bola.

Sebuah tragedi kerusuhan dan insiden saling injak yang diduga lantaran gas air mata yang ditembakkan oleh Polisi telah merenggut ratusan nyawa suporter

Akibat tragedi tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Polri telah melakukan pemeriksaan internal terhadap polisi yang menembakkan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Dari 31 polisi yang diperiksa, terdapat 20 orang kini terbukti melakukan pelanggaran etik.

"Terkait pemeriksaan internal, kita telah memeriksa 31 orang personel. Ditemukan bukti yang cukup terhadap 20 orang terduga pelanggar," ujar Sigit dalam jumpa pers dj Mapolres Malang Kota, Kamis (6/10/2022) malam.

Sigit menyampaikan, empat di antaranya merupakan pejabat utama di Polres Malang.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada awak media terkait Tragedi Kanjuruhan di Mapolresta Malang Kota, Kamis (6/10/2022). Kapolri menyebut ada 6 tersangka yang menjadi pelaku tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang. Ke enam terangka tersebut yaitu Direktur LIB (AHL), Ketua Panpel (AH), Security Officer (SS), Kabag Ops Wahyu (WSS), Danki 3 Brimob Polda Jatim (H), Kasat Samapta Polres Malang (BSA). Berikut deretan pelanggaran enam tersangka yang telah ditetapkan terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada awak media terkait Tragedi Kanjuruhan di Mapolresta Malang Kota, Kamis (6/10/2022). Kapolri menyebut ada 6 tersangka yang menjadi pelaku tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang. Ke enam terangka tersebut yaitu Direktur LIB (AHL), Ketua Panpel (AH), Security Officer (SS), Kabag Ops Wahyu (WSS), Danki 3 Brimob Polda Jatim (H), Kasat Samapta Polres Malang (BSA). Berikut deretan pelanggaran enam tersangka yang telah ditetapkan terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan. (SURYA/PURWANTO)

Baca juga: Kronologi Kasus Tragedi Kanjuruhan Versi Polri, Jenderal Listyo Ceritakan Kepanikan Aremania

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Didesak Usut Anggotanya yang Diduga Sebabkan Korban Jiwa Suporter Arema

Mereka adalah AKBP Ferli Hidayat (FH) yang saat itu menjabat Kapolres Malang, Kompol WS, AKP BS, dan Iptu BS.

Kemudian, perwira pengawas dan pengendali sebanyak dua personel, yakni AKBP AW dan AKP D.

"Kemudian atasan yang memerintahkan penembakan sebanyak tiga personel, AKP H, AKP WS dan Aiptu BP. Personel yang menembakkan gas air mata di dalam stadion 11 personel," kata dia.

Sigit menekankan bahwa pihaknya segera memproses 20 polisi yang melanggar itu agar mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia menyebut, jumlah polisi yang melanggar etik di kasus Kanjuruhan masih bisa terus bertambah.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang pecah pada Sabtu (1/10/2022) berujung tewasnya 131 orang.

Berdasarkan data Kementerian PPPA, dari total yang meninggal, 33 di antaranya merupakan anak-anak berusia 4-17 tahun.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved